Setiap negara mempunyai kebijakan dalam menerapkan hukuman mati kepada seorang pelaku kejahatan. Di negara Indonesia juga tidak asing lagi dengan hukuman mati.
Tulisan ini tidak untuk memperdebatkan pro dan kontra tentang hukuman mati. DD hanya berpikir, apakah “sehat” melihat eksekusi hukuman mati bagi masyarakat.
Dinegara dimana DD bertempat tinggal tidak memperbolehkan hukuman mati.( Bukan berarti 100 % masyarakatnya tidak setuju dengan hukuman mati )
DD lahir dan dibesarkan di Indonesia, jadi bisa memahami jalan pemikiran hukum mati yang diberlakukan di Indonesia, dan bisa memahami jalan pemikiran negara yang menentang hukuman mati.
Berbicara tentang pelaksanaan eksekusi hukuman mati, DD lebih memilih system eksekusi yang diberlakukan di Indonesia. Bersifat rahasia dan tidak diperuntukkan untuk umum.
Salah satu unsur kuat, yaitu untuk membentengi kesehatan psikis seseorang dari adegan kekerasan yang bisa mengganggu kestabilan psikis.
DD menulis hal ini setelah membaca artikel dikoran Telegraaf tentang eksekusi yang dijalani oleh Yehya Hussein al-Ragwah dipasar lokal, yang terjadi dinegara Yemen.
Yehya Hussein harus menerima timah panas dari pistol algojo dibagian belakang lehernya, diiringi suara dan teriakan massa yang hadir.
Yang digaris bawahi adalah, ANAK -ANAK JUGA DIPERBOLEHKAN MENONTON EKSEKUSI TERSEBUT !
Yehya Hussein melakukan kejahatan yang sangat tidak manusiawi. Pria pedophilie yang berprofesi sebagai pemotong rambut ini telah memperkosa anak dibawah umur ( 11 tahun ) ditempat kerjanya, dan memotong – motong tubuh korban, lalu dibuangnya dipadang pasir !

2 tanggapan so far ↓
iiakawaii // 30 Juli 2009 pada 12:10
ihh takut ahh.. serem.. jangan nyampe liat dah..
Nanik // 4 November 2009 pada 00:48
Walah – walah….. kok bisa seperti itu, ya ?