“Dewa Dewi” ( Nominator kategori Women’s Issues, Pesta Blogger 2007 )

Layakkah membiarkan Anak Dibawah Umur Menonton Hukuman Mati ?

7 Juli 2009 · & Komentar

2Setiap negara mempunyai kebijakan dalam menerapkan hukuman mati kepada seorang  pelaku kejahatan.  Di negara Indonesia juga tidak asing lagi dengan hukuman mati.

Tulisan ini tidak untuk memperdebatkan pro dan kontra tentang hukuman mati.  DD hanya berpikir, apakah “sehat” melihat  eksekusi hukuman mati bagi masyarakat.

Dinegara dimana DD bertempat tinggal tidak memperbolehkan hukuman mati.( Bukan berarti  100 % masyarakatnya tidak setuju dengan hukuman mati )

8DD lahir dan dibesarkan di Indonesia, jadi bisa memahami jalan pemikiran  hukum mati yang diberlakukan di Indonesia, dan bisa memahami jalan pemikiran negara yang menentang hukuman mati.

Berbicara tentang pelaksanaan eksekusi hukuman mati,  DD lebih memilih system  eksekusi yang diberlakukan di Indonesia.  Bersifat rahasia dan tidak diperuntukkan untuk umum.

5Salah satu unsur kuat,  yaitu untuk membentengi kesehatan psikis seseorang dari adegan kekerasan yang bisa mengganggu kestabilan psikis.

DD menulis hal ini setelah membaca artikel dikoran Telegraaf  tentang eksekusi yang  dijalani oleh Yehya Hussein al-Ragwah dipasar lokal,  yang terjadi dinegara Yemen.

7Yehya Hussein harus  menerima timah panas dari pistol algojo dibagian belakang lehernya, diiringi suara dan teriakan  massa yang hadir.

Yang digaris bawahi adalah,  ANAK -ANAK JUGA DIPERBOLEHKAN MENONTON EKSEKUSI TERSEBUT !

Yehya Hussein melakukan kejahatan yang sangat  tidak manusiawi. Pria  pedophilie yang berprofesi sebagai  pemotong rambut  ini telah memperkosa anak dibawah umur ( 11 tahun ) ditempat kerjanya, dan memotong – motong tubuh korban, lalu dibuangnya dipadang pasir !

Kategori: Artikel · Berita

2 tanggapan so far ↓

Tinggalkan sebuah Komentar