Sewaktu aku masih tinggal di Jakarta dulu, papaku  paling getol ngebaca buku – buku yang berbasis ajaran China dan Jepang. 

Kegemarannya ini merembet ke aku, walo kami sekeluarga ngga ada darah ato turunan orang China / Jepang.

Banyak buku – buku yang aku baca lewat koleksi buku yang sudah dikumpulin oleh papaku.

Bukan saja buku – buku filosofinya yang menarik, juga tentang berbagai  cara hidup sehat, hingga berbagai seni cinta menurut ajaran China yang klasik.

Bahkan papaku bisa menceritakan dengan lengkap, bagaimana kehebatan Shinshe / Tabib Simiao yang hidup ditahun 590 – 692 yang dinobatkan sebagai raja obat, dan dinobatkan sebagai dewa pada masa itu.

Tidak heran papaku sangat menggemari berbagai obat ramuan China. Walo kenyataannya harganya bisa dibilang ngga murah.

Aku sendiri banyak juga ngebaca buku – buku klasik China yang berkaitan dengan kesehatan dan seks. Alasannya, aku hanya ingin menambah wawasan saja.

Semakin mendalami buku buku ini, aku semakin ketagihan dan ingin tau. Apalagi setelah ngebaca buku modern ‘Joy Of Sex’ yang ditulis oleh Master & Johnson, ternyata banyak berakar dari buku kuno asal China, yang ditulis oleh Sun Simiao yang berjudul Xuannu Fangzhong Jing ( baca : Canon of Sex Art ).

Ketika akhirnya aku berpacaran dengan pria yang berasal dari Jepang, ternyata seperti sangat kebetulan ( sekarang sudah menjadi suamiku ). Dia juga sangat menyukai buku – buku kuno asal China. Dan untuk tambahan pengetahuan tentang hubungan seks, dia sangat mendalami tentang ajaran seks ala Tao.

Pria Jepang yang kini menjadi suamiku ini memang tergolong sangat baik. Maksudku, sangat menghargai norma dan adat yang berlaku. Juga sangat menghargai sekali terhadap wanita. Bahkan ketika kami sedang pacaranpun, kami ngga pernah ngelakuin hubungan seks. Walo kesempatan untuk ini banyak sekali

Karena dia ingin menikmati malam pertama  sebagai malam yang benar – benar diperuntukkan untuk menikmati hubungan seks yang pertama kali.  Aku sih seneng dan bahagia banget. Ngga seperti pacarku yang sebelumnya, yang sukanya malah mancing – mancing untuk bermain esek – esek.

Malah kadang – kadang dibujuk – bujuk untuk ikutan nonton film bokep.  Payah, deh !

Menurut ajaran Tao yang kubaca, ternyata pria memiliki unsur YANG, sedangkan wanita memiliki unsur YIN. Unsur  ‘Yang’  berkonotasi  keras, panas, kering, seperti halnya api.

Sedangkan unsur ‘Yin’ berkonotasi dingin lembut, basah, dingin, seperti halnya air. Ato mudahnya, pria adalah api, dan wanita adalah air.
Didalam bercinta, tugas ‘Yang’ adalah membuat agar ‘Yin’ menjadi hangat dan panas. Bisa  disamakan dengan  proses memasak air.  Tugas Yang adalah memanasi air, dan menghemat gas (baca : tenaga) agar tidak cepat habis ( kelelahan ).

Ternyata suamiku ini juga mengerti tentang kemampuan mengoptimalkan ‘energi dasar’ yang dimiliki seseorang. Karena pada dasarnya setiap orang dilahirkan dengan anugrah energi dasar yang berkemampuan luar biasa.

Cuma energi ini menjadi tidak bisa berfungsi, karena faktor  racun – racun makanan yang mengotori tubuh. Sehingga menghambat proses energi ini tidak bisa berkembang sempurna. Suamiku mengikuti aturan pola makanan tertentu, agar dia bisa mengembangkan energi ini.

Kalo di Indonesia bisa disamakan dengan mengoptimalkan energi tenaga dalam. Tetapi aku kurang tau, apa tenaga dalam juga bisa dioptimalkan untuk meningkatkan hubungan seksual seperti halnya di Jepang.

Karena suamiku ini bisa mengembangkan energi dasar didalam tubuhnya melalui  latihan dan mengikuti pola makanan yang ketat, makanya dia bisa mengoptimalkan energi ini. Dia menggunakan untuk mengoptimalkan rangsangan dan saat berhubungan intim.

Misalnya saja, suamiku bisa menerapkan motto :

‘Merangsang tanpa menyentuh, dan melakukan orgasme tanpa perlu panetrasi.’

Dan ini yang sangat membudaya di Jepang. Karena banyaknya penyakit seksual menular yang ganas, maka mereka mencari ide dan tehnik, bagaimana bisa bercinta tanpa perlu bersentuhan. Demi menghindari penularan penyakit.

Pertama kali yang suamiu ini terapkan, adalah pada malam pertama.  Aku berposisi seperti meditasi, dan dia juga. Kamu berhadapan, tetapi  berjarak sekitar lima meter. Suamiku memutar sebuah lagu yang romantis, sehingga dalam meditasi tersebut, aku seolah – olah dibawa kesebuah taman yang indah.

Setelah itu suamiku memancarkan energi panasnya  yang disalurkan lewat telapak tangannya yang digerak – gerakkan. Aneh !! Energi panas ini seolah berubah, seperti tangan – yang membelai – belai seluruh bagian kulitku.

Semakin lama semakin hangat, dan nakal menuju ke organ – organ erotik, sehingga aku merintih – rintih. Dan yang bikin aneh, saat memasuki fase menuju orgasme. Sepertinya dia bisa mengatur kekuatan panas yang disalurkan. Sehingga seperti panas yang menghentak – hentak, tetapi menimbulkan kenikmatan yang luar biasa.

Rasanya seperti sedang bercinta beneran, padahal kita ngga bersentuhan.

Akhirnya aku ngga tahan, dan tercapailah orgasme yang diiringi suara teriakan. Aku seperti  sedang melayang – layang. Badanku basah dipenuhi keringat. Setelah itu aku dibaringkan diatas ranjang. Pengalaman ini ternyata diam – diam di-video-kan oleh suamiku.

Aku jadi malu kalo ngeliat hasil rekaman ini. Tapi itulah kenyataannya. Untuk berikutnya sih ngga usah aku ceritakan. Biasalah yang namanya malam pertama khan sudah bisa ditebak. 

Ternyata setiap budaya mempunyai cara dan filosofi sendiri didalam bercinta. Dan yang jelas, mempunyai keunikan tersendiri.

Sssstttt………..Tapi ada juga lhoh, ilmu seperti ini yang dipake cowok Jepang untuk muasin cewek – cewek secara berkelompok. Edan, khan ? ( Dikirim oleh Ririn di Osaka -Jepang )
                       ________________________________________________________________________

DD Nulis :

Terima kasih buat  Mba Ririn yang udah mau berbagi cerita dan pengalaman. DD jadi ikutan penasaran dan mesam – mesem, nih.   Ada yang pernah punya pengalaman seperti ini  ngga seh di Indonesia ? 

Khususnya yang suka ilmu tenaga dalam itu, lhoh ?  He he he …………………….