Salah satu berita yang masih hangat, yang masih banyak menjadikan bahan pembicaraan, dan banyak ditulis  oleh pihak media baik didalam dan luar Aussie, adalah kasus  Tania Zaetta.

Presenter TV cantik nan seksi yang pernah maen bareng  dengan Pamela Anderson dalam televisi seri Baywatch itu dituding melakukan hubungan seks dengan tentara Australia saat melakukan kunjungan ke Afganistan.

Ahaaa ?  Orang biasa hingga kalangan politisi pada kebakaran jenggot !

Lha wong disuruh tour ke Afganistan untuk ngasih hiburan, kok malah kebablasan ngasih dukungan syahwat. 

Kasus Tania Zaetta ini mengingatkan DD  pada debat  didunia politik Belanda.  Debat yang aneh ato justru dibilang unik bin nyleneh ( menurut DD sendiri aneh, seh ).

Karena taon kemarin, ada  usulan agar tentara Belanda yang melakukan tugas perdamaian dinegara konflik seperti  Afganistan dikirimi  para pelacur saja, untuk memuaskan kebutuhan syahwatnya.

Usul ini hanya beberapa saat saja menghiasi media, habis itu lenyap dan tidak berkelanjutan.

Dan tidak lama setelah usulan tersebut muncul ke permukaan, tentara Belanda di Afganistan dikirimi pelawak untuk memberikan hiburan !

Terus terang saja, usulan ini mengingatkan DD akan kasus mawar merah. Bukan kasus cewek yang dapet hadiah bunga mawar berwarna merah, tapi penis  – penisnya tentara Amerika yang justru menggembung  dan berwarna kemerahan akibat penyakit seks menular, saat terjadi perang Vietnam.

Thema diatas yang bisa DD petik, adalah kaitan seks pada kaum pria, yang dihadapkan situasi dimana seks tersebut  tidak bisa dipenuhi secara normal dan formal akibat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Menurut Maslow sendiri, beliau meletakkan seks sebagai kebutuhan dasar yang setara dengan air, udara dan makanan. Artinya, kebutuhan dasar tersebut harus terpenuhi agar kelangsungan hidup bisa berjalan.

Tidak bisa dipungkiri, siapapun akan gentanyangan en modar tanpa air dan udara. Tapi kalo seks seh kayaknya masih bisa diatur begitu.  Lha DD sendiri udah nyoba kok. 

DD ngga bisa kosentrasi en lemes kalo masih belom dipuasin dengan  nikmatnya soto ayam. Kalo orgasme sih masih bisa nyusul  en ditahan gitu…

Memang sih meletakkan seks sebagai kebutuhan dasar dan menyetarakan dengan air, udara,  makanan dalam prakteknya akan berbeda dalam setiap komunitas masyarakat ato negara. Undang – undang, agama dan norma – norma yang berlalu  di masyarakat atau negara tersebut memberikan kontrol yang  ketat.

Dinegara barat atau negara mana saja yang  mengenal seks bebas dan aman, mungkin lebih gampang mempraktekkan  seks sebagai kebutuhan dasar.

Sebagai kebutuhan yang kudu terpenuhi, walo masih belom menikah. Dengan berbekal kondom yang beraneka warna dan beraneka rasa, kayaknya sudah  punya bekal untuk memenuhi kebutuhan dasar ini.

Kembali ke pokok  thema diatas, DD teringat akan pria – pria yang  beristri yang bekerja nan jauh dari istri dan keluarga. Dimana kebutuhan seks tidak bisa terpenuhi secara normal dan wajar. 

Misalnya  saja anda bekerja sebagai pelayar, tentara, pengusaha atau apa saja yang  menyebabkan anda terasing dari sang istri.

Adakah solusi yang tepat agar kebutuhan seks ini   teratasi ? DD mengajukan 3 solusi  dalam permasalahan ini :

1. Olah raga

Seks merupakan energi terbesar didalam tubuh yang layak tersalurkan. Banyak  penelitian yang menulis sedemikian seringnya otak – otak kaum pria ini didalam memikirkan seks.

Singkat kata, tidak hanya sering. Tetapi amat sering dan sering sekali. Seks …seks… dan seks…..

Energi ini tidak bisa ditutup – tutupi, melainkan bisa dilihat oleh orang lain. Tidak heran, hal ini  bisa ditemukan wabah yang menyerupai  pria – pria gatel yang kesepian.

Pada dunia burung bisa dilihat frustasinya dengan mematok – matokkan patuknya pada pohon atau tanah,  untuk menyalurkan energinya.

Pada dunia hewan  besar seperti gajah, lebih nampak lagi. Dia akan berjalan berkilo – kilo meter agar capek. Kulitnya menjadi semakin tebal dan buruk.

Dia berjalan sambil menyembur – nyemburkan spermanya. ( cilakanya yang sering jadi sasaran adalah gajah – gajah  wanita yang lebih tua dan berpengalaman dalam seks ( baca : janda gajah ).

Pada manusia lebih ngeri lagi. Energi seks yang tidak bisa disalurkan lewat ejakulasi bisa muncul lewat agresi psikis dan fisik. Tidak heran, ada yang pernah menulis pembunuhan adalah orgasmenya pria yang impoten.

Hal ini pula banyak penulis yang menghubung – hubungkan agresi yang dimiliki oleh Hitler dan Napoleon Bonaparte  sebagai   bentuk frustasi seks yang dimiliki. Napoleon melakukan perang dimana – mana untuk menyalurkan energi seksnya yang tidak terpenuhi.

Ini memang nyleneh. Karena pihak yang disindir justru semasa hidupnya ingin terlihat sebagai pria yang hebat, dan jago dalam dunia seks.  Lihat saja,  Napoleon. Napoleon selalu  ingin menampakkan sebagai pria yang romantis dan memanjakan wanita dalam urusan seks.

Dalam sebuah puisinya dia menulis begini,

“jangan mandi dulu sampai aku bertemu dengan dirimu “

Ini khan aneh. Wanita kalo mau bertemu dengan suaminya khan kudu mandi en dandan yang cantik. Bila perlu pake kemben yang diplorot – plorotin dikit agar menantang gto, lhoh. Tapi Napoleon justru ingin mencium keringat istrinya.  Nafsu seksnya muncul jika mencium keringat istrinya yang masih asli bau keringat gitu……

Sedangkan Hitler justru bersenang – senang  sama Eva Braun yang tak laen hanyalah wanita bintang porno. Hitler ingin menunjukkan kehebatannya dalam memuaskan wanita bintang bokep.

Apakah kedua tokoh besar yang DD ambil tersebut  benar – benar hebat atau justru impoten ? Banyak penulis yang menekankan kalo kedua tokoh tersebut hanyalah pria impoten. Sok nutupin kelemahan.

Dan  akibat yang ditimbulkan dari pria – pria impoten diatas  bukan hal sepele. Pembunuhan adalah orgasme yang ideal……….

Mengingat energi seks yang mengalir dalam tubuh sedemikian besarnya,  maka amatlah tepat jika energi yang muncul tersebut disalurkan. Cara yang yang idela adalah olah raga. Seperti gajah yang berjalan berkilo – kilo meter agar capek, dan seperti burung yang mematuk – matukkan pathuknya ke pohon atau tanah.

Olah raga yang ideal DD golongkan dalam dua macam :

a. Olah raga fisik ( apa saja yang bisa dilakukan agar tubuh aktif )

b. Olah raga psikis dan spiritual (  aktifitas psikis termasuk pendalaman keimanan )

 2. Onani

Jika ada pria yang ingin  “menekan” energi seks yang mengucur didalam tubuh, adalah kesalahan besar. Walo ditekan, ya muncul lagi. Karena energi ini sudah alamiah ada terbentuk, dan bahkan berkembang. Menekan adalah kesalahan.

Lebih tepat “mengatur” energi agar  energi tidak terarah salah. Caranya adalah dengan jalan onani ato  Solo Sex. 

” Omong kosong dengan nasehat dokter,  omong kosong dengan HAM, dan tai kucing dengan  problem negara. Onani dan onani sajalah. DD yang bertanggung jawab dunia dan akhirat.  Onani adalah kenikmatan yang tidak menimbulkan resiko  dan tidak membebani orang lain…………….. “

Weleh – weleh……. DD kok ngoceh kayak kotbah, sih !

 Soriiiiiiiiii pembaca !

Kalo anda menyalurkan kebutuhan seks dengan cara onani, ini adalah cara yang banyak dilakukan oleh pria – pria dibawah kolong langit. Jadi anda ngga sendiri, gto… HIHIHIHI.

Tetapi sekali lagi, DD ngga bertanggung jawab dunia akhirat, lhoh.  Kotbah DD jangan dibawa – bawa, apalagi dijadikan barang bukti  pada sidang pelanggaran HAM. kekekekekek.

Onani adalah pelampiasan kebutuhan seks yang tidak hanya dilakukan oleh kaum pria bujangan, melainkan yang sudah beristri pula. Baik dinegara berkembang maupun dinegara yang mengenal seks bebas.  Pelaku pria onani tetap membumbung tinggi.

3. Cari cewek BISPAK ( Bisa DiPAKe )

Jauh dari istri. Cari azah cewek  bispak ato pelacur,  untuk melampiaskan energi seksual yang mengucur didalam tubuh. Sebagai blog yang bermotto ” menjunjung tinggi nilai cinta dan kesetiaan ” otomatis DD ngga ngasih advis untuk cari cewek pelacur.

Tetapi solusi ini justru didunia nyata yang sering terjadi. Cari dan pake cewek bispak adalah mudah sekali. Tinggal ngeluarin uang, ngeseks dan dengan pikiran tenang pulang. 

Ibaratnya makan sate kambing, ngga usah pake piara kambing gitu.  Karena piara kambing dirumah tidaklah gampang dan membutuhkan pengorbanan fisik, emosi dan materi yang begitu besar.

Solusi yang ngga didukung DD ini banyak sekali diterapkan.  Bahkan bagi perusahaan terpencil yang jauh dari kota, selalu menyiapkan bar – bar atau panti pijat yang menyiapkan cewek – cewek yang bisa disewa. Bahkan hal ini sudah merupakan sekongkol pemerintah dan perusahaan yang bersangkutan.

Bahkan jika cewek atau pelacur ngga ada disekitar karena perusaan yang begitu terpencil dipedalaman,  perusahaan masih bisa mendatangkan pelacur dengan cara menggunakan fasilitas  helikopter. Mantap, khan ? Hal ini banyak ditemukan diperusahaan asing.

Tidak heran dinegara  Jerman mulai ketat  demi penghematan keuangan perusahaan. Banyak perusahaan top yang belom lama ini ngasih info, kalo kunjungan ke bordil dan pelacuran tidak akan mendapatkan ganti rugi dari perusaan. ( kebanyang ngga, seh. Udah maen ke pelacur, notanya masih dapet ganti rugi dari perusahaan ! Ampun, dech )

Sekali lagi, ocehan DD diatas  bukan hanya sebagai simbol bibir DD yang suka nyinyir ngombongin soal seks, tetapi  thema diatas lebih dekat dengan fakta dan fenomena yang  sering terjadi ditengah kita sehari – hari.

Sekali lagi kaum pria ditantang terang – terangan sama DD. Dan kalo anda jantan, anda kudu berani ngasih komentar atas pertanyaan DD. Ngga usah malu en gengsi. Karena sumbang saran anda selalu menjadikan inspirasi bagi insan – insan pendukung cinta dan kesetiaan.

Anda jauh dari istri ?   Apa solusi anda yang terbaik ? Berolah raga, onani atau maen sama pelacur ?

Yang bisa ngejawab dengan baek, layak mendapat hadiah berupa  sabuk berwarna hitam !