( Curhat Handoko – Surabaya ) Saya membaca beberapa curhat yang dimuat oleh Dewa Dewi, dan rasanya saya juga tertarik untuk berbagi pengalaman.
Semoga kasus yang menimpa saya tidak terjadi bagi pasangan yang lain.
Saya adalah duda yang masih belum lama bercerai. Perkawinan yang saya jalani dengan mantan istri saya hanya bertahan 4 tahun. Kini saya hidup berdua dengan anak saya yang balita berusia 2 tahun.
Dia adalah salah satu penghibur dan pemberi semangat buat saya, agar terus tabah dan berjuang didalam mengarungi jalan kehidupan yang masih panjang membentang.
Terus terang, jika tidak ada anak yang kusayangi ini, mungkin saya begitu kesepian. Bukan kesepian karena cinta, atau tidak mempunyai pasangan. Tetapi kesepian hidup. Kalau masalah cinta, hati ini kayaknya saat membeku.
Tak tahulah hingga kapan. Mudah – mudahan bisa pulih, dan dimasa mendatang bisa mendapatkan yang terbaik.
Disela – sela kelelahan saya habis kerja, mulutpun masih bisa tersenyum melihat pertumbuhan dan perkembangan anak saya. Melihat pertumbuhan fisik, motoris dan kognitif anak yang bagitu baik, menimbulkan perasaan syukur. Walau kadang saya merasa iba, karena anak saya harus tumbuh tanpa mamanya.
Sebenarnya saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan rumah tangga saya dengan mantan istri, tetapi kenyataannya sukar. Istri saya yang begitu saya cintai dan saya hargai , dan yang saya perlakukan dengan penuh kesetiaan, ternyata berselingkuh dibalik punggung saya.
Rasanya tak terkira ! Lebih dari sekedar pisau yang menusuk dipunggung. Dan perselingkuhannya juga aneh, dan diluar pemahaman saya. Saya akan menguraikan kejadian tersebut.
Istri saya adalah dari keluarga berada. Tetapi dalam dunia pendidikan dia tidak beruntung. Karena otaknya lebih dekat dengan party daripada membaca buku. Mantan istri saya orangnya cantik dan menarik.
Setelah menikah saya ajak dia berubah untuk mengurangi dunia hura – hura. Apalagi saya bukan type yang suka ‘ ndugem. ‘ Saya dulu waktu bujangan juga suka jalan, tetapi semua dalam batas kewajaran dan penuh konrol diri. Dan saya ngga akan depresi, kalau ngga ke pesta !
Kebetulan saya juga menyukai nonton acara olah raga di televisi. Hobby ini kayaknya sudah mengurangi stress saya setelah kerja.
Salah satu hal yang akhirnya memicu permasalahan didalam rumah tangga kami yaitu perilaku seks mantan istri. Dia bisa dibilang amat ‘doyan’ dalam hal ini. Atau mungkin saya bisa menyebutnya ’hiperseks.’
Hampir tiap hari dia selalu minta hubungan seks. Mungkin ada pembaca yang berpikir seharusnya saya pria yang beruntung. Tetapi tidak seperti itu kenyataannya. Masalah stress ditempat kerja, kelelahan fisik, anak kecil, dan urusan sehari – hari, tentu menyedot energi, khan ?
Untuk mengatasi problem saya, istri saya yang kesana kemari nyariin ramuan dan obat peningkat stamina. Bukan berarti saya diam, saya juga berusaha fit. Tetapi kalau semua dipaksakan hanya untuk hubungan seks, akhirnya sudah tidak enak lagi.
Lagian kalau sudah bukan pengantin baru, khan wajar seksnya tidak sesering waktu pertama kali. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Asalkan cinta tidak menurun. Mantan istri saya tidak bekerja, sehingga dia punya waktu banyak untuk memikirkan hal ini.
Bahkan dia banyak membaca buku, khususnya yang menyangkut berbagai ‘tekhnik’ bercinta, dari Korea, Thailand, India dan jepang. Bahkan saya kadang dibuat terkejut dengan hal – hal baru yang dipratekkannya. Fantasinya sungguh luar biasa dan diluar dugaan.
Misalnya saja dia ke kantor saya, dan minta ML didalam kantor. Atau ngajakin ML saat mengendarai mobil. Hal – hal beresiko dan mengancam keselamatan nyawa !
Seks di kantor ? Saya sebenarnya tidak suka melakukan hal ini. Walau saya sebagai pimpinan di kantor, tetapi saya terbiasa memisahkan antara urusan pribadi dan kerja. Bahkan sekretaris saya biasanya tersipu – sipu kalau istri saya berkunjung ke kantor.
Suatu kali saya ditelpon sama rekan bisnis saya mengenai masalah pribadi, akhirnya kita ngobrol. Saya berhubungan dengan orang ini hanya sebatas bisnis saja. Dia pengusaha sukses, masih bujangan, dan suka bermain dengan wanita. Dia lebih suka menyebut dirinya Casanova. Figur yang suka menaklukkan hati wanita.
Dia bilang kalau dia pernah bertemu dengan istri saya dalam sebuah acara pesta seks. Haahhh ??? Tentu saya terkejut luar biasa ! Rekan bisnis yang katakanlah bernama Boy ini memang biasa mengikuti acara – acara seperti ini. Saya juga ngga pernah minta dia bercerita hal beginian, karena saya nggak tertarik sama sekali.
Tak heran Boy menyebut saya suami yang kelewatan setia !
Saya hanya terkejut, apakah benar istri saya ikut acara beginian. Walau istri saya nafsu hubungan seksnya tinggi, saya mempercayai dia 100%, kalau dia ngga melakukan dengan orang lain. Atau memang saya yang terlalu bodoh, sehingga dia menyalah gunakan rasa kepercayaan itu ?
Untuk mendapatkan bukti, maka saya diajak sama Boy ketempat yang dimaksudkan. Saya dianjurkan Boy memakai kumis dan rambut palsu, serta kaca mata agar tidak gampang dikenali. Sedangkan Boy sendiri tampil apa adanya, karena dia sudah terbiasa dengan lingkungan seperti ini.
Lokasi yang dituju dikawasan Surabaya bagian timur. Terdapat sebuah kafe mewah. Pengunjungnya tidak begitu ramai, tetapi yang datang terlihat orang – orang berduit. Ini bisa dilihat dari penampilan dan mobil yang dibawa.
Didalam kafe, Boy ngobrol dengan seorang wanita muda. Tak lama kemudian saya diajaknya masuk. Menurut Boy, gedung kafe tersebut terbagi menjadi 4 bagian. Ruangan depan tempat menerima pengunjung, dan tiga ruangan yang tidak sembarang orang boleh mengetahui atau memasuki.
Untuk bisa menuju ruangan ini, harus membayar harga tiket yang nilainya tidak kecil. Diruangan kedua ini, sepertinya ruangan santai. Banyak ditemukan pria dan wanita sedang ngobrol ditemani minuman, sambil mendengarkan musik. Menurut Boy, ini merupakan tempat berkenalan atau basa basi.
Saya sempat bertanya sama Boy, kok dia bisa yakin kalau istri saya berada dilokasi saat itu ? Dia menjawab, kalau dia mengetahui benar agenda pesta. Karena saat saya berada diruangan tersebut, malam itu juga sedang diadakan acara pesta. Jadi dimungkinkan istri saya datang.
Saya mulai tambah curiga, karena istri saya sejak siang bilang, kalau dia ingin menjenguk orang tuanya dikota Malang, dan rencananya menginap disana. Menurutnya, ayahnya sedang sakit dan di opname dirumah sakit.
Saya memang sedang ada konflik dengan orang tuanya. Sehingga setiap dia ke Malang, saya hanya menghubungi nomor HP-nya, dan bukan telepon rumah mertua saya.
Setelah mengetahui istri saya tidak ditemukan diruang ke-2, Boy mengajak menuju ruangan ke-3. Sebelum menuju ruang ke-3, saya dibuat Boy kaget setengah mati. Karena untuk menuju ruangan ini, setiap pria hanya diwajibkan mengenakan celana dalam saja. Untuk wanita diwajibkan menggunakan lingerie.
Dengan perasaan kikuk akhirnya saya ikuti juga aturan ini.Memang sih diruangan tersebut temperaturnya sudah disesuaikan. Sehingga setiap orang merasa nyaman dengan pakaian minimnya.
Mereka tanpa malu bercanda dan ngobrol, dengan pakaian ala kadarnya tersebut. Ada yang bergoyang menikmati musik berpasangan, ada yang duduk santai. Ruangannya didekorasi dengan dominasi warna merah. Bau ruangannya semerbak.
Setelah diruangan ini istri saya tidak ditemukan, akhirnya saya mulai yakin kalau dugaan Boy salah !
Mungkin dia hanya melihat wanita yang mirip istri saya. Bisa jadi khan ? Saya berharap demikian. Semoga Boy salah.
Tetapi Boy berpikiran lain. Dia yakin kalau istri saya ada diruangan ke-4. Dia mengajak saya keruangan tesebut. Dan untuk menuju ruangan itu, setiap orang diwajibkan menanggalkan celana dalamnya, demikian juga bagi yang wanita.
Ya, ampun! Saya harus telanjang ?
Seumur – umur, saya tidak pernah saya telanjang didepan orang lain, kecuali didepan istri saya. Bahkan sewaktu saya dirawat dirumah sakitpun, saya minta dimandikan oleh perawat pria. Karena saya merasa risih dan malu.
Setelah saya dan Boy dalam keadaan telanjang bulat, maka masuklah kita keruangan ke-4.
Boy sudah mengingatkan, kalau diruangan tersebut hanya ditemukan orang yang sedang berhubungan seks, atau orang yang ingin ikut pesta seks.
Sebenarnya saya ingin keluar saja, dan tidak ingin memasuki ruangan ini. Baru membayangkan saja saya sudah mual, apalagi melihat. Akhirnya saya kuat – kuatkan memasuki ruangan ini.
Didalam ruangan yang remang – remang tersebut, telinga langsung disambut suara – suara rintihan yang keluar dari layar lebar yang menyajikan film biru. Mata saya dihadapkan pada pasangan – pasangan yang sedang dimabuk nafsu.
” Lihat, dia sedang main disana, ” Suara Boy menghampiri saya yang sedang bengong. Saya tidak bisa melihat wajah wanita itu, karena terhalang oleh dua pria yang sedang melampiaskan birahi dengannya.
Dan setelah saya mendekati, ternyata benar. Dia istri saya !
Tanpa menunggu sedetikpun, langsung saya keluar ruangan dan mengenakan baju. Hati saya seperti tersayat – sayat oleh pisau yang tajam.
Dengan air mata yang spontan bercucuran, saya meninggalkan tempat tersebut. Ternyata Boy tidak tega, dan menemani saya pulang.
Inilah cobaan yang amat berat bagi saya.
Dan kejadian tersebut, komunikasi diantara kita menjadi semakin sukar. Mudah tersinggung dan marah. Akhirnya kita lebih banyak diam. Anak saya waktu itu tumbuh dalam suasana rumah yang tidak tentram.
Setelah lama berpikir dan merenung, akhirnya saya menggugat cerai. Memang dia waktu itu tidak ingin diceraikan. Dia menangis tersedu – sedu, dan bersimpuh dikaki saya. Oke, saya memaafkan, tetapi bagi saya terlalu sukar untuk bersama dia lagi.
Perasaan ingin muntah selalu muncul, ketika membayangkan dia sedang dimabuk nafsu dengan pria – pria yang menidurinya. Gairah seksual saya menjadi turun drastis. Rumah tangga menjadi ambur adul, dan anak menjadi sasaran kemarahan.
Setelah bermusyawarah, akhirnya kita cerai.
Kini saya menikmati kesendirian saya, sambil menyembuhkan luka. Entah hingga kapan luka ini terus menganga.
Semoga kasus ini tidak ada yang mengalaminya !

49 komentar
Pengumpan komentar untuk artikel ini
20 Oktober 2007 pada 00:33
fanaticanz
anjrit !!!! gila kali ya itu cewe!!
Mampus aja lo di bawah belaian ratu siluman !! Haram jaddah !!
20 Oktober 2007 pada 02:32
iman brotoseno
jakarta under cover !
20 Oktober 2007 pada 09:46
sibermedik
tergantung siy…lelaki baik-baik emang buat wanita yg baik2..begitupulah sebaliknya..
coba introspeksi diri sendir..dah jadi orang baik belum?
20 Oktober 2007 pada 09:58
warnetubuntu
selalu speechless saat baca blog ini.. nice article btw,
20 Oktober 2007 pada 10:18
almascatie
wekz artikelnya banyak yg belom aku baca
*absen dulu mbaaaa…….*
**gelar tikar nunggu jajanan ah*
20 Oktober 2007 pada 13:23
extremusmilitis
hmmm, ini emang penyakit…penyakit mendasar manusia yang gak pernah puas dengan apa yang udah di-miliki
bukan hanya materi, kesehatan, tapi sex juga udah jadi objek ke-tidak-puas-an…
21 Oktober 2007 pada 16:01
almascatie
gimana anak bapak skarang?
egois seseorang telah mengorbankan anak2 tak berdosa… bah!
22 Oktober 2007 pada 07:03
kancutmerah
tentu ini pengalaman batin yang luar biasa ya buat mas handoko.
tentunya Si Pemilik Hidup punya rencana indah buat mas handoko.
tabik,
22 Oktober 2007 pada 13:28
heni
wow…. sumpah ak sampai tercengang, sekian tahun aku tinggal di surabaya, baru tahu sekarang kalo ada tempat begituan.
tapi yg pasti keputusan anda menceraikan istri anda sudah BENAR !!!…
manusia hidup cuma sekali, seharusnya digunakan untuk melakukan hal yang positif yang berarti, bukan malah diperbudak nafsu. Manusia kan seharusnya menjadi khalifah dimuka bumi ini, bukan malah menceburkan diri bersama setan.
tenang aja mas Handoko, aku yakin suatu saat nanti akan ada perempuan mulia untuk laki-laki yang mulia seperti anda…
23 Oktober 2007 pada 03:01
M.Ma
Emang sifat dasar manusia yang nggak pernah puas yang bakal menghancurkan, kalau enggak dijaga biar nggak sampai kebablasan.
Untuk mas Handoko, yang tabah ya mas. karena sederas apapun hujan pasti akhirnya reda juga dan sisanya bakal membuat udara di sekitar semakin sejuk.
Buat mantan istrinya mas Handoko, aku cuma bisa bilang :ORANG KALO NABUR ANGIN, PASTI BAKAL MENUAI BADAI, tobat donk mbak
24 Oktober 2007 pada 15:22
anangyb
Nice story!
Moga-moga kasus beginian tidak membuat anak anda menjadi trauma, dendam, dan introvert…
27 Oktober 2007 pada 15:41
Radhana Dwi Wibowo
Na ‘udzubillah min dzalik….dasar oknum manusia terkutuk
30 Oktober 2007 pada 07:10
rista
Mohon maaf sebelumnya jika saya harus menceritakan aib saya yang memalukan ini.
31 Oktober 2007 pada 00:03
Radhana Dwi Wibowo
Buat mbak Rista di atas:
_____________________________________________________
DD Nulis :
DD mengucapkan terima kasih buat Radhana, yang sudah berkenan memberikan pandangan serta sumbang saran. Komentar – komentar anda selalu DD nantikan. Semoga anda sukses selalu !
Salam hangat dari DD – Holland
7 November 2007 pada 04:00
syafriadi
mdh2an ga banyak cewe yg begitu
16 November 2007 pada 05:10
restlessangel
hm………yg lalu biarlah berlalu. hiudp utk hari ini dan esok hari, jalani sebaik2nya.
anda, bung handoko, seharusnya brsyukur, tlah dibukakan aslinya istri anda. sakit memang, tp pilihan yg dimiliki skrg, trus mngingat sakit dan stuck, ato move on ???
sama seperti kisah mbak rista.
pengunjung blog ini seharusnya udah dewasa dr segi usia, tp tdk tahu dr segi kematangan. yg membedakan adl, sso yg dewasa-matang, dia ngerti konsekwensi dr pilihan yg diambil. dg sadar. SADAR.
ngomong emang gampang. setidaknya dg MENYADARI, itu adl big step utk langkah awal. selanjutnya dg dukungan dr sahabat2, keluarga, orang2 yg peduli, akan lbh mudah. merasa tdk ada yg peduli ?? cari yg hakiki. HAKIKI.
http://restlessangel.wordpress.com/2007/09/12/selingkuh/
http://restlessangel.wordpress.com/2007/10/22/mengapa-selingkuh-selingkuh-pt2/
GOD loves us….
20 November 2007 pada 10:11
mbah
beginiliha contoh gebodohan manusia…………….
24 November 2007 pada 08:55
ocol
Yang sabar Ya mas………… Handoko
mungkin ada hikmah di baliknya….
5 Desember 2007 pada 08:25
indra
hebat anda tidak sampai marah besar jika saya yg jdi anda akan saya bunuh tuh cewe.atau jual aja sekalian jdi pelacur untung kan??????
20 Desember 2007 pada 05:58
erick ningrat
ya namanya pelajaran hidup….memang menyakitkan,tapi semua ada hikmahnya,asal ga jatuh di lubang yang sama lagi….tetap sabar ya mas handoko…
9 Oktober 2008 pada 19:56
Wahyu sudoro murti
Kasihan… Bong Han,anda salah satu orang yg masuk dalam suatu pengkhianatan rumah tangga. Tapi saya sarankan anda jangan terlalu larut dalam penyesalan kejadian. Memang, sakit sekali apabila mengalami hal sepeti itu.
9 Oktober 2008 pada 20:09
Wahyu sudoro murti
Mbok monggo, jangan kendat anda mendekatkan diri pada Alloh.swt semoga Alloh selalu datang pada saat kamu susah dan diberikan sinar terang untuk menuju hal yg lebih baik. Doakan istri anda agar ia sadar bahwa apa yg ia perbuat….. diberikan jalan terang
9 Oktober 2008 pada 20:23
Wahyu sudoro murti
Adalah dosa besar. Walau bagai manapun ia adalah ibu dari anak kamu, walau toh nantinya tetap bukan istri kamu lagi. Kalaupun ia bersuami lagi,jangan lagi berkhianat.kalau berkhianat lagi misalnya suaminya,ndak sesabar kamu, berarti hukuman yg akan di
9 Oktober 2008 pada 20:31
Wahyu sudoro murti
Terimanya dari Alloh SWT atas perbuatan. Biakarkan waktu yg menjawabnya. Liat anakmu membutuhkan kasih sayang orang tua sepertimu. WASALLAM….
15 Oktober 2008 pada 06:58
bram
saya ingin menanggapi artikel “tidak cukup satu pria”. kisah di atas mengingatkan saya pada diri saya sendiri.
saya seorang gadis yang saat ini masih kuliah di Jakarta. sejak SMP saya sudah punya kelainan, yaitu suka bereksperimen dalam seks. semasa SMP saya suka sekali membicarakan seks, tentang hubungan intim. Waktu SMA, saya sudah ratusan kali menonton film porno. mungkin pebaca mengira hal ini biasa, namun pada saat menonton tersebut saya sering bersama teman-teman cowok saya, bahkan saya cewek sendirian di sana. Yang lebih gila adalah, pada saat menonton tersebut saya melakukan masturbasi, tentu saja di hadapan teman-teman cowok saya. sejauh itu saya hanya berani melakukan oral seks dengan lawan jenis karena takut hamil. untuk urusan yang satu ini saya sudah bereksperimen dengan ratusan laki-laki di sekolah saya, bahkan salah satu guru saya juga pernah oral seks dengan saya.
Pertama kali saya berhubungan intim saat awal kuliah di Jogja. Dengan sengaja saya memilik kos campur dengan kos mahasiswa, sehingga saya berkesempatan untuk berkeksperimen seks. Hobby saya saat itu adalah mengintip teman-teman kos cowok saya saat mandi. sepertinya mereka tahu saya mengintip mereka. Sempet saya dengar kasak-kusuk, mereka sengaja mandi saat aku ada di kos sedang tidak kuliah. Saat mereka mandi, mereka sengaja mengeraskan penisnya dulu sehingga saat terlihat dalam intipan saya, penis mereka tampak besar. Pernah juga saya menyaksikan bagaimana mereka onani di dalam kamar mandi.
Pertama kali saya berhubungan intim adalah dengan teman kuliah saya. Awalnya teman saya tak mau ketika saya mengajaknya berhubungan seks, namun karena saya memaksa dan merayunya, akhirnya dia mau juga. Saya memang tipe gadis pintar merayu, dan biasanya menurut pengalaman saya, jika saya sudah berhasil membuka resliting celana cowok dan mulai melakukan oral seks, mereka mau melakukan lebih jauh dengan saya. Terus terang hubungan seks saya tidak berkesan, mungkin karena saya membanding-bandingkan ukuran penis cowok. Teman seks pertama saya tidak mempunyai penis sebesar yang saya inginkan.
Sejak saat itu, karena merasa sudah tidak perawan lagi, saya mulai bereksperimen dengan cowok-cowok yang berpenis besar, paling tidak saya menilainya begitu. Satu hal yang saya pelajari, hanya dengan melihat tonjolan di bagian selangkangan, yang terlihat dengan bentuk celana cowok, saya sudah bisa menebak ukuran penis seseorang. Dalam melakukan hubungan seks, saya sama sekali tidak membutuhkan cinta. Nafsu saya memang besar dan tidak terkendali.
Pernah saya belakukan seks dengan dosen saya di ruang dosen. Pernah pula saya berhubungan seks dengan sopir taksi. Bahkan saya pernah melakukannya dengan anak SMA. Anak muda ini bahkan minta berkali-kali dengan saya.
Sampai saat ini saya belum puas dan tidak bisa menghentikan kebiasaan jelek saya ini. Di kalangan mahasiswa saya dikenal sebagai perek, pelacur, wanita murahan atau apalah… Entah kenapa saya merasa tidak kecewa dikatakan demikian. Karena kebiasaan saya ini, saya sering berpindah kos, diusir oleh ibu kos dari sana-sini.
Saya suka tantangan dan sering mengincar cowok-cowok sok alim. Kalau ada teman cowok main ke kos saya, sering saya sengaja tidak pakai pakaian dalam, hanya daster saja dan kalau beruntung, ada saja yang mau berhubungan seks dengan saya. Sering juga saya pamit dengan tamu saya untuk mandi, dan saya sengaja tidak menutup pintu kamar mandi. Trik ini yang paling sering membuat saya bisa berhubungan seks dengan cowok sealim apapun.
Saya tak tahu penyakit saya ini akan sembuh sampai kapan. Tak ada tanda-tanda saya ingin mengakhirinya. Saya benar-benar cewek yang tak bisa dipuaskan dalam hal seks. Sifat saya yang satu ini sering dimanfaatkan oleh para lelaki di sekitar kosku. Kadang seorang mahasiswa yang suntuk karena tesis bertandang ke kosku dan tanpa basa-basi minta aku berhubungan seks dengannya. Kadang ada seorang suami yang sedang bertengkar dengan istrinya datang ke kosku. Tidak ada laki-laki yang saya tolak, semua saya layani. Saya sendiri tidak minta bayaran atas hubungan seks itu, karena saya merasa senang sudah bisa melakukan seks hari itu. Namun ada saja yang suka mengirimi saya uang atau hadiah. Kadang ada juga yang bertengkar dan berkelahi gara-gara saya. Misalnya pada saat saya berhubungan seks dengan seorang mahasiswa di kos saya, tiba-tiba muncul mahasiswa lain langganan saya juga yang datang. Mereka bertengkar di kos saya, namun saya memberi mereka solusi untuk ‘bermain’ dengan saya keduanya. Mereka setuju dan saat itu saya melayani keduanya.
Jika memang apa yang saya alami semacam penyakit, kira-kira apa obatnya sehingga saya bisa sembuh? Adakah para pembaca menemukan solusi bagi hasrat seks saya yang bukan hanya tidak cukup satu pria, bahkan menginginkan seks setiap hari dengan pria manapun…
15 Oktober 2008 pada 09:05
yudhi.krnwn
Sorry buat bram …
Saya tidak tahu apa agama anda … saya beragama Islam … bila anda memiliki agama yang sama dengan saya .. satu pertanyaaan saya pernahkah anda sholat …
jika agama anda berbeda dengan saya … pertanyaan saya untuk anda … pernahkah anda membuka kitab suci anda …
Mungkin anda akan bilang kalo hal itu tidak akan menyelesaikan masalah anda … Anda salah besar …
Selama anda tidak memulai hal-hal yang saya sebutkan tadi anda tidak akan pernah dan jangan berharap anda dapat menyelesaikan masalah anda … sampai suatu saat anda benar-benar menghancurkan hidup anda tanpa ada orang yang mempedulikan anda karena anda telah membuat orang-orang yang mencintai anda kecewa …
Ambillah air wudhu atau kitab suci anda selagi anda masih memiliki kesempatan itu …. persetan jika orang-orang mempergunjingkan anda jika melihat kelakuan anda berubah …. Ingat anda yang menanggung semua akibat dari perbuatan anda bukan mereka …
Silakan tulis komentar anda jika anda masih ingin mendiskusikan hal ini …. Anytime
Good luck and best wishes for u
18 Desember 2008 pada 06:56
gan
klo dah baca gini2 kayanya kondisi gw masih lbih mendingan ck..ck..ck… selalu ada yang lebih sulit menderita fuh…
20 Desember 2008 pada 03:04
Anonymous
Wow!! I thought my life was complicated … good luck to those of you tangled in the situation
21 Desember 2008 pada 17:41
a169
Wow, I can’t believe this.
Saya tak kira kalo perilaku serta klub seperti itu sudah ada di Indonesia…
Astagfirullah!
25 Desember 2008 pada 06:19
ini cuma rekaan
cuma rekaan penulis,.but if original,.it’s nevermind,.dosa dibalik menjadi sado,.dosa ditanggung sendiri2,….
27 Desember 2008 pada 07:54
Vai boy
Wuich hebat benar yach prestasi si bram…
13 Februari 2009 pada 01:23
ARDAN
hidup ini pilihan apapun agama anda tidak ada satupun agama yang mengajari untuk umatnya menghacuri hidup sendiri dan orang lain.Agama sy muslim,sy juga tdk tahu agama anda apa.yang sy tahu apabila kita membimbing diri kita dalam kebenaran dan kebaikan maka Allah akan membimbing kita dan memberi petunjuk kepada kita.kalau kita mengikuti hawa nafsu,maka hawa nafsu akan memperbudak kita.akal pria itu sembilan dibanding wanita akalnya satu.sedangkan nafsu wanita sembilan dibanding dengan pria nafsunya hanya satu.artinya dari perbandingan ini keinginan pria terhadap seks,apabila dia inggin maka dia sulit untuk menahanya,setelah dia mendapat selesai.tapi wanita terkadang apabila dia tidak mengendalikan dengan kontrol agama dia bisa meladeni pria semaunya.Allah sebenarnya memberi perangkat pada wanita yaitu rasa malu.Hadist Rasullulah wanita itu harus dibungkus dengan rasa malu,kalau tidak tahu malu maka berbuatlah sesukanya.Kasih sayang Allah mendahului murkanya.kembalilah kejalan Allah.renungi semuanya,apakah kepuasan yang anda dapati selama ini apa benar telah membuat anda tenang lahir batihn.seks itu hanya kenikmatan sesaat,sebab secara fitrah manusia itu sebenarnya hatinya suci dan menyukai hal yang suci.kembalilah pada fitrah anda,tidak ada kata terlambat menuju jalan kebenaran,mumpung anda telah menyadari,bahwa dalam diri anda ada yang harus diperbaiki.kalau anda bukan muslim,sy yakin kitab anadapun mengajari ttg kebenaran.walaupun akal wanita satu dibanding pria,pergunakanlah akal itu untuk mencari kebenaran.sebab lelaki itu bayar aja mau ,apa gratis.selalu wanita yang dirugikan.usia anda akan bertambah.hidup ini sesaat.tanyalah pada diri anda,apa tujuan hidup anda,apakah tujuan
hidup anda hanya melakukan seks dengan pria manapun.padahal kita diberi Allah 4 alat perangkat 1.Akal 2.hati nurani 3.Nafsu 4.Naluri.kalau manusia hanya mengikuti nafsu dan naluri,maka hancurlah hidupnya.namun apabila manusia mengikuti akal dan hati nurani,maka ada keseimbangan dalam hidup.keempatnya harus kita miliki dan kita harus bisa mengimbanginya,kalau tidak bisa kita mengimbangi,maka kita akan lebih ini dari binatang.semoga anda mendapat petujuk dari Allah.
13 Februari 2009 pada 01:44
ARDAN
Buat mas yang judul tulisanya TIDAK CUKUP SATU LAKI- LAKI.lelaki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik.mungkin masa jodoh anda dengan mantan isrti anda sudah selesai,dia tidak bisa menjadi istri yang baik dan ibu yang baik bagi anak anda.Allah itu tidak membebani manusia dibatas kemampuanya.selalulah lebih dekat kepada Allah,akan ada jalan keluar yang terbaik,Allah akan menggantikan pendamping yang lebih baik dan lebih menyejukan pandangan mata.sehinnga akan menjadi rumahku surgaku.Berdoalah selalu agar mantan anda mendapat petujuk,apapun alasanya dia adalah ibu anak anda.semoga anda tabah dan selalu bersyukur,sebab anda cepat diselamatkan oleh Allah,dan memang caranya menyakitkan,pasti ada hikmah semuanya,anda diberi tahu sebelum ketularan penyakit,yang mungkin dibawa oleh mantan anada
24 Februari 2009 pada 13:35
heran
ini yang pada curhat disini… beneran curhat ya ?
kok kayak yg lagi baca cerita 17tahun.com gitu…
to bizarre to be true…
di beberapa curhatan pasti ada sex party nya… emg skrg banyak ya event2 kayak gitu ?
heran..
28 April 2009 pada 05:57
Joko
Namaku Joko. Aku masih bujang, tapi sudah beratus kali berhubungan intim dengan seorang wanita berinisial Y. Wanita itu adalah istri sahabatku sendiri si X. Kisahnya begini…
Suatu hari X kontak aku agar aku ke rumahnya. Saat aku sudah sampai di rumahnya, suami istri, X dan Y, sudah menungguku dengan baju piyama untuk tidur. X bilang bahwa selama ini mereka menikah belum dikaruniai anak dan minta bantuan aku untuk menyumbangkan spermaku kepada Y. Awalnya aku merasa aneh, baru kali ini ada permintaan seperti itu. Beberapa menit kemudian mereka berdua bercinta di depanku. Jelas aku terangsang oleh adegan mereka berdua, terutama oleh desahan Y yang membangkitkan gairahku. Saat penisku sudah semakin tegang, X mempersilahkan aku untuk memasukkannya ke vagina Y dan akupun menyemprotkan spermaku ke dalamnya.
Sejak saat itu, hari-hariku berubah. Meskipun aku pengangguran, X dan Y yang dua-duanya bekerja selalu memberiku uang. Sebagai konsekuensi atas uang itu, jika X menelepon maka aku wajib datang ke rumahnya. Yang harus kulakukan hanyalah menonton mereka bercinta dan jika saatnya tiba, penisku yang mengeras harus dimasukkan ke vagina Y. Demikian berulang-ulang sampai kemudian X mendapat tugas luar kota selama seminggu.
Seminggu itu aku dibolehkan X untuk bercinta dengan Y, istrinya sepuasku. Selama seminggu itu, aku mendapat pengakuan Y bahwa dia lebih bergairah saat bercinta denganku. Sejak minggu yang penuh gairah itu, aku bukan lagi jadi penonton namun kami bertiga sering langsung bercinta segitiga. Jika X menyetubuhi Y dari arah vagina, maka aku dari arah mulut, begitu sebaliknya.
Kami sering berlibur bersama, termasuk ke Bali. Saat di Hotel memang kamarku dipisahkan, tapi kamar tersebut justru tak pernah dipakai. Aku lebih sering di kamar X dan Y. Saat X sedang keluar untuk refresing, aku dan Y bercinta dengan amat dahsyat di kamar tersebut. Ketika X datang tiba-tiba, kami bercinta sampai berkeringat. X hanya bilang, “udah, Jok, gantian dong…” Kalau sudah begitu, aku menarik diri dan mempersilahkan suami Y untuk melanjutkan.
Karena kami bertiga sudah lepas aturan, aku sekarang tinggal di rumah X. Sangat sering, pada jam istirahat Y pulang ke rumah menemui aku hanya karena ingin bercinta. Siang itu Y mengaku kepadaku, “sebenarnya X meminta kamu bercinta dengan aku bukan karena kami ingin punya anak, Jok…” Aku menghentikan dorongan penisku di vagina Y, “lalu untuk apa?” Y menjawab, “X hanya kasihan kepada kita berdua… Aku punya kelainan hyperseks dan jelas X tak sanggup terus meladeni hasratku… Dia juga ingat, kamu selama ini bujangan yang tak tahu harus ke mana melampiaskan birahinya…” Saat itu HP Y berdering, X menghubunginya. Dengan santai Y bilang bahwa dia di rumah baru saja bercinta denganku. Ternyata X menelepon hanya untuk memberitahu bahwa dia dapat tugas ke luar kota lagi selama sebulan.
Sebulan itu kami berdua menikmati seks yang sangat dahsyat. Kami merekam adegan ranjang kami dan mengirimkan rekaman itu ke X di luar kota. Dalam paket kiriman itu Y berpesan kepada X, agar dia jangan lupa melampiaskan birahinya di tempat sekarang dia bertugas. X dan Y memang sudah sinting, aku berpikir, apakah mereka tidak saling cemburu? Dari tempat tugas di luar kota X mengirim pesan gambar via HP menunjukkan kepada Y wajah seorang wanita yang sekarang sedang disewa oleh X. Y memberinya selamat atas kiriman gambar itu dan kembali Y menerkam aku dalam pelukannya. Kami bercinta lagi dengan dahsyat, sudah lupa dengan tujuan awal, spermaku muncrat ke mana-mana. Bukan lagi ke dalam vagina Y, tapi berleleran di wajah Y, di seprei, si sofa ruang tamu, di kursi dapur, di garasi mobil, di karpet dan tentu saja di berbagai tempat tubuh mulus Y.
Aku ingin berhenti dari lingkaran ini… Tapi aku tak tahu cara keluarnya…
10 Agustus 2009 pada 03:27
andrian
banyak masalah seperti yang dibahas oleh rekan rekan seperti diatas, seandainnya saja wanita yang suka pesta seks ketemu dengan pria yang sejenis, mungkin tidak jadi masalah, nah “perbedaan” ini yang bikin konflik.
masalah berikut adalah karena “kekurangan”; kurang ekonomi, kurang sayang, kurang perhatian, kurang cantik, kurang santun, kurang dll- seandainnya bisa mengatasi kekurangan berarti konflik bisa diminimalkan.
ada lain lagi, perubahan selama perjalanan hidup pasangan juga bisa jadi konflik, dulu suamiku rajin sholat- sekarang rajin maksiat… nah perubahan entah dari positif ke negatif maupun sebaliknya bisa memicu konflik penyelesaiannya adalah penyesuaian.
semoga sesuai dengan misi DD agar blog ini bermanfaat.
andrian.kamal@yahoo.com
13 Agustus 2009 pada 04:46
agus
ga semua wanita yg baru pertama kali berhubungan badan dengan seorang pria selalu mengeluarkan darah
13 Agustus 2009 pada 04:50
harianto
kalau ada yg ingin cari teman curhat mungkin aq bisa bantu.kirim aja email.agusharianto28@yahoo.com
7 April 2010 pada 15:53
nikita
untuk mas aq yakin suatu saat akan ada wanita setia dan mulia yg kan jd pendamping mas 4 ever“jd mas ga usah sedih aq kn turut berdoa pd allah yg maha esa agar ms selalu tabah menjalani hidup ini
12 April 2010 pada 16:17
nikita
untuk mas joko ““banyak solusi untuk keluar dri msalah mas joko“asal punya tekad yg kuat“solusi pertama tingl y dan dekat kn diri pd sang pencipta pasti allah akan memberi kn jalan keluar nya jangan terlalu di per budak oleh napsu setan ingat pintu tobat masih ter buka lebar
22 Agustus 2010 pada 18:25
sempulur
Sekedar ingin menyampaikan salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis. Terima kasih
29 September 2010 pada 04:01
light
YESUS adalah jawaban:
HIDUP yg kekal & lepas dari segala ikatan dosa:
baca: http://www.chick.com/reading/tracts/1813/1813_01.asp
13 Januari 2011 pada 08:56
Anonymous
untuk sdara joko:
mohon maaf sblumnya, jjur saya miris skli membaca crta Anda, sya tdk tahu agama anda apa, tpi sya muslim, cba tolong direnungkn apakah arti sebuah pernikahan sebenarnya, sex bkn segalanya, ingt kehidupn di dunia ini hnya sementra kita tdk prnh tahu kpn kita akn mati, di akhirat qta akn dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan yg kita lakukan.
mhon petunjuk ke Allah dan jauhkn dri ms jko dr X dan Y, perbanyk ibadah, smga Allah memudahkn jln menuju kebaikan… amin
2 Juni 2011 pada 16:35
Masyus
Mau selingkuh, wisata keluar kota, yok ke Spore, semua gratis, email aku sriandalas@hotmail.com utk menemani dan ditemani : )
6 Juli 2011 pada 10:51
rina
Namaku Rina, usia 23 tahun.
Aku baru menikah dengan mas Bram enam bulan yang lalu. Namun aku sudah bisa tahu kalau Bram punya kelainan seks, yaitu exhibisionis. Dia suka sekali menceritakan hubungan seks kami dengan teman sekantornya. Bahkan jika salah satu teman cowoknya bertamu, dia tak segan-segan menceritakannya. Tentu sambil bercanda. Sering dia merekam adegan ranjang kami dan mempertontonkan hasilnya kepada teman-temannya. Banyak yang iri melihatnya karena mereka tahu tubuhku sangat seksi. Lama kelamaan aku pun terbiasa dengan sifatnya, dan merasa senang bisa menjadi istri yang bisa dibanggakan. Efeknya, aku sangat percaya diri dengan tubuhku.
Pada malam ulang tahunku, mas Bram bikin kejutan. Dia mengajakku ke sebuah hotel untuk melakukan aksi gila berhubungan dengan seks.
Malam itu, sebagaimana sudah direncanakan, kami bertemu dengan teman-teman mas Bram dan para istrinya. Mereka semua masih muda-muda, semua ganteng dan cantik. Kami semua adalah empat pasangan suami istri dan telah memesan empat kamar selama 2 malam, Sabtu dan Minggu. Kami sepakat akan melakukan permainan aneh mirip arisan.
Ada empat nama dimasukkan ke dalam gelas, yaitu nama-nama para istri. Jika seorang suami menemukan sebuah nama, maka dia akan sekamar dengan nama tersebut, tak peduli dia istri siapa. Pengocokan nama itu dilakukan oleh para lelaki di ruang makan dan karena para istri sudah makan lebih dulu, kami menunggu di kamar kami masing-masing sambil deg-degan.
Tak lama kemudian pintu kamarku diketuk. Aku berharap itu adalah mas Bram, namun nyata dia adalah Toni, suami Rika. Berarti suamiku mendapatkan kamar lain.
Toni masuk kamar sambil tersenyum. Kami sama-sama tahu aturan mainnya. Kami boleh melakukan apa saja atau memilih untuk tak melakukan apa pun. Tapi ternyata Toni memilih untuk berhubungan seks denganku. Buktinya dia langsung buka baju dan celananya. Kami tak perlu basa-basi karena sudah kenal. Tapi aku memilih untuk tak membuka baju.
Tapi saat Toni membuka CD-nya, aku berubah pikiran. Penis Toni lebih besar dan lebih panjang daripada punya suamiku. Itupun sepertinya belum ereksi. Dia sengaja mempertontonkannya kepadaku agar aku tergoda.
“Kita mau mandi dulu atau langsung?” tanyanya.
“Terserah,” kataku.
“Ya udah, kalau begitu buka bajumu.”
“Mas Bram dapat nama siapa?” tanyaku.
“Rahasia dong,” kata Toni sambil membantuku membuka baju. Saat itu penisnya sudah mulai mengeras dan menyentuh perutku.
Setelah aku telanjang, Toni segera menyentuh payudaraku. Lalu dia mulai menciumnya, mengulum putingnya dan meremasnya. Aku mulai terangsang.
“Pintu sudah dikunci?” tanyaku.
“Tak usahlah,” kata Toni. “Siapa pula yang akan menggangu kita?”
Toni mulai memsukkan jarinya ke vaginaku. Dia lihai memainkan jarinya di dalamnya. Aku menggelinjang dan terangsang.
“Oke, masukin saja,” kataku tak tahan.
Saat penis Toni memasukinya, sensasinya begitu dahsyat. Aku masih ingat rasanya hingga kini. Dan aku ingin sekali menikmati persetubuhan ini.
Toni menyetubuhiku dengan semnagat. Kami melakukannya seperti layaknya malam pertama seorang pengantin muda. Toni mengubah-ubah posisinya seperti sudah professional. Aku dibanting-banting ke kanan, dibuat telentang, telungkup dan sebagainya. Aku telah mengalami orgasme di sekitar menit ke-15, 20, dan 25. Toni seperti haus akan tubuhku dan melakukannya hingga satu jam.
“Aku keluarkan di mana spermaku?” Tanya Toni.
“Terserah,” kataku. Aku berpikir, tak masalah jika sperma itu masuk ke liang vaginaku, toh aku sedang KB. Aku dan mas Bram sepakat untuk tidak punya anak dulu dalam dua tahun pernikahan. Dan benar saja, Toni menyemburkan spermanya di liang vaginaku.
“Aku puas,” kata Toni. “Aku yakin Bram juga puas dengan yang lain.”
Aku sempat membayangkan mas Bram menyetubuhi perempuan lain. “Ah, biarlah, toh aku juga telah disetubuhi lelaki lain,” pikirku.
Selesai melampiaskan nafsunya, Toni mengajakku mandi bareng. Aku menolak dan Toni ke kamar mandi untuk mandi. Dia sengaja tak menutup pintunya dan terlihat olehku bagaimana cara seorang lelaki suami orang lain sedang mandi.
“Benar kamu tak ingin melakukannya lagi?” Tanya Toni.
“Mungkin lain kali,” jawabku diplomatis.
Lain kali itu tak lain adalah lima menit kemudian. Kami sama-sama telah merasakan sensasi perzinahan beberapa menit yang lalu dan ketagihan untuk melakukannya lagi. Maka Toni menarik tanganku yang menurut untuk masuk ke kamar mandi. Kami melakukannya lagi di kamar mandi.
Sekitar satu jam kemudian Toni menyelesaikan aksinya. Dia mencabut penisnya dari vaginaku dan mempertontonkan bagaimana sebuah penis besar sedang klimak mengeluarkan spermanya. Dia pancarkan spermanya ke lantai.
Setelah itu kami mandi. Toni menyabuni tubuhku.
“Kamu pernah orgasme dengan Bram?” tanyanya.
“Tentu saja,” kataku. “Mas Bram tak pernah berhenti jika aku belum orgasme. Jika perlu dia akan melakukan seks berkali-kali agar aku mendapatkan orgasme.”
“O baguslah,” kata Toni.
Kami selesai mandi. Toni mengajakku untuk mengobrol. “Menurutmu lebih kau lebih memilih mana?” kata Toni, “melihat istriku disetubuhi seorang pria lain atau melihat suamimu menyetubuhi istri orang lain?”
“Maksudmu kita akan mengintip salah satu dari mereka?”
“Ya. Kan pintunya nggak dikunci?”
“Oke, aku memilih mau mengintip mas Bram.”
Maka kami menuju sebuah kamar. Saat kami membuka pintunya, masih terdengar desahan di dalamnya.
“Mereka masih belum berhenti?” bisikku.
“Bukan. Mereka melakukannya untuk kesekian kali,” jawab Toni juga sambil berbisik.
Aku melihat mas Bram sedang bersetubuh dengan seorang perempuan. Ternyata itu adalah istri Toni.
Melihat kami masuk, dua pasangan perzinahan itu berhenti sejenak dalam posisi penis mas Bram masih tenggelam sepenuhnya di vagina Ratna.
“Kalian kenapa masuk ke sini?” Tanya Ratna agak malu.
“Teruskan saja,” kata Toni. “Kami tak akan mengganggu kok. Kami sudah selesai.”
Mas Bram melirikku sebentar, lalu melanjutkan persetubuhannya di depanku. Sekali lagi aku bisa melihat perbandingannya, bahwa benar penis mas Bram sedikit lebih kecil dibandingkan punya Toni.
“Bagaimana dik?” Tanya Toni kepada istrinya.
“Nikmat mas. Lebih kecil tapi nikmat juga. Mungkin karena sensasinya. Ini kan suami orang lain.”
Toni tertawa mendengarnya. Mas Bram tak memperdulikan dan melanjutkan seksnya.
Namun Toni tidak terima atas jawaban istrinya. Dia buka celana dan CD-nya lalu mulai menghampiri Ratna. Dia minta Ratna mengulum penisnya dan Ratna menurut saja.
Aku beringsut keluar dari kamar itu, masih diiringi desahan Ratna. Aku menuju kamar yang lain.
Benar saja, semua pintu tak dikunci. Kamar yang kumasuki tak terdengar suara.
“Lho, kenapa Rina? Kenapa kau ke sini sendirian? Mana Toni?” Tanya Joko. Kulihat ternyata di kamar itu Joko bersama istrinya. Joko dan istrinya dalam keadaan telanjang dan berkeringat. Penis Joko tak beda jauh dalam ukuran dengan penis mas Bram. Tubuh Rina sepertinya lebih seksi daripada tubuhku.
“Kami sudah selesai,” jawabku. “Aku hanya penasaran, Santi mendapatkan suami siapa?”
“Kau lihat sendiri kan?” jawab Santi. “Aku kuirang beruntung. Ternyata suamiku sendiri yang mendapatkan namaku.” Joko dan Santi tertawa. Sepertinya mereka baru saja melakukan seks sebelum aku datang.
“Apa kamu mau melakukan bersama kami?” usul Joko.
“Entahlah,” jawabku. “Aku sudah dipuaskan oleh Toni tadi. Sekarang dia dan mas Bram sedang treesome dengan istri Toni.”
“Kenapa kita tak melakukan hal yang sama?” kata Joko sambil menoleh istrinya. Ratna yang telanjang dan bertubuh seksi itu berdiri berusaha membuka bajuku. Aku diam saja. Joko mendekatiku dan mencium kudukku. Aku mulai terangsang.
“Bagaimana caranya?” tanyaku.
“Begini saja,” kata Ratna sambil membawa tubuhku yang sudah telanjang ke ranjang. Dia memegang kedua tanganku dari atas dan Joko mulai membuka selangkangku. Joko lalu memasukkan jarinya ke vaginaku untuk membangkitkan birahiku dan dia berhasil. Tak lama kemudian Joko menyetubihiku di depan istrinya.
Kami tak melakukan treesome. Yang terjadi adalah Joko menyetubuhiku dan istrinya melihatnya dengan kagum. Aku tak malu untuk mendesah. Demikian pula Joko di depan istrinya.
“Kalian teruskan saja,” kata Ratna. “Aku mau mandi dulu.”
Saat Ratna mandi, permainan seks kami semakin menggebu-gebu. Bahkan setelah Ratna selesai mandi dan mulai berpakaian, kami masih dalam pergumulan.
Saat aku mulai orgasme, entah sadar atau tanpa sadar, Joko pun orgasme dan melampiaskan spermanya di rahimku. Istrinya tahu itu.
“Kamu KB kan Rin?” Tanya Ratna.
“Iya,” jawabku.
Aku pamit mandi dulu dan baru kemudian Joko. Aku tinggalkan mereka berdua dan menuju kamar satu lagi.
Saat aku membuka pintu, terdengar desahan di dalamnya.
“Lho, Rina?” kata Fredi sambil berdiri di pintu kamar mandi dalam keadaan telanjang. “Kenapa kau ke sini?”
“Aku hanya mampir saja,” jawabku. “Mana istrimu?”
“Tuh, lagi ML dengan suamimu,” katanya.
“Lho, bukannya dia ada di kamar lain?”
Benar saja. Aku melihat mas Bram sedang berhubungan seks dengan istri Fredi.
“Dia tadi ke sini untuk mencarimu,” jelas Fredi. “Saat dia dating baru saja ML dan dia ingin mendapatkan jatah istriku. Ya sudah, biar istriku puas bukan hanya dapat dari suaminya.”
“O gitu,” kataku. “Aku tadi mampir di kamar suami-istri sebelah.”
“Biarkan mereka menyelesaikan hajatnya,” kata Fredi sambil menunjuk mas Bram dan perempuan di bawahny. “Lebih baik kita buat acara sendiri di kamar mandi ini, bagaimana?”
Spontan aku melirik kea rah bawah tubuh Fredi. Penis Fredi paling besar di antara keempat lelaki dalam permainan ini.
“Ayo,” kataku setuju. Aku membuka bajuku sendiri dan masuk ke kamar mandi bersama Fredi. Kami melakukan seks di bathup. Saat kami belum selesai, mas Bram sudah selesai.
“Teruskan saja, Rin,” lalu dia ketawa.
Malam itu aku telah merasakan empat lelaki berbeda menyetubuhiku. Yang terakhir ini begitu berkesan dan dahsyat permainannya. Fredi juga menyemprotkan spermanya di liang vaginaku.
Selesai mandi aku kembali ke kamar. Begitu pula mas Bram. Di kamarku, kulihat Toni sudah tidur pulas dalam selimut. Aku pun masuk ke dalam selimut dalam kelelahan. Kami berdua malam itu tidur pulas dan tak melakukannya lagi.
22 Juli 2011 pada 06:04
aulia muttaqin
jaga dan didik anak anda ya pak…, semoga tabiat ibunya tdk menurun..
23 Desember 2011 pada 14:54
Wati
As,slm kenal,sy turut prihatin dgn keadaan bapa,tp didalam hadist&alqur’an dterangkan scara gamlang,bahwa orang baek dapat jodoh yg baek,mf berarti bapa baek shingga tdk co2K dgn mntan istri,serahkanlah sgalanya kpd ALLAHnjln yg terbaek sll mngingatnya,sy guru PAUD&mngaji,org tua murid saya jg ada yg ky gito,sbenarnya yg ksian anak yg jd korban,mf saran sy mulai skarang bapa hrus ekstra mmperhatikan anak bapa,ajari&beri contoh tentang ajaran agama kpd anak sedini mungkin agar penanaman moral agamanya kuat,
15 Februari 2012 pada 10:59
sukro rajanya kacang
ya yg sbr mungkin itu uda jalan hidupmu .semua itu pasti ada hikmahnya
21 Februari 2012 pada 06:13
Sisu
Mbak aku bleh nyobak gak.sms ke no ne087749423345 ya mbak rina