Apakah anda tergolong pria atau wanita yang mengalami ” kesukaran atau ketakutan ” dalam bergaul dengan orang lain ?
Anda tentunya sudah nggak asing dengan tanda – tanda yang sering ditemukan seperti dibawah ini :
* Agak canggung jika berada dilingkungan kampus, kantor, rumah , atau tempat lainnya yang masih baru.
* Grogi dan kurang PD saat ngobrol dengan orang yang baru dikenal.
* Salah tingkah saat memasuki ruangan pesta.
* Merasa kikuk saat maju untuk memberikan pidato atau presentasi.
* Merasa nggak nyaman saat memperkenalkan diri.
* Enggan berinisiatif untuk menyapa atau memulai kontak dengan orang lain.
* Banyak diam dalam suatu kelompok, dan cenderung menyendiri.
* Cepat kehabisan ide saat ngobrol.
* Kurang PD untuk mencoba ( baju, asesories, sepatu dll ) yang menurutmu kurang sreg.
* Ingin cepat – cepat pergi ( menghindar ) saat berada dalam group.
Dan masih seabreg contoh lainnya. Dan tentunya orang yang mengenali beberapa tanda diatas, dengan cepat memvonis diri dengan istilah “pemalu. “
Jangan putus asa, karena anda tidak sendiri yang mengalami problem seperti ini. Karena sebanyak 40 % gangguan ini ditemukan pada orang normal. Bahkan sekitar 20 % merasa terganggu aktifitas sehari – harinya, karena merasa malu.
Sebenarnya malu itu apa sih ?
Malu didalam bahasa Belanda disebut dengan istilah verlegen. Kata verlegen, merupakan serapan dari bahasa Belanda kuno yang berarti :
- Salah ditempatkan
- Ditempatkan terlalu lama
- Menjadi hilang kekuataanya
Pada tahun 1714 kata verlegen ini didefinisikan maknanya dengan mengacu pada ( orang, tempat, situasi ) berkaitan dengan kepribadian dan tingkah laku seseorang.
Tidak heran, bahwa pada dasarnya orang yang menyebut dirinya pemalu, akan mengalami kesukaran dalam berinteraksi dengan orang lain, tempat yang asing, dan situasi yang baru.
Pada dasarnya orang normal juga mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang, tempat dan situasi yang baru. Namun bagi orang yang pemalu, mereka membutuhkan waktu lebih lama, dibandingkan dengan orang yang normal.
Seorang pemalu selalu dihadapkan pada konflik ” meneruskan “atau “menghindar. ” Tidak heran, orang ini mengalami gangguan sehari – hari, karena kontaknya merasa dibatasi perasaan yang ada.
Bagaimana mengatasi perasaan malu ?
Tidak ada methode ideal yang bisa dipakai dalam mengatasi masalah ini. Akan tetapi banyak buku atau tulisan, yang memberikan beberapa tips yang sekiranya menolong keluar dari gangguan ini.
Tips yang Dewa Dewi jabarkan dibawah ini, bisa dijadikan pandangan :
1. Jangan cepat memberikan stempel “pemalu “pada diri sendiri.
Coba renungkan, pada saat apa anda merasa malu ? Jika anda memvonis diri sebagai ” orang pemalu ” karena takut berhadapan dengan publik, grogi berbicara di podium, canggung ngobrol dengan orang asing, ini kurang tepat !!
Karena ternyata dalam situasi yang berlainan, ternyata anda bisa tampil dengan yakin dan tidak canggung. Anda harus realistis untuk memberikan batasan, pada situasi yang membuat anda merasa malu. Dan jika batasan ( ruang lingkup ) perasaan ini hanya menguasai sebagian kecil dari aktifitas anda, berarti anda tidak layak menyebut diri sendiri sebagai orang pemalu.
2. Menerima dan bergaul dengan orang yang mengalami problem yang sama.
Jika akhirnya anda menemukan bahwa pada kenyataanya anda orang pemalu, maka janganlah menarik diri. Coba anda bergaul dengan orang yang juga mengalami problem ini. Untuk menemukan masukan – masukan baru, dalam mengatasi masalah ini.
3. Memperkaya diri dengan berbagai tips yang ada.
Banyak sekali buku atau artikel yang menulis hal ini. Dari tahun ketahun semakin diperbaharui dengan berbagai penemuan yang sangat ilmiah, yang bisa digunakan sebagai acuan.
4. Melatih diri berdialog dengan orang lain.
Berusaha aktif dengan latihan – latihan ngobrol untuk hal – hal yang sederhana. Usahakan setiap hari anda sudah ngobrol dengan orang yang baru anda kenal, walau sekedar basa – basi saja. Misalnya saat berada di kampus, sekolah, dijalan atau ditempat lainnya.
5. Memperbesar teritorium.
Orang pemalu biasanya mempunyai teritorium sendiri, yang menurutnya aman dan santai. Biasa dengan orang yang sudah dikenal. Misalnya saja orang tua, saudara, sahabat, tetangga dan lainnya. Dia akan aman ngobrol dengan orang – orang ini. Tetapi teritorium ini harus diperluas ke orang lain.
Orang pemalu biasanya nyaman berada tempat yang sudah dikenal ( rumah, kampus, kantor dll ). Tetapi kurang nyaman berada dilingkungan yang baru. Orang tersebut harus melatih diri agar tetap rileks jika berada pada lingkungan lain yang berbeda.
6. Mempersiapkan diri, sebelum memulai atau memasuki situasi baru.
Jika anda akan pergi ke pesta, coba cari tau tentang orang – orang yang hadir diacara ini. Ini memudahkan untuk mempersiapkan materi obrolan.
7. Memuji diri dalam setiap kemajuan untuk hal yang sederhana sekalipun.
Jika anda sudah mempraktekkan hal – hal diatas, dan merasakan kemajuannya, pujilah diri anda sendiri. Pacu motivasi agar lebih maju lagi.
Semoga sukses !


20 tanggapan so far ↓
roniwahyu // 8 Agustus 2007 pada 10:50
apakah faktor utama yang membuat kita malu? bagaimana dengan budaya malu yang ada di indonesia? btw situs ini sip banget, cocok buat aku yang pengen belajar cinta, hidup dan rumah tangga
thanks yah
******************************************************
Dewa Dewi Nulis :
Faktor utama yang membuat seseorang merasa malu adalah faktor usia, pendidikan, pengalaman hidup, pendidikan keluarga, norma masyarakat dan agama dll. Semua faktor tersebut yang akhirnya membentuk kesatuan “rasa percaya diri. ” Kurang PD membuat seseorang tidak siap ditempatkan kedalam berbagai situasi. Inilah yang memprakarsai perasaan grogi.
Banyak yang mengatakan bahwa orang Indonesia termasuk malu – malu kucing. Ini tidak salah. Karena selain Indonesia, kebanyakan negara Asia juga tergolong agak pemalu, seperti halnya Jepang dan Korea ( dua negara ini banyak ditemukan kasus bunuh diri, karena merasa depresi dan tidak tahan merasa malu ). Tetapi di Indonesia juga ditemukan banyaknya pergeseran budaya ini ke arah “kebal “malu. Anda bisa melihat sendiri.
WoKay // 8 Agustus 2007 pada 20:19
Kalau kucingnya sudah kebal malu jadilah kucing garong
Fenomena budaya yang banyak dijumpai hingga lagunyapun laris manis
Malu dalam arti negatif bisa dikurangi dengan kiat” diatas.
Tips:
“daripada sibuk menutupi atau memperkecil kekurangan, mending menanbah atau meningkatkan kelebihan.”
****************************************************
Dewa Dewi Nulis :
Tips menarik. Thanks, Mas.
Piogrand // 9 Agustus 2007 pada 14:33
Sip sip.. tulisan bagus, secara gua kayanya pemalu deh.. hehe..
********************************************
Dewa Dewi Nulis :
Nggak usah puyeng. Malu bisa diatasi, kok. Thanks yach udah mampir.
irvan132 // 10 Agustus 2007 pada 06:30
kalo saya sih, malu-malu tapi mau. hehehe.
yang penting jangan malu-maluin deh.
-IT-
anna hape // 10 Agustus 2007 pada 09:45
Kalau blog narcis? Gak ada malunya ya? salam kenal
************************************
DD Nulis :
Salam kenal balik, mbak.
evelyn pratiwi yusuf // 11 Agustus 2007 pada 03:07
Aku mah bukan pemalu, tapi malu2in bok.

But your posting ok lho…
Bermanfaat banget buat temen aku yang pemalu lho.
Lam kenal yach…
~evelyn
http://evelynpy.wordpress.com/
**********************
DD Nulis :
Moga nggak jadi GR, nih. Thanks udah mampir.
endi // 12 Agustus 2007 pada 09:36
aku orangnya pemalu tapi cuma sama cewe yang aku suka dan tdkberani terus terang.
*****************************
DD Nulis :
Ah, itu wajar, kok. Tiap orang mengalami perasaan seperti itu, dengan kadar yang berbeda.
pank-dog // 12 Agustus 2007 pada 09:46
eh seriusnih bagi2 dong resep biar ngak malu2in he……he…..kalau perlu malu2inya itu dijadikan malu22in biar tambah ramai hee……….
**************************************
DD Nulis :
Ha ha ha ha ha. Ada – ada aja.
rivafauziah // 12 Agustus 2007 pada 20:11
Bedanya Malu dengan Malu-Malu in apa hayooo?
**************************************
DD nulis :
Malu merupakan bentuk alam perasaan yang muncul pada seseorang secara disadari.
Malu – maluin merupakan penilaian subyektif yang diberikan oleh orang lain. Biasanya orang yang bersangkutan tidak menyadari.
think!!! // 13 Agustus 2007 pada 04:02
Masalah malu, saya punya pengalaman pahit juga. Waktu itu saya suka sama seseorang, tapi apa daya mulut tak dapat berucap bahwa saya menyukainya. Akhirnya saya bilang sama temang-teman kalau saya itu emang pemalu dan sangat malu untuk bertatapan langsung dengan orang yang saya suka. Tapi, teman saya bilang itu sih bukan pemalu, tapi penakut atau “euweuh kawani” dalam bahasa sunda. Image “penakut” itu kan sangat menyakitkan bagi seorang laki2. Menurut DD, siapakah yang benar, dan apa batasannya suatu sifat/sikap itu dikatakan pemalu ataukah penakut.
Regards,
*********************************************
DD Nulis :
Jawaban ini hanya dibatasi untuk menjelaskan suasana hati anda pada konteks ” saat ” itu, dan bukan anda pada umumnya. Karena untuk menilai anda secara global, infomasi yang ditulis terlalu kecil.
* Anda tidak berani “mengucapkan” kalo suka sama orang tersebut, berarti anda takut. Karena takut menurut ilmu perilaku manusia, merupakan salah satu bentuk emosi yang muncul dengan penyebab yang jelas. Penyebabnya adalah ketakutan untuk mendengar reaksi yang akan diterima. Salah satunya adalah kekuatiran untuk ditolak, walau hati anda yakin mungkin tidak.
* Anda malu ” bertatapan muka” dengan orang yang anda suka, berarti memang anda diliputi unsur malu. Malu yang wajar karena diliputi perasaan euforis akibat jatuh cinta.
* Anda tidak berani bilang ke yang bersangkutan, tetapi mau menceritakan ke teman – teman yang lain, berarti anda ” bukan ” pemalu. Karena anda mau berterus terang dengan orang yang menurut anda “teritorium yang aman. ”
* Sikap pemalu atau penakut, normal ditemukan pada setiap orang. Yang patut anda perhatikan adalah, sejauh mana perasaan tersebut mengganggu kehidupan anda. Jika hanya pada saat – saat tertentu timbul, itu biasa saja, kok. Dan bisa dilatih agar berkurang.
Semoga bisa dijadikan pertimbangan,
salam hangat dari DD di Belanda.
pank-dog // 14 Agustus 2007 pada 08:24
jadi cara yg paling praktis untuk hilangin malu ungkapkan perasan cinta sama orang yang kita sukai walaupun tiap hari kita bersama terus. Tapi untuk sesuatu yg lain aku ngak malu jahilin dia bahkan sering cerita2 yang pornopun ama dia aku ngak malu ceritain.
Gimanakah cara yang paling ampuh ?
*******************************************
DD Nulis :
Jika anda mengalami kesulitan didalam mengungkapkan perasaan cinta anda lewat kata – kata, pakelah bahasa isyarat atau kiasan. Ini tak kalah romantis dan kreatip. Salah satu contoh berikut bisa dicoba :
a. Saat jalan – jalan di pantai, silahkan dia menutup mata sejenak. Buatlah tulisan diatas pasir, miss :
-Gw sayang kamu
-Gw + daun waru kamu
-kamu = Arjunaku / My angel / Idolaku
Setelah itu, silahkan dia membuka mata dan membaca ukiran jemari anda diatas pasir. Setelah dia membaca, langsung anda alihkan perhatian dia dengan jalan – jalan. Agar anda tidak was – was menunggu reaksi, dan dia tidak kikuk menghadapi kejutan tadi.
b. Atau anda bisa membuat tulisan diatas daun dll.
Hal diatas hanya contoh semata. Anda bisa berkreatip lewat surat atau cara lain yang bisa membuat kejutan.
Yang kudu diperhatiin adalah, nggak usah menunggu jawaban. Anda hanya “menunjukkan perasaan” anda. Menjawab adalah hak dia. Mungkin dia juga memerlukan waktu untuk menjawab hal tersebut.Tidak sedikit orang yang mengalami kesukaran untuk menjawab face to face. Faktor perasaan dan emosi lebih mendominasi dari rasio.
Semoga sukses,
Salam hangat dari DD di Belanda
ekosuper // 14 Agustus 2007 pada 09:52
Malu :
Mau bilang gini aja mikirnya sampe 7 bulan
“Girl, aku sayang kamu. Mau gak jadi pacar aku?”
Habis ngomong gitu, ludah rasanya kecuuuut banget
Malu-maluin :
Didepan cewek, dengan mantap bilang gini
“Girl, aku sayang kamu. mau gak jadi pacarku? Kalo nggak mau, tolong cariin temen kamu yang masih jomblo, kali aja mau sama aku!!”
Habis ngomong gitu, pergi tanpa rasa bersalah
*********************************************
DD Nulis :
Ha ha ha ha ha. Menarik sekali. Thanks atas kunjungannya.
pank-dog // 16 Agustus 2007 pada 07:21
Thanks buanget buatnya DD di Belanda atas tips2nya.
Aku akan cobain muda2han berhasil dan tidak malu2in jangan lupa doanya yah………!
salam kenal dari
Pank-dog di dunia nyata
bLaCk CaT // 16 Agustus 2007 pada 07:45
Mr. Pank-Dog di dunia nyata….
Pantai kejauhan man, kalau mau coba mungkin bisa di tanggal2 20-an. Hehehe…..
Mungkin bisa juga coba cara ini :
Saat bertemu dengan gadis yang dikau suka, cukup diam sejenak, pandang matanya/ wajahnya plus sedikit senyum sambil liat reaksinya. Jika dia membalas tatapan “maut” dirimu dan tidak berpaling selama sekitar 3-5 detik (ga perlu di hitung !!!) berarti ada ketertarikan di hatinya. Selanjutnya terserah Anda, sebaiknya lanjutkan dengan obrolan ringan.
Oya, sekedar tips, kalau mau deketin cewe, mending ga usah bawa2 temen. Kenapa ? Ada dua kemungkinan : teman jadi obat nyamuk, atau dikau yang jadi…..
In the end…..MERDEKAAAAA……
Salam kenal buat DD di Negeri Kincir dan semua penghuni “dewa dewi”
“bLaCk CaT”
***********************************
DD Nulis :
Salam kenal balik, dan selalu sukses buat anda !
Aku gak PD // 2 April 2008 pada 07:10
Ngomong2 aku jg pemalu neh. Malahan masih kayak anak kecil malunya. Tiap mu ngomong kyknya sulit. kalopun dah ngomong pasti kacau aturan kata2nya. Makanya aku sering nyendiri. Pernah aku bertekat ingin sering ngobrol dalam seharian, tp pas udah dipraktekin tetep aja sulit.
Supaya bisa ngobrol enak ama orang lain gmn ya kk? Trus kalo aku tersenyum ga bisa lama2, maksudnya bibir aku dah pegel duluan. Jadi kalo pas senyum, penilaian oranglain malah bukan senyum tp kayak orang yg canggung.
Truss cara senyum yg baek gimana?? Thx ya kk semoga aku bisa lebih berani dlm menghadapi apapun.
________________________________________________________________________
DD Nulis :
Tentang tersenyum :
Semoga membantu,
Salam hangat dari DD
Gita // 11 Juni 2008 pada 10:01
Ak ada masalah ama yg namanya canggung depan kamera,,ak jg demam panggung. . Pdhl bakat yg ak pnya haruz di dpn kamera ama dipanggung. . Ak
Harus gmn coba byar ga gugup saat di kamera,,dan ak butuh tips saat di dpn kamera mimik wajah rileks tu gmn?
Help me so much. .thx..
Dewa Dewi // 17 Juni 2008 pada 07:17
Untuk Gita,
Pertanyaan kamu sangat umum sekali dan hal yang wajar. Banyak tips untuk mengatasinya.
Karena pertanyaanmu agak global, maka DD perlu memisahkan tiga hal dalam dunia akting. DD ngejawab hanya berdasarkan pengalaman DD sewaktu masih aktif didunia panggung ( nyanyi dan jadi MC ) dan cuap cuap didepan mikrofon didepan radio.
Ada perbedaan yang unik bagi seseorang yang ber-akting :
1) Didepan microfon studio
Tidak ada pengunjung. Seseorang berhadapan dengan benda mati, dan dia berkomunikasi untuk membuat seolah -olah benda mati tersebut hidup. Orang tersebut berakting dengan suara.
2) Didepan kamera langsung, saat pengambilan gambar.
Ini juga berkomunikasi dan berhadapan dengan benda mati. Dan seseorang diwajibkan menjadikan benda mati seolah – olah sahabat ( orang ) yang bisa diajab ngobrol.
3)Diatas panggung.
Berhadapan langsung dengan orang hidup. Bisa diajak komunikasi timbal balik.
Kalo kamu mengalami demam panggung, itu hal yang wajar. Karena siapapun akan mengalaminya. hanya bagaimana cara mengatasi dan mengontrol diri, agar berada dalam situasi keseimbangan.
Yang kudu dipahami benar, bahwa orang panggung adalah orang yang penuh energi. Cantik ato tampan itu nomor kesekian. Yang utama adalah energi ( mampu menghidupkan situasi ).
Tips :
1. Jika anda naik panggung, jangan dipusingkan oleh penampilan anda jika anda sudah yakin kalo anda berpenampilan prima. Kosentrasikan akan “sesuatu” yang akan anda sajikann ( teks dll ).
2. Penonton bukanlah hal yang ditakuti melainkan jadikan sahabat yang ingin melihat kemampuan anda.
3.Anda yakin kalo anda mempunyai energi yang bisa anda pancarkan dari mimik wajah, gerakan tubuh dan suara.
4. jangan melihat mata pengunjung secara langsung, kalo masih grogi. Lihatlah didahi rata – rata pengunjung. Ini menjaga agar anda keliatan aktif mengadakan kontak mata dengan mereka.
5.Berwajah rileks. Ini bisa disiasati dengan meditasi sesaat . Tidak membuat kerutan – kerutan diatas dahi. Mata berbinar dan pupil keliatan agak membesar.
Wajah yang rileks akan memudahkan senyum mengembang spontan.
Kalo anda sudah rileks, maka kosentrasi anda akan utuh dan suara anda akan baik ( tidak bergetar ).
Kalo untuk berakting didepan kamera, memang agak unik. Tetapi DD yakin, kalo dasar – dasar ber-akting diatas panggung sudah dikuasai, akan memudahkan ber-akting didepan kamera. Ini adalah medium terpisah dan tahapan lanjutan, yang DD masih belum perlu menjelaskannya.
Selamat mencoba. Kalo ada kesulitan boleh nulis lagi…..
Salam hangat,
dalijo // 15 Oktober 2008 pada 15:44
aku suka banget difoto walopun aku bukan foto model.aku sangat pede kalo difoto bareng temen2 bahkan disaat melakukan hal yang konyol….. gak malu, bahkan aku terkesan paling konyol diantara mereka…
tapi anehnya kalo giliran aku difoto sendiri rasanya kurang yakin… bahkan terkadang capek senyummm…. trus gimana dong??ada tips untuk olah wajah agar bisa berekspresi dan awet senyummmm saat difoto sendirian??
_____________________________________________________
DD Nulis :
Selamat mencoba.
Menurut gw malu emang nyiksa // 3 Agustus 2009 pada 02:29
http://www.jabogar.co.id
Angel // 19 Agustus 2009 pada 16:41
aku orang ny ga pernah PD ma pa yang pengen aku buat.
bahkan untuk menyampaikan pendapatku ke orang laen, mesti butuh waktu yg lama banget.
walaupun itu orang yg udah ga asing lg buat aku.
gimana ya cara merubahnya