h2.jpg

  Tidak bisa dielakkan, bahwa emansipasi wanita di negara Indonesia berjalan begitu apik. Dan popularitasnya begitu mendongkrak  seluruh dunia,  ketika    Megawati Soekarno Putri  terpilih menjadi  presiden. Ini merupakan kejutan luar biasa ! Jangankan untuk Indonesia yang hanya negara berkembang, karena negara  “super power” Amerika sendiri,  belum pernah merasakan hal ini. Mampukah Hillary Clinton di pemilihan umum yang akan datang, menduduki pucuk pimpinan  sebagai prisiden Amerika ?

Inilah yang diinginkan dan diidam – idamkan  wanita – wanita cosmo ala Amerika.   Setidaknya seperti yang diucapkan oleh direktur internasional  majalah Cosmopolitan,  Helen Gurley Brown  yang bertempat tinggal di New York.  Wanita sepuh  ( 85 tahun ) yang tetap trendy dan berkarisma luar biasa ini, terus menurus memberikan dukungan kepada wanita seantero jagat, agar menjadi wanita cosmo.

Sebagai wanita cosmo, tentu harus memancarkan  ciri – ciri cosmopolitan, seperti majalah yang  sukses ditangannya, yang tahun ini juga seusia dengan dirinya.  Bagimana sih ciri khas wanita cosmo ?  Tentu wanita yang   memancarkan wajah  cantik (menarik ),  penuh rasa percaya diri,  dan tidak menggantungkan hidup  kepada pria (mandiri ). Dalam  arti   mampu menghasilkan keuangan  sendiri  melalui  pekerjaan yang memberikan  respek, kepuasan, dan pengakuan.

Wanita – wanita cosmo merupakan wanita – wanita yang energik, aktif dan  turut mengambil bagian ditengah – tengah masyarakat. Wanita yang menentang kemalasan, manja, menggantungkan, dan dinomor duakan oleh para pria. Sebagai wanita cosmo, wanita menganggap seks adalah sebagai kebutuhan, dan tidak menggantungkan pada lelaki.  Karena wanita – wanita cosmo adalah wanita cantik yang cerdik, yang mempunyai banyak inisiatif untuk memboyong pria ketempat tidur.

Hal ini sudah lama dimotori oleh Helen Gurly Brown. Pada usianya yang ke- 40 tahun, dia mempublikasikan bukunya yang berjudul Sex And The Single Girl ( 1962 ),  yang mendapatkan sambutan luar biasa diseluruh dunia, dan menjadi bestseller. Dengan kalimat – kalimat kontroversialnya, Helen  menjadi  banyak sorotan karena  banyak berbicara tentang keterbukaan dan kemandirian seks pada wanita, yang saat itu masih dianggap taboe.

Untuk mendapatkan seks dan menikmati seks, seorang wanita tidak harus menunggu untuk menuju altara perkawinan. Seks sebelum menikah adalah hal biasa ! Dan wanita tidak perlu merasa bersalah diri, jika toch akhirnya mendapatkan “teman  kencan ” seorang pria yang sudah bersuami !! Kontan, kalimat ini banyak menimbulkan kegelisahan dari wanita – wanita yang sudah beristri. Karena ketika happy single  Helen Gurly Brown bertemu calon suaminya ( David Brown ),  pria tersebut statusnya juga sudah beristri. Sex And The Singel Girl  terkenal dan terjual berjuta – juta eksemplar diseluruh dunia, dan dua tahun setelah penerbitannya, dibuat  film layar lebar yang dibintangi oleh Nathalie Wood, Tony Curtis dan  Lauren Bacall sebagai bintang utamanya.

Lepas dengan  adanya pro dan kontra, banyak wanita yang terilhami oleh pemikiran helen Gurly Brown. Di Indonesia sendiri, wanita sedang berbondong – bondong menuju era emansipasi ala cosmo girl. Menuju wanita yang cantik, mandiri, dan mendapatkan respek dan pengakuan ditengah – tengah masyarakat. Apakah para pria menganggap kedatangan wanita “cosmo “Indonesia dengan kedua tangan terbuka ??  Atau  justru menganggapnya sebagai  “momok”  yang menakutkan ? Para pria,  hayoo bangun !