“Dewa Dewi” ( Nominator kategori Women’s Issues, Pesta Blogger 2007 )

Aku Melakukan “M”

20 Desember 2007 · & Komentar

Maáf kalo akhir – akhir ini DD nggak bisa lama – lama didepan komputer. Ada hal -hal lain yang juga menyita dan membutuhkan perhatian DD.  Oke, akhirnya kali ini bisa nulis lagi dan  mempublikasikan surat curhat.

Ehm, salah satu buku yang DD gemari, yang  cocok bagi pasangan muda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak seperti DD ini, adalah buku yang berjudul “MAN “( pria ). Buku  unik nan kreatip berbahasa Belanda yang ditulis oleh  Michael van Eekeren ini. Buku ini membahas tentang cinta, nafsu,  perselingkuhan dan segala pernak perniknya.

Lho, apa uniknya seh buku ini ?

Yang bikin buku ini menjadi unik menurut DD, karena Michael menggambarkan tentang hausnya seorang pria akan seks. Sehingga diumpamakan seperti seorang suami yang benar – benar kelaparan akan seks, ibaratnya sudah 288 hari tanpa seks.

Oeps, 288 hari tanpa seks ? Bisa dibayangin hausnya.

Michael van Eekeren mengajak merenungkan kehidupan suami istri, yang suatu saat  kebutuhan seks ini seperti terkesampingkan, setelah seorang istri melahirkan dan disibukkan dengan  merawat anak kecil.

Istri yang sebelumnya selalu kelihatan cantik berseri dengan baju yang aduhai, adakalanya kelihatan  awut – awutan dengan popok bayi. Dia yang biasanya bikin jantung berdetak dengan bau parfumnya, eh tercium  pesing dengan si kecil yang sedang mencret.

Istri yang buah dadanya menggiurkan seperti buah apel yang ranum, eh malah keliatan  menggelantung diisep – isep bayinya. Bapaknya dicuekin ( ngiri nih , yee  ).

Pasangan suami istri yang sudah memiliki anak kecil akan terjerat betapa membagi peran dan tugas dalam proses ini tidak gampang. Organ – organ erotis seorang istri pada periode inilah, harus disadari sebagai organ yang fisiologisnya sebagai bagian dari organ reproduksi. 

Dalam buku “MAN ” seorang suami mengeluh karena istrinya sudah tidak seseksi dulu lagi. Untuk urusan ML-pun sudah nggak selalu siap sedia, karena ada si kecil. Dan seorang istri yang fungsinya seperti sampoo kemasan two in one, kadang sulit melakukan  pembalikan peran, antara sebagai istri dan sebagai seorang ibu. Istri  sebagai teman bercinta, dan sebagai ibu yang berperan merawat anak.

Apa buntutnya, kalau seorang suami ngga puas dengan kebutuhan seks di rumah ?

Seperti kebanyakan kasus yang muncul ke permukaan. Seorang suami biasanya suka nyari jajanan diluar. Bukan lemper atau pisang goreng, lhoh ? Tapi cewek – cewek cantik yang menjajakan jajanan yang bernama “kue” vagina.(  DD ini gebleg, deh.)

Menjaga keseimbangan dalam sebuah keluarga dalam pasangan suami istri yang sudah memiliki anak adalah sangat amat penting.  Menjalankan peran dan fungsi sebagai seorang istri dan suami sangat diperlukan.

Komunikasi, komunikasi dan komunikasi. Salah satu pilar yang tidak boleh terlupakan. Dan melibatkan orang terpercaya atau petugas profesional , jika terbentur permasalahan yang sudah tidak bisa dipecahkan bersama.

Eit, DD jadi kepanjangan  berceloteh. Mendingan kita baca – bareng – bareng kasus yang dialami penulis dibawah ini.

Silahkan berbagi sumbang dan saran !

 Arianti – Cianjur

_44074980_girl_jupiter203.jpg

DD yang baik,

Saya mau ikutan nulis curhat. Mudah – mudahan para pembaca yang  lebih berpengalaman, berkenan berbagi sumbang dan saran.

>Sebut saja nama saya Arianti. Umur saya 24 tahun dan memiliki seorang anak kecil yang berusia 1 tahun. Saya menikah dengan seorang pria yang saya cintai, yang usianya 4 tahun lebih tua. Sebut saja namanya  Arif.

Kami berdua mempunyai anak kecil yang mungil dan sehat. Suami saya kurang melibatkan diri pada perawatan anak. Saya juga menyadari, karena suami saya bekerja sebagai pencari nafkah keluarga. Sehingga waktunya tidak tersisa banyak.

Sedangkan saya adalah seorang istri yang berperan sebagai seorang ibu rumah tangga. Sebelumnya saya juga mempunyai pekerjaan, tetapi saya tinggalkan. Saya lebih senang bisa mengabdikan diri pada suami dan pertumbuhan anak saya.

Mungkin kelak, kalau anak saya sudah memungkinkan, saya akan bekerja lagi. Sebenarnya faktor yang membuat saya bersedih, adalah karena suami saya sepertinya nggak bergairah lagi sama saya.

Sebagai seorang istri, saya sudah mengusahakan diri agar tetap tampil menarik dan menyenangkan buat suami tercinta. Memperhatikan kesehatan, perawatan, cara berpakaian, cara merias diri, hingga yang sekecil – kecilnya.

Tetapi tetap saja suami saya cuek. Bahkan sejak melahirkan, saya cuma melakukan hubungan seks 2 kali. Setelah itu suami saya enggan berhubungan seks lagi dengan saya. Bahkan dia cenderung lebih suka nonton film biru.

Pernah sih saya tanya alasannya, dia bilang istri yang sudah pernah melahirkan itu sudah tidak enak lagi. Sudah nggak seret seperti waktu pengantin baru.  Pelayanan diatas ranjang juga sudah berkurang. Suara tangisan – tangisan bayi membuat libido jadi menurun.

Katanya saya sudah tidak “sepanas” dulu jika melayani suami di ranjang. Ah, perasaan saya nggak ada yang berubah, kok. Cuma biasanya saya tidak bisa kosentrasi penuh kalau anak saya lagi sakit, atau tidurnya tidak pulas.

Pernah saya mengkonsultasikan hal ini pada dokter. Saya juga diberikan penjelasan seputar perubahan yang terjadi pada organ vital setelah melahirkan. Saya juga diberikan penjelasan tentang banyak hal.

Kesimpulan yang saya dapat waktu itu, adalah melakukan komunikasi yang lebih baik dengan suami. Melihat apakah suami mengalami stress yang berlebihan ditempat kerja, atau suasana rumah yang perlu dievaluasi ulang.

Kadang saya  melamun dan membayangkan, betapa nikmatnya melakukan hubungan intim seperti dulu lagi. Apalagi sekarang kami berdua sudah dikharuniai seorang anak kecil sebagai mahkota cinta bersama.

Diam – diam saya juga sering melakukan pemuasan diri dengan cara  ”M ” karena saya capek merengek – rengek kepada suami.

Apakah pembaca mempunyai tips berkomunikasi yang baik dengan suami ? Apakah ada faktor – faktor lain yang tidak saya lihat,  sehingga hubungan intim ini menjadi kurang harmonis ? Mohon sumbang sarannya.

**************

Kategori: Curhat
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , ,

12 tanggapan so far ↓

  • extremusmilitis // 21 Desember 2007 pada 05:33

    Dari-ku mungkin bisa dengan cara langsung mem-beritahu-kan suami akibat dari apa yang sedang ter-jadi. Bantu suami untuk menyelesaikan masalah-nya, sering sekali terjadi para istri hanya peduli dengan masalah di rumah, tanpa memahami beban berat yang dihadapi suami di luar rumah. ;)

  • hanna // 21 Desember 2007 pada 15:20

    Aduh, sebagai sesama wanita saya merasa prihatin sekali.
    Agak risih juga sih mau membahas masalah ranjang di publik.

    Saya membantah bahwa seorang istri yang sudah pernah melahirkan sudah tidak nikmat lagi. Seharusnya sebagai seorang istri harus bisa mengerti keadaan suaminya. Masalah seks perlu menjalin komunikasi yang baik. Terlalu dipaksakan hanya akan menimbulkan rasa sakit saja. Mungkin Anda bisa mencari dan menjelajahi apa yang membuat suami Anda bergairah kembali. Saya setuju bila ada yang mengatakan seorang istri harus bisa menjadi seorang pelacur untuk suaminya di ranjang. Tapi, yang ini mohon ditanggapi dengan dewasa dan bijaksana ya.

    Doa saya moga Anda mendapat kembali kebahagiaan itu.

  • antarpulau // 21 Desember 2007 pada 17:48

    Jangan suka memiliki prasangka ‘yang tidak-tidak’….
    Suami beginilah.. suami begitulah…
    Mendingan langsung tanyain suami kamu itu baik-baik…
    Kenapa sih dia kok ‘terlihat’ seperti bosan dg kamu…

    Tanyanya to the point aja…
    Misalnya:
    Kenapa sih kamu kok terlihat bosan sama aku…?
    Kamu udah punya perempuan lain ya, sehingga bosan dg aku…?
    Atau, aku udah ‘ndak bisa’ melayani lagi sehingga kamu tidak puas..?
    Atau….
    Aku capek tahu, masa harus masturbasi terus sendirian… untuk apa gunanya punya suami…?
    dll…
    Pokoknya to the point aja.. persis seperti tulisan kamu itu…

    Nah, nanti kamu berdua bisa saling tahu apa penyebabnya…
    Setelah tahu, selanjutnya kamu berdua bisa mencarikan solusinya.. gituh…..

    Masa curhat disini bisa… tapi curhat sama suami gak berani…
    kamu harus berani ngomong sama suami kamu itu, oke…?

  • baliazura // 22 Desember 2007 pada 06:37

    ga punya saran..maaf ya.. saya blom merried
    tapi ga pa pa saya baca aja buat info dan bekal saya nanti hikss…

  • Enchanterz // 24 Desember 2007 pada 10:01

    Saya rasa suami Anda memiliki rasa cemburu thd anak kalian. Mungkin Anda lebih memperhatikan anak Anda sampai-sampai Anda lupa memperhatikan suami Anda sendiri.
    Coba untuk berbulan madu lagi, cari tempat yg romantis, dan titipkan anak kalian ke orang tua Anda untuk sementara waktu agar bulan madu kalian tidak terganggu. Mudah-mudahan setelah berbulan madu lagi hubungan seks kalian jadi tambah “hot” lagi.

  • ricky // 26 Desember 2007 pada 03:11

    kalau menurut aku sebagai lelaki dan suami dan seorang ayah bagi putraku yang pertama aku tau banget perasaaan itu karena aku sendiri merasakan hal yang sama terhadap istriku sendiri aku merasa dia udah gak se HOT dulu.

    Aku mencoba semua cara dan ternyata tetap saja gagal. aku merasa apakah aku yang terlalu nafsu atau dia yang udah hilang gairah.

    Ternyata dia bilsang dia udah gak bergairah lagi ama aku. wahhhhhh, bukannya aku gak ganteng tapi ternyata cuma perasaaannya akibat cfapek mengurus anak. jadi menurut aku emua itu harus di bicarakan dengan istri kita gimana cara mengatasi kejenuhan dari masing masing.

    Dan kalau lelaki itu bilang udah gak seret lagi suruh aja dia masukin tuh ke lobang pintu seret tepi sakit apa gak seret tapi gak sakit suruh pilih aja.

  • nuron3b // 22 Januari 2008 pada 21:36

    berbugil ria aja mbak depan suami, kasih jepitan yang ga bisa dia lupain, kanyak empot ayam gitu lho..

  • sintia // 19 Februari 2008 pada 09:36

    tanya langsung aja, tapi jangan sampe menyinggung perasaan suami, bagaimanapun suami diatas segalanya!
    sebenernya anda gak perlu jawaban, karena anda sudah ke dokter dan menyadari nya senidir, saya pikir anda cuma butuh dukungan akan apa yang anda lakukan, dan cara yang paling baik adalah komunikasi, ngobrol yang baik, cari suasana yang tepat

  • syera // 23 Februari 2008 pada 05:37

    test**

  • syera // 23 Februari 2008 pada 05:37

    curhatnya mba arianti.. sama banget sama yang aku alami.. dari awal bulan sejak melahirkan anak pertama, suamiku kelihatan kurang bergairah.. sedangkan aku kebalikannya.. libidoku setelah melahirkan jadi tinggi.. hampir tiap hari rasa itu muncul.. dan hampir tiap hari pula aku melakukan M… sediih banget..

    aku pikir mungkin suamiku udah ngga bergairah lagi sama aku.. apalagi setelah melahirkan bodyku jadi nggak karuan:( .. trus ya aku berusaha dong diet n ngerawat diri dan tampil sexy didepan suami.. tapi ternyata sampe saat ini ( anak udah 9 bulan) sama aja tuh masih nggak mood .. dan akhirnya suatu malam ketika sedang berduaan.. sambil dia peluk dan ciumin aku, dia minta maaaf banget ke aku, dia bilang nggak ada maksud buat nyuekin,

    selama ini dia seperti itu karena memang kondisinya sangat capek.. ( memang sih dia tiap hari kerja.. berangkat jam 5.30 dan jam 9 malem baru sampe rumah) .. dan dia juga kasian sama aku, takut akunya juga capek, karena aku juga bekerja dari jam 9 – 18.00 .. .. jadi begitu sampe rumah pikirannya hanya pengen istirahatin badan..

    walaah… jadi ya aku pikir.. jangan berpikir buruk dulu kali ya hehe ..walopun para istri kadang suka terpikir yg aneh2x juga.. tapi lebih baiknya dikomunikasikan baik2x ke suami… .. dan satu lagi.. kalo mau, coba deh resep honey moon (pergi nginep berdua suami, tanpa ngajak anak).. **patut dicoba

    _____________________________________________________________
    DD Nulis :

    Terima kasih buat mba Syera yang turut berbagi pengalaman dan saran. Coretan anda DD nantikan. Semoga kehidupan anda berbahagia bersama anak dan suami tercinta.

    Salam hangat,

  • braven // 19 Maret 2008 pada 09:26

    dari pada pusing ga dapet jatah ma suaminya gimana kl ma saya aja mbak?? :D

  • yniy // 6 Mei 2009 pada 21:58

    sabar ya mbk jangan lupa berdoa dekatkan diri kepada tuhan mohon petunjukkmya klu saya dulu bersikap manja saja didepan suami dan seksi biar dia terangsang mlihat kita

Tinggalkan sebuah Komentar