Untuk menulis artikel ini, sebenarnya DD tidak mau berpanjang lebar. Karena ini berkaitan dengan tradisi dan budaya masyarakat Tibet, setidaknya sahabat – sahabat bisa mencarinya sendiri lewat bantuan Google.
Artikel ini berkaitan dengan prosesi perawatan jenasah. Yang sudah pastiberkaitan dengan agama, budaya dan kultur suatu masyarakat atau negara, yang dalam konteks kali ini masyarakat Tibet.
Foto – foto yang dipajang dalam artikel ini amat sangat mengerikan, jadi jika anda tidak merasa perlu, langsung saja menghentikan membacaartikel ini dan tidak perlu melihat foto yang bersangkutan.
DD tidak bisa memberikan penjelasan yang lebar tentang prosesi ini, karena berkaitan dengan sumber yang DD baca juga tidak mengulas secara lebar. Sekali lagi, cari saja penjelasan ritual seperti ini lewat Google.
Situs yang memuat foto ini, DD dapat dari blog : Geenstijl . Blog yang menduduki peringkat paling atas dinegeri Belanda. Blog yang paling kontroversial & paling kasar, dan paling banyak dikunjugi.
Blog ini ini “>begitubanyak pengikutnya ( sekitar 500.000 ), dan tahun ini berhak membuat rumah produksi dan menjadi stasiun televisi. Uh, gila, deh. Dari blog menjadi televisi.
Oke, kita kembali ke permasalah diatas, tentang prosesi rawat jenasah. Yang ddengan “>alamhal ini bagian dari rangkaian siklus kehidupan. Jenasah akan menyatu dengan alam, baik dengan cara dikubur atau dibakar.
Alam akan menjadi persinggahan terakhir. Jika jenasah dikubur, mayatakan menjadi santapan cacing tanah atau sejenisnya. Tetapi ada cara lain ! Yaitu dengan memberikan jenasah kepada burung – burung pemangsa mayat manusia. Memberikan mayat manusia kepada makhluk alam, agar siklus kehidupan terus berputar.
Foto selengkapnya bisa dilihat di di sini !!

46 tanggapan so far ↓
andre // 13 September 2009 pada 03:18
wadowww. kok kejam gtu ya…
pakai keyakinan ap sìch?
met // 14 September 2009 pada 00:37
sadis iue mah…
Anonymous // 14 September 2009 pada 04:19
hghghghghhg
Rudy // 17 September 2009 pada 15:52
BIADAB………..!
agghhh... // 18 September 2009 pada 12:04
mau muntah gw kiatnya…
iwan // 18 September 2009 pada 12:09
hiiiiiiiiiiiiiiiii..
ngeri ngliat’y…
Ita istiningsih // 18 September 2009 pada 12:24
Wah sadis sekaliyah….!!!
jali // 18 September 2009 pada 12:25
Astaghfirullah…tega nian kau teman!!
tip SEO sederhana // 18 September 2009 pada 12:43
wah, itu ajaran apa sech yach? koq sadis banget. trus orang yang jadi algojonya apa nggak punya prikemanusiaan tuh?
siswomahardani // 18 September 2009 pada 13:05
serem…bro…
thicka // 18 September 2009 pada 13:33
too extreme!!!!
amat sangat berprikeHEWANan
ryan // 18 September 2009 pada 14:27
sadis….
seram….
ritul mengerikan
poop // 18 September 2009 pada 14:52
jadi bermanfaat untuk makhluk lain, di kubur pun juga di makan cacing
denbagus // 18 September 2009 pada 15:46
Hiiiiiiiiiiii serem banget tuh, bukannya saat2 terakhir diperlakukan dengan baik, malah buat ngasih makan burung,.
nha // 18 September 2009 pada 16:45
aih mak..dah kaya tukang jagal sapi aja itu bapakna..
sumpeh dew..mndadak ku jadi mual ngliatnya…
>_<
again // 19 September 2009 pada 03:43
sadis amat.. mual liatnya gw..
Yen // 19 September 2009 pada 05:09
bisa berbuat hal yang berguna untuk makhluk lain walaupun sudah meninggal sesungguhnya merupakan perbuatan yang bajik
hingmadi ntt // 19 September 2009 pada 06:21
sdis.. D ksi mkn burg bagke.yg ksi mkn juga liat nanti dia juga d gituin .
solihin // 19 September 2009 pada 06:57
ihhhhhh…..gileee
Budi // 19 September 2009 pada 07:43
Keterlaluan euy. Gila kali dia.
ADIK // 19 September 2009 pada 08:13
ini namanya pembunuhan……….
Kombes.Com Bookmarking // 19 September 2009 pada 13:36
Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
http://kombes.Com
ajip // 19 September 2009 pada 14:16
gak warazzzzzzzz…..
iiw // 19 September 2009 pada 14:36
eeeeeeeeeeeeeewwwwwwww….
huuueekkk…
kuje // 19 September 2009 pada 19:27
ckckc…kenapa g sekalian di baksoin ajah..trus di ekspor keluar negeri..biar siklus ekonomi kita bisa terbantukan..
oka // 20 September 2009 pada 04:22
kyaknya bkan ritual d…..
liat aj, ga ad orang2 dket ato kluarga yg dateng…
mngkin konspirasi bt ngilangin jejak orang yg udah mninggal itu…
ato bsa jdi, yg mninggal itu kriminil yg notabenenya musuh masyarakat….
stithc // 20 September 2009 pada 07:26
sangat biadab sekali,manusia disamakan dengan binatang
pakar lampung // 20 September 2009 pada 11:49
wahhh itu sh bukan ritual kali hanya sebuah adegan pembunuhan atau semacam hukuman mati bagi para penjahat kelas kakap
Kereen bangettt!!! Jdi inget spupu gw.. // 20 September 2009 pada 18:54
Kenyataan.blogspot.com
Son_goku // 20 September 2009 pada 20:35
Qlo gt enak burungya donk…
Dpt mkanan gratis…
roy // 21 September 2009 pada 04:25
mantab
wisnu // 21 September 2009 pada 05:40
ihhhh nga takut
wisnu // 21 September 2009 pada 05:41
ihhh nga takut
Hariyanto // 21 September 2009 pada 12:47
Mudah-mudahan tidak ditiru oleh mereka yang sudah “mengerti”
Tools // 21 September 2009 pada 17:16
Keren sob..bisa menyingkat waktu, tenaga dan ongkos..xixixi..
miftahrahman // 21 September 2009 pada 17:35
waduuw..gak bisa makan nih..!!
portal jual beli gratis, pasang iklan gratis dan buka toko online gratis // 21 September 2009 pada 18:36
gila, ngeri banget sih !!!
wid // 21 September 2009 pada 19:54
harusnya orang yang sudah meninggal diberikan penghormatan terakhir yang layak, wong pesawat jatuh aja dibela-belain dicari berhari-hari untuk cari jenazahnya
ulla // 21 September 2009 pada 21:56
euleh..euleh…serem euy’…
Ihya // 22 September 2009 pada 02:49
Wuh mantap….kereeeen..
Kreatif jg tuh orang…
Taufiq // 22 September 2009 pada 17:22
gk punya rasa manusiawi bgt tu org!!!
astgfrullah…
Zanuar // 23 September 2009 pada 10:25
Sungguh terlalu sekali……….
Ach. Maulana // 23 September 2009 pada 15:02
Mengerikaaaaaan……
Adrie // 23 November 2009 pada 17:08
DD bener, saya juga sudah pernah baca di National Geographi tentang ritual mengerikan ini..
lili // 24 November 2009 pada 04:32
Manhluk mengerikan turun kota apa pada tgl brpa………..?
adyt // 10 Desember 2009 pada 15:41
kyaknyea.,., seeeruuu,, n ngeryyyy