“Dewa Dewi” ( Nominator kategori Women’s Issues, Pesta Blogger 2007 )

Benarkah Pria Makhluk Poligami Dari Sononya ?

18 Juni 2008 · & Komentar

Tidak bisa dipungkiri, salah satu kata yang sering disebut – sebut dalam dunia percintaan dan perkawinan adalah kata selingkuh. Baik perselingkuhan yang dilakukan saat masih pacaran ato bagi pasangan yang sudah menikah. Selingkuh tetap selingkuh !

Yang ingin DD sorotin kali ini adalah pihak prianya. Kenapa musti yang pria, yaa ? Ngga tau, tuh.  Enak kali yee kali ini ngobrolin dunianya para cowok.

DD masih begitu terpesona dengan kesimpulan profesor Helen Visser dari Texas yang mengadakan penelitian tentang perselingkuhan dalam 20 kultur budaya, dalam rangka penulisan buku beliau yang berjudul The Anatomy Of Love dan The Sex Contract.

Yang menarik dari penelitian tersebut, ternyata monyet merupakan binatang mammalia yang paling setia, dibandingkan dengan lainnya. Karena manusia juga tergolong dalam spesies binatang mammalia, maka para wanita dan pria tergolong  masih tertinggal dibandingkan monyet. ( sedih ngga, seh ? )

Memang beliau sendiri juga menyebutkan, bahwa selingkuh pada dasarnya terjadi dimana – mana, bahkan dinegara yang memberlakukan hukuman matipun. Selingkuh ditemukan. Bahkan  dinegara yang mempunyai hukum super ketat tersebut hasil perselingkuhan tidak kalah besarnya dibandingkan dinegara yang lebih bebas.

Pria dan wanita selingkuh. Hasil perbedaannya juga ngga jauh berbeda. Karena DD hanya mbatasin tulisan ini untuk pria ato cowok – cowok, maka DD ulas tentang  fenomena perselingkuhan  yang mencakup perilaku dasar dari pria tersebut.

Sudah dari sononya pria dilahirkan sebagai makhluk pemburu.  Pemburu dalam arti fisik dan  pemikiran dalam dunia cinta dan relasi. Lihat saja dikehidupan kelompok manusia yang masih terbelakang dipedalaman. Ini sebagai kaca mata  orang metropolitan untuk memutar balik waktu kemasa lalu.

Pria dilahirkan secara fisik lebih kuat dari wanita, dan dalam sebuah rumah tangga berperan sebagai pencari nafkah. Wanita lebih banyak tinggal dirumah untuk ngurusin urusan rumah tangga dan mengasuh anak. Pria akan memburu apa saja untuk menafkahi keluarganya dengan kekuatan sisik dan  insting alami yang dimilikinya. Memburu binatang, bekerja keras dan sebagainya. Ini sudah alami.

Sebagai pemburu, pria selalu aktif dan  mengosak otaknya untuk menemukan jurus – jurus baru yang lebih efektif untuk menangkap binatang yang bisa dijadikan makanan untuk keluarga.  Ternyata perilaku dasar ini juga berpengaruh kepada cara pikir kalangan pria yang menyangkut cinta dan relasi.

Pria ingin membagi cinta. Yang bisa diasosiasikan pria berburu seks.  Mereka akan ngobrol sana – ngobrol sini, yang ujung ujungnya mempraktekkan jurus – jurusnya untuk mendapatkan seks. Mengingat Profesor Helen Visser menyebut  monyet tergolong makhluk setia diantara makhluk mammalia lainnya, maka tergeraklah DD untuk melihat kehidupan seks dalam dunia monyet.

Kasarnya, DD nonton pilem pornonya dunia monyet ( weleh——weleh——-)

Maksud DD nonton pilem flora dan fauna, yang kebetulan mengulas dunia eseks -eseks pada monyet gitu, lhoh. DD agak tercengang, dan tidak dipungkiri DD juga terkejut. Ternyata system organisasi didunia monyet sangatlah  rapi dan mengenal system hirarki. Juga menyangkut hubungan seks sesama monyet.

Didalam dunia monyet ditemukan sebuah organisasi ( kumpulan ) yang dikepalai oleh seorang raja ato kepala. Raja monyet ini mempunyai hak tak terbatas dalam soal urusan seks, dan memiliki begitu banyak  gundik – gundik.

Sedangkan monyet jantan yang tergolong anggota biasa, sudah selayaknya memiliki satu pasangan saja. Karena gundik – gundik betina ini begitu banyak, dan diwajibkan hanya berhubungan seks dengan raja saja, maka muncul saat – saat kesepian. Dimana dia membutuhkan dekapan hangat sang raja, tetapi sang raja tidak bisa dipeluk begitu saja, karena  mungkin sang raja sedang asyik  dengan betina lainnya.

Tidak heran, ditemukan betina – betina yang kesepian yang ngantri. Untuk membuktikan bahwa sang raja ini tidak hanya mempunyai kekuatan seks yang tidak terbatas, maka sang raja juga mempunyai cara unik untuk memuaskan kebutuhan seks para gundik – gundiknya.

Disamping itu sang raja juga ingin membuktikan bahwa dia adil dalam berbagi cinta. Cara bermain sang raja sebagai berikut. Kalo sang raja monyet ini ini berhubungan seks, dia lakukan secara estafet.  Seekor monyet betina  akan berposisi  nungging dan dimainin ala doggystyle.

Raja monyet ini melakukan jurus  – jurus kemampuannya. Blus —-blus—blus———– dan entah berapa blus lagi. Setelah itu dia akan berhenti dan berjalan lenggang kangkung menuju monyet  betina lainnya yang dia mainin ala doggystyle seperti sebelumnya. Hal ini dilakukan hingga kadang melebihi dari sepuluh monyet.

Yang unik yang ini. Pada giliran gundhik betina yang paling terakhir, adalah monyet yang tercantik, yang pada saat itu berada pada masa subur. Raja monyet ini akan melakukan hubungan seks dengan dia dan melakukan orgasme. jadi saat dia melakukan seks dengan betina – betina sebelumnya, dia ngga pake orgasme.

Karena memang setiap monyet betina dikasih jatah cuma sebentar, maka tidak dijelaskan apakah gundik – gundik betina tersebut juga mengalami  benar – benar orgasme. ( kacian dech ).

Instinct alami dari raja monyet adalah sperma terbaik untuk betina tercantik yang saat itu sedang masa subur agar bisa hamil dan memiliki keturunan ! Weleh ————weleh————-

Karena begitu banyaknya betina – betina yang kesepian, maka hal ini dimanfaatkan oleh monyet – monyet jantan, baik yang memiliki pasangan ato belum memiliki pasangan. Jika ada kesempatan dia akan melakukan hubungan seks dengan betina kesepian ini.

Tetapi monyet jantan ini juga berhati – hati agar tidak ketahuan sang raja. Bahkan begitu tunduknya, kalo ada raja didekatnya, dia akan berperilaku manis dan ngga macam – macam. Tetapi jika sang raja pergi, monyet betina ini sudah berada ditempat yang tersembunyi dengan posisi yang pasrah ( kebayang ngga seh———)

Jika waktu sudah memungkinkan, monyet jantan akan melampiaskan nafsu seksnya sambil matanya clingkuk  kanan  clingkuk kiri.  Bahkan  jia ada suara yang mencurigakan, dia akan berhenti dan berpisah dan berposisi manis. Dan jika sudah aman lagi, maka shownya juga berjalan lagi.

Inikah yang menurut Profesor Helen Visser asal Texas, bahwa monyet  masih relatif lebih setia dengan pasangannya dibanding manusia ? Coba anda bayangkan sendiri.

Sikap pemburu pada pria ternyata begitu lekat dan dekat sekali dengan perilaku sehari – harinya.  Bahkan banyak artikel menulis, bahwa memang pria sukar setia dan sukar  monogami. Apakah benar seperti itu ?

Jika anda orang beragama dan mempercayai teori kreasi, maka anda akan menganggab pasangan Adam dan Hawa adalah ideal. Satu lawan satu.  Bahkan orang – orang atheis penganut monogami, akan menganggab gaya ala Adam dan hawa adalah ideal. Walo mereka mengangga hakiki cerita tersebut tak ubahnya dongeng semata. Tetapi toch ada nilai luhur yang patut dijadikan cerminan.

Benarkan Adam dan Hawa monogami ? Dan bagaimanakan dengan perkembangan  umat manusia pada saat generasi pertama ? Anda sendiri yang tau.

Namun  dalam buku sejarah kuno, sudah bukan rahasia lagi jika pria istrinya puluhan. Bahkan raja istrinya bisa ratusan. Masih belum gundhik – gundhik yang jumlahnya berjibun tidak terhitung. Cara pemikiran memiliki istri dan wanita seperti peradaban pria pada jaman terdahulu belum luntur.

Di Indonesia pada jaman kerajaan dahulu juga demikian. Di negara – negara Afrika pada umumnya, bukan rahasia umum lagi memiliki wanita banyak adalah sebagai kebanggaan dan meningkatkan respect bagi seorang pria.

Apakah ini yang namanya sikap pemburu yang bangga memiliki tangkapan yang jumlahnya banyak ? Ternyata perilaku monogami bukan sekedar asal begitu saja. Walo seorang pria sudah berjanji setia sehidup semati diiringi genangan air mata  hingga mukanya bengab, ini  juga bisa berubah menjadi air mata buaya.

Tidak heran jika penulis asal Belanda menulis buku ” Monogamie Voor Beginners ” ato  monogami untuk pemula. Karena sikap monogami tidak muncul dan tinggal begitu saja. Sikap monogami perlu dipelajari dan dicari dasarnya, kenapa seseorang memutuskan hanya bermonogami.

Artikel sudah dibaca, sekarang ujian, neh. Anda -  anda kudu berani ngejawab, lhoh.

Apakah anda benar type monogami yang cukup dengan satu pasangan,  hingga dia keriputan dan ngga seksi lagi ?

Pria dan wanita , baik yang bujangan ato sudah menikah boleh berbagi pendapat dan saran. Yang mau ngejawab, sudah ada kenang – kenangan menarik, berupa BH berwarna merah jambu dari bahan sintetis yang bisa dimakan ! HE HE HE HE ( becanda, lhoh )

Kategori: Artikel
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , ,

17 tanggapan so far ↓

  • Jean // 20 Juni 2008 pada 08:00

    iyalah, akan gw cintai ampe mati. Khan udah gw niatin dan gw pilih sendiri. Jadi gw harus konsekwen dengan kata – kata gw-lah.

  • Tara // 20 Juni 2008 pada 08:02

    Kalu aku sih, maunya ya setia sampai mati. Tapi khan juga dalam perjalannannya ini ada banyak tantangan. Mudah – mudahan seh ngga tersandung perselingkuhan. kasian dialah. :)

  • Indri // 20 Juni 2008 pada 08:04

    Gw udah dari sononya rawan selingkuh kali, ya. Setiap ngeliat lawan jenis Ok, bawaannya udah pingin nyantol aja.

  • Ayu // 20 Juni 2008 pada 08:05

    masih sulit ngebayangin nih. Makhlum, masih belum punya cantolan yang pas.

  • Laras // 20 Juni 2008 pada 08:06

    Tergantung nafsu -lah. Walo sudah ditahan – tahan, khan kadang masih bisa kebobolan juga.

  • Dinda // 20 Juni 2008 pada 08:07

    Terima kasih infonya. Jadi ada tambahan untuk dijadiin pegangan kalu menikah nanti. Selamat menulis terus, yaa

  • Yudhi Arie Baskoro // 20 Juni 2008 pada 17:56

    waduh gambarnya apa gak terlalu seksi tuch, bisa kena marah cak mat lo…

  • bisaku // 24 Juni 2008 pada 03:51

    Yang bahagia tetap dengan satu orang saja :-)

  • nenyok // 24 Juni 2008 pada 04:39

    salam
    Duh gambarnya itu, klo gw cowok bisa bikin mupeng deh wakakak *ditimpuk cowok2 baik*..*kabur*
    Ya iyalah masa ya iya dong, wajar kali,, lebih baik poligami lah daripada selingkuh mah.. ya ga sie..

  • Meekaela // 24 Juni 2008 pada 04:59

    Saya tipe monogami. Maunya pasangan saya juga…
    -Mee-

  • tikabanget™ // 25 Juni 2008 pada 10:02

    aduh.. ada gambar cowok gak pake baju..
    *tutup muka, ngintip*
    duh.. sayah ndak biasa inih liyat cowok telanjang dada…
    *muka merah*

    *kena pasal penipuan publik*

  • awan sundiawan // 26 Juni 2008 pada 04:04

    bisa iya juga……. :D

  • blogger template // 27 Juni 2008 pada 15:10

    soal poligami, bukannya itu tergantung dari kultur dan tentunya agama yang diyakini, bro?

    kultur dan agama bakal membentuk mindset seseorang untuk berpoligami atau menghindarinya.

    Ndak ada urusan dengan “kodrat” atau faktor genetika :D

  • azrimazhari // 30 Juni 2008 pada 04:36

    jadi inget pepatah : “cowok itu ada dua macam, yang pertama tu cowok brengsek, yang kedua cowok HOMO”

    buat para waria, eh wanita, anda pilih yang mana??

  • fateemafa // 4 Juli 2008 pada 06:01

    Lucu juga nih baca blog-nya DD.
    Aku akan sering maen sini deh. Tapi, ngomong2 tentang monogami dan poligami… ini sih seperti upaya mengurai benang kusut… ^=^
    Ruwet…! Bagaimana pun sudah menjadi tabiat laki-laki untuk tak puas dengan cuma satu. Masalahnya adalah punya kesempatan atau tidak?

  • pratiwi // 24 Juli 2008 pada 05:36

    pilihan hidup menurut gw cuma ada 2. melajang ato merit.
    yang melajang silakan aja. tapi biasanya ntar nyesel sendiri kalo udah tua krn berasa kesepian. pasti itu!
    kalo yang merit hidup itu banyaaaaakkkk banget artinya. kalo lo jadiin seks ato tebar pesona sebagai gairah hidup yah gw gak yakin lo bakal monogami.
    karena menurut gw seks cuma penting untuk 5-20 menit. selebihnya kalian kembali ke hidup nyata. jadi jangan pernah mikir seks segala2nya. percaya deh, hidup lo bakal hampa!!
    jadi kalo gw bilang yg milih lajang buru2 aja kawin selagi ada umur.
    yang udah merit jalanilah dengan keteguhan hati.

  • KaiToU KiD // 12 Agustus 2008 pada 06:51

    ahaha.. banyak tantangan, tuh :D

Tinggalkan sebuah Komentar