“Dewa Dewi” ( Nominator kategori Women’s Issues, Pesta Blogger 2007 )

2000 Orang Bugil Ala Tunick !

27 Juli 2007 · 65 Komentar

Bagi masyarakat yang tinggal di negeri kincir angin, atau wisatawan yang datang ke Belanda,  masih bisa menyaksikan hasil jepretan seniman Spencer Tunick.

Seniman asal New York yang kini berusia 40 tahun itu, berhasil dengan gemilang  menghipun atraksi pemotretan massal yang dilakukan di Amsterdam.

Seniman yang mengantongi  diploma Bachelor of Arts dari Emerson College London pada tahun 1988 tersebut,  sebelumnya juga sudah  mengunjungi kota Berda ( Belanda )  dan melakukan pemotretan massal. 

Atas undangan pihak Dream Amsterdam Foundation, Spencer Tunick dimusim panas ini  melaksanakan pemotretan massal yang  kedua.

Sebelumnya dia juga sudah melaksanakan pemotretan serupa, diantaranya di Melbourne, Sao Paulo, Barcelona, Paris, Brugge, Londen dll. 

Untuk proyek kedua di Belanda ini, Spencer mengadakan pemotretan pertama pada tanggal  15 April 2007 di taman bunga Tulip. Sedangkan acara hajatan massal yang sebelumnya dirahasiakan  ke publik tersebut,   jatuh pada tanggal  03 Juni dikota Amsterdam.

Acara pemotretan yang dilksanakan pukul 04.00 pagi buta tersebut, tak  terelakkan mengundang perhatian warga setempat.

Tak heran ditemukan beberapa warga setempat,  yang ikut membidikkan kameranya ke badan – badan yang tidak  mengenakan busana tersebut.

Acara pemotretan massal yang diikuti sebanyak 2000 orang tersebut, terdiri dari kaum pria dan wanita. Spencer tidak memberikan instruksi yang berbelit, hanya menyarankan agar setiap peserta  tidak tertawa.

Sebanyak 2000 orang yang telanjang bulat dihembus  udara dingin negeri kincir angin tersebut,   berjalan  berarakan memenuhi dua gedung.

Setelah aksi pemotretan didua gedung tersebut usai, Spencer Tunick melanjutkan sessie pemotretan  ditempat lain.

Sebanyak 60 orang dilibatkan sebagai model telanjang yang sedang naik sepeda melewati jembatan kecil yang berada dikanal  ( menyerupai kali ) kota Amsterdam tersebut.

Manusia – manusia telanjang ini  dipotret dengan keadaan kepala menengadah ke langit.

 

 Kini masyarakat masih bisa menikmati pameran unik, yang sudah dibuka sejak tanggal 23 Juni tersebut hingga tanggal 31 augustus 2007.

Spencer Tunick bersama pihak Dream Amsterdam Foundation merasa puas dengan proyek  seni ini. ( Majalah Dewa Dewi Online )

                                                        ************

DD  sudah  melihat foto – foto ini. Karena beberapa  foto yang berukuran gede – gede ini ( puluhan meter ),  dipajang ditempat – tempat umum yang bisa dinikmati secara gratis. Diantaranya di stasion kereta api Amsterdam.  Biasa aja, kok. Orang juga nggak sampai desak – desakan ingin mendekati foto. Saya rasa sebagian besar  ikut bergumam seperti saya, 

” Kok nggak malu, yach. Ada ada saja, dech. “

Kategori: Berita

65 tanggapan so far ↓

  • alrien // 28 Juli 2007 pada 11:32

    na’udzu billah,,,ya ampun,,,ko bisa ampe sebegitunya,,,
    ju2 aQ sendiri sebagai wanita merasa malu liat tuh semua,,,padahal,”Sesungguhnya di tangan para pemudahlah pemudilah urusan dan nasib bangsa, dan di kaki para pemuda pemudiLah kehidupan bangsa ini.”

  • djokosantoso // 29 Juli 2007 pada 01:58

    mau gak ya pemerintah kota Bekasi menyelenggarakan hajatan seperti ini ? pasti heboh … hi hi hi.
    Salam kenal

    ********************************************************

    Dewa Dewi Nulis :

    Salam kenal juga, Bung.
    Kota Bekasi ngadain acara ginian ? Mendingan lenong azah, deh.

  • la mendol // 30 Juli 2007 pada 05:08

    Asliii … udah ilang semua kale urat malunya.
    Oh iya, mereka dibayar atau free ? Jangan-jangan cuman dikasih bungkusan makan siang heheh..

    ***********************************************************

    Dewa Dewi Nulis :

    Pesertanya nggak dapet apa apa, kok. Semua gratisan. Makan minum-pun ditanggung sendiri.

  • sibermedik // 30 Juli 2007 pada 10:22

    yang njepret wong ndeso…
    kegagalan “fase falik” klo kata sigmund freud

    **********************************************

    Dewa Dewi Nulis :

    Gitu, yach.

  • lei // 31 Juli 2007 pada 06:45

    wah..besokannya obat gosok pada sold-out dipake kerokan yg pada masuk angin kekekeke *orang belanda mana kerokan lei??ampyun*

    *************************************************

    Dewa Dewi Nulis :
    Cara kerokannya juga laen, lhoh ( wakakakak ).

  • aisalwa // 1 Agustus 2007 pada 00:28

    WOW ….. !!!!!!

    No Comment !!!

    Resiko tanggung sendiri !!!

  • nesia // 1 Agustus 2007 pada 03:56

    Silakan telanjang… Tp ingat, seringkali sesuatu terlihat menjadi begitu memesona, karena dia terbungkus rapi, seperti kado dengan pita warna-warni.
    Jika sudah terbuka, apalagi sifatnya massal, maka kita akan bilang, “Ngga ada yang istimewa. Barang kayak gitu, di toko-toko juga banyak.”

    Tp paling tidak, si tunick ini konsisten dengan karyanya. (Konsistensi yang harus dibasmi!)

    ********************************************************

    Dewa Dewi Nulis :
    Gw juga setuju dengan anda. Yang normal sama yang waras udah kaga ada bedanya lagi.

  • Mihael "D.B." Ellinsworth // 2 Agustus 2007 pada 06:50

    Besok, orang – orang itu pasti mengeluh masuk angin…

  • JELO // 3 Agustus 2007 pada 05:17

    kembali ke zaman adam dan hawa ya…
    ayo kita ciptakan masyarakat telanjang aja…
    dari masyarakat telanjang menjadi bangsa telanjang….
    hahahahhaahaa…..
    kalo uda begitu,…semua akan mengglobal…
    inikah namanya era globalisasi??

    **********************************

    DD Nulis : efek samping globalisasi, kali. ( Wakakakak )

  • anker // 11 Agustus 2007 pada 16:31

    Buuuuuseeetttt…

    Salam kenal.. :-)

  • Aviv // 13 Agustus 2007 pada 04:21

    Mungkin kalau di Indonesia bisa dimaklumi karena harga pakaian mahal.

  • pank-dog // 19 Agustus 2007 pada 04:53

    Kalau di Indonesia diberlakukan seperti ini kami2 ini mau tinggal dimana…….?

  • hasan // 19 Agustus 2007 pada 13:39

    ketika manusia sdh tdk malu lagi dengan dirinya maka telanjang2 massal yag lainnya jg akan trus bermunculan. qt sebagai org yg beragama hendaknya selalu berusaha mengingatkan diri qt dan keluarga serta org2 terdekat kita utk tdk menjadi org yg tdk punya malu.

    ********************

    DD Nulis :

    Kalimat bijak yang kudu diteladani.

  • ningrachman // 19 Agustus 2007 pada 20:54

    alhamdulillah…….
    bisa lihat calon-calon penghuni surga yang ada di negri kincir angin… :D

  • balibuddy // 20 Agustus 2007 pada 00:03

    Emang sih manusia dilahirkan telanjang, tapi kalo kaya gitu malu juga…..(apalagi modal ga mendukung he..he..) menurut sampeyan gimana? salam kenal dari Bali.

    **************

    DD Nulis :

    DD Membiarkan setiap orang mengeluarkan ide dan pandangan sesuai dengan hukum dan aturan negara yang diberlakukan.

  • bLaCk CaT // 21 Agustus 2007 pada 05:17

    hehe, rasanya tidak terlalu kaget membaca berita ini karena sebelumnya juga sudah ada beberapa kali digelar acara yang bersifat “nudisme” (maaf kalau istilahnya salah) di beberapa negara. Misalnya, ada sepasang suami istri di suatu negara (lupa persisnya) yang rela memperlihatkan aktivitas sehari2 (termasuk seks) di etalase sebuah toko yang dibuat menyerupai rumah, ada juga obral sebuah toko pakaian dimana para calon pembeli dalam keadaan bugil ria, macem2 dah pokoknya.

    yang penting di Indonesia jangan yah, kita cukup jadi penonton saja.

  • ridwan // 23 Agustus 2007 pada 10:02

    orang yang kelewatan kreatif ga ada batasan, buseeeeeet !!!!!!!!! tapi mungkin di negara itu aturannya emang beda kali ya !!!!!!!

    ************************

    DD Nulis :

    Tentu !! Undang – undang yang mengaturnya sangat berbeda.

  • di-ba // 29 Agustus 2007 pada 07:34

    terserah merekalah mau pose telanjang atau mau ngapain aja yang penting kita orang timur tetap harus menjaga nilai-nilai culture yang ada. lagian kok bisa yach spencer ngumpulin 2000 orang buat berbugil ria di alam terbuka??
    ngebujuknya gimana yachhhhhhh.

    *********************

    DD Nulis :

    Ngga pake ngebujuk segala. Karena yang datang mayoritas orang nudistan. Jadi kalo ada acara bertelanjang ria dimanapun, dan kapanpun, biasanya partisipasinya besar. Para peserta juga nggak dapet sepeser uang. Semua ditanggung sendiri – sendiri.

  • arya monday morning // 3 September 2007 pada 10:16

    emotion sickness.lunatic philanderer

    *******

    DD Nulis :

    Ya ya ya ya ( sambil manggut – manggut menghayati ).

  • rahman // 14 September 2007 pada 12:39

    ribuan orang foto telanjang, emang luar biasa gila….apa udah engga punya malu pameran memek and burung…depan umum.

    ____________________________________________________________________________________

    Malunya udah hilang tuh, Mas.

  • adi // 25 September 2007 pada 07:28

    busettttttttttttttttttt………..

  • Bayu Sora // 3 Oktober 2007 pada 07:11

    Gua yakin habis telanjang ada acara yang ga` kalah seru, pesta Sex Mannn!.. Kebabasan yang salah kaprah..,dan bisa bilang kalau acara pesta bugil ini diSponsori oleh si Iblis jahanam..

  • alvi // 22 Oktober 2007 pada 05:32

    jancok gede

  • andre // 26 Nopember 2007 pada 11:14

    sadis man. bisa hancur semua.

  • gedeagoes // 17 Januari 2008 pada 09:13

    aku mau dong !!!!!

  • lery // 6 Februari 2008 pada 08:56

    pengen ikutan……..hihihiiiiiiiii…………..obat kulit dan obat angin pasti laku abiesssssssssssssssss

  • royu // 5 Maret 2008 pada 16:08

    laknatlah mereka semua ya 4JJ1….
    bukan hanya setan tapi iblis lah yang telah membuat mereka begitu…..
    lindungi lah kami dari hal seperti itu ya 4JJ1 amiiiinnn

  • RETORIKA // 11 Maret 2008 pada 21:17

    ha :D

  • agustinus // 18 Maret 2008 pada 09:51

    lah begitulah anak adam berani tampil, wong oh yes oh no juga boleh, gmn lg? Kasihan kalo neraka sampai kosong, kan sudah dibuat kamarnya agar di tempati lagian semua orang juga siap kesana.

  • tanpa nama // 24 Maret 2008 pada 15:50

    sa………………………………………………………..d jony

  • mister bond // 25 Maret 2008 pada 04:53

    mantap mau donk

  • freddy // 25 Maret 2008 pada 04:54

    aku juga pingin ikutan donk

  • boker // 25 Maret 2008 pada 04:56

    alis

  • mister bond // 25 Maret 2008 pada 04:59

    aisalwa knalan donk
    ni alamat emil gw

  • GX // 11 April 2008 pada 16:34

    alah… nga pada belajar estetika…
    hahaha…
    pandanglah dr berbagai sisi… jgn cuman dr satu sisi aja…
    makanya indonesia ga maju2..
    di dunia ini ga ada yang 100% bener dan 100% salah.
    yang ada hanya keseimbangan hitam dan putih.

  • fajarmono // 12 April 2008 pada 05:26

    register ahh….

    reaches me on
    YM ID: fajarmono@yahoo.com.sg
    http://www.friendster.com/fajarmono
    http://www.fajarmono.wordpress.com
    http://www.flickr.com/photos/fajarmono

  • urly // 16 April 2008 pada 07:38

    sebagai orang indonesia klo menurutku siih wajar2 aj disana??tpi kok bisa kuat yah wakakakaka…

  • urly // 16 April 2008 pada 07:39

    tpi kok bisa kuat yah wakakakaka…

  • Jois // 16 April 2008 pada 12:00

    Wah mantep dong tapi masak allah ini tanda akhir zaman

  • Rizki on benbego // 16 April 2008 pada 13:54

    varah..varah bgt. untung motonya jauh bos. dosanye berkurang dikit. :D

  • Yoga // 22 April 2008 pada 15:55

    Pada masuk angin ngga yah?
    besok nya pasti kerokan tuch

  • lonthe kampung // 2 Mei 2008 pada 13:18

    kalo bisa tolong suruh bergandeng tangan agar rekor gandeng tangana pecah

  • Ancoer // 3 Mei 2008 pada 05:34

    Gimana yah disatu sisi aku suka kalau gituan dan satu sisinya aku nga suka. Soalnya hal seperti ini kalau bisa jangan sampai deh terjadi ama orang2 yang aku sayangi dan cintai.
    Ih takut juga sih hi…!

  • wong edan // 6 Mei 2008 pada 01:49

    Namanya juga HAM , jadi malah kaya hamburger ya

  • Daniel // 10 Mei 2008 pada 01:27

    budaya bugil harus di hilangkan supaya penerus bangsa moralnya tidak rusak
    Dan salam kenal

  • Nopant // 16 Mei 2008 pada 01:34

    ‘SENI_WEN’
    beNeR” seNi yG kebabLasan..!!!
    klakuanya Ga’ beDa denGan Binatang…
    tapi itu mNurut oRang tiMur, termaSuk saYa dan saYa hanya biSa berDoa dan beRhaRap sMga sMua itu tDak meNuLar di baNGsa kiTa terCinta iNi, wLopun sBenernya sDah bYk dAri oRG2 kita yG mmpuNyai oTak n buDaya sperti itu, tpi aLhamduLiLLah sTidaknya kiTa mCih di beRi rasa maLu…

    dan Kitapun Ga’ boLeh menyaLahkan mReka coz di Pandangan mReka haL2 sprti itu suDah waJar & Sah2 saJa di Lakukan…

    SO Pandai2nya qita aja meMbentengi diRi daRi sMua Perbuatan yG sanGAt beRdampak beSaR dGn keMaksiatan.!!!

    -GBU-

  • bakdu // 16 Mei 2008 pada 05:30

    saya rASa hal ini memang unik terlebi lagi jumlah massa yg di kumpulkan melebihi dari kata banyah terkadang memang dlm menunjukkan ekspresi orang dapat melakukan apa sajatermasuk juga dengan ini sukses untuk para seniman dunia ok

  • komunitas syok nyeyi // 17 Mei 2008 pada 12:40

    salute ama spencer…..i love you spancer

  • T.Riadi // 14 Juli 2008 pada 05:58

    aduh orang kita kalo yang begini dianggap maju gimana mau maju kalo maju kenapa bugil itu dulu waktu manusia lahir kalo udah gede jangan bugil gillllleeeee!!!!

  • Eta Wahana // 23 Juli 2008 pada 15:50

    karena harga minyak dunia yang melambung tinggi dan harga kebutuhan pokok makin mahal. Itu bisa saja terjadi pada bangsa ini karena untuk memenuhi pangan aja susah apa lagi yang lainnya……

  • gresantia // 8 Oktober 2008 pada 09:05

    pulang langsung pada kerokan…………yah,..yang mau telanjang silahkan telanjang , yang mau berpakaian silahkan pake’, semuanya itu ada tempatnya jadi ngga’ di kira GILA padahal kan WARAZZ

  • Alya // 9 Oktober 2008 pada 05:24

    Mungkin ini pertanda bahwa kiamat sudah semakin dekat

  • Ashila // 18 Oktober 2008 pada 08:13

    Itulah manusia….ada ada aja…salah satu pertanda peradaban manusia saat ini…

  • yuni // 18 Oktober 2008 pada 12:56

    babu bugil

  • yusber // 24 Oktober 2008 pada 06:54

    Mantap… itu baru hebet.
    Bukan kayak kita yang menjual raskin…

  • battala85@yahoo.com // 16 Nopember 2008 pada 04:52

    manah videos telanjangnya

  • kita // 19 Nopember 2008 pada 11:33

    gila buuuuuaaaaaaaangeeeeeeeet!

  • Taofik // 20 Nopember 2008 pada 14:00

    asyiiiiiiik……….

  • rere // 13 Januari 2009 pada 06:04

    kapan ya di indonesia ada acara ky gitu???

  • Antoni // 12 Februari 2009 pada 13:16

    beh, ko baru tau skarang ya….

  • pak no pacul // 18 Februari 2009 pada 19:44

    gak papa mereka bisa tahan godaan dari pada ditutupi tapi kelakuan nya kayak anjing

  • rusli // 4 April 2009 pada 08:40

    wah dasar orang gax tau dosa,ya…….jangan nyampe ikutlah.kaya anjing ja telanjang,maklum gax tau adat dan norma.entahbagaimana otak orang yang telanjang tu.

  • rusli // 4 April 2009 pada 08:41

    dasar gelooooooooooooooo

  • rusli // 4 April 2009 pada 08:52

    tobat………….perhatian pada para kaum muda untuk bertaubat karena zaman telah mau kiamat!coba ja pikir masa telanjang bulat 2000orang gax pada malu.

  • ical // 24 April 2009 pada 15:43

    manusia sekarang sebagian udah seperti binatang, ngak perlu mikir yg penting dapat makan

Tinggalkan sebuah Komentar