ruzie.jpg

Coba anda renungkan baik – baik.  Anda akan memilih bekerja sama dengan wanita atau pria ? Pertanyaan ini tentunya mendapatkan jawaban  yang beragam, dan dipengaruhi oleh pengalaman masing – masing.

Tetapi apakah anda pernah mendengar  wanita  bilang begini,

“Bekerja dengan cewek itu resek ! Mulutnya bawel, dan suka ngrumpiin sana sini ! “

Dan apakah bekerja dengan pria itu lebih menyenangkan, karena kaum adam ini tangannya lebih banyak bekerja daripada mulutnya ?

Didalam dunia pekerjaan kita tidak bisa melakukan perbedaan jenis kelamin ” seenak udele dewe ” saja.  Jika seseorang  ditempatkan dalam sebuah team kerja,  maka yang bersangkutan  harus mampu membuka dan membina  kerja sama. Dengan menghargai kemampuan dan kwalitas intelektual seseorang, daripada jenis kelaminnya.

Tetapi jika ada wanita yang merasa stres,  jika  bekerja  dengan sesama jenis kelaminnya, maka keluhan tersebut tidak bisa diremehkan begitu saja. Karena ini merupakan  signal untuk mencari alternatif jalan keluarnya. Tidak sedikit wanita yang mengeluh seperti ini.

Seperti yang diberitakan oleh koran Die Welt asal Jerman,   dan ditulis ulang di surat kabar  De Gooi en Eemlander ( Belanda ),  setelah dilakukan penelitian secara besar – besaran di negara Swedia. Tujuan utama dari penelitian ini  adalah mencari faktor – faktor yang sehat, agar bisa menunjang iklim kerja yang sehat dan menyenangkan, baik bagi pekerja maupun perusahaan.

 Penelitian selama dua tahun,  yang  rencananya berakhir tahun 2008 tersebut,  sudah bisa dipetik tanda – tanda hasilnya. Penelitian ini melibatkan 4, 6 Juta warga ( hampir separuh penduduk Swedia ).  Mereka mengadakan penelitian ini, karena jumlah wanita yang melaporkan diri sakit dari tempat kerjanya terlalu tinggi, jika dibandingkan dengan negara lain.

Dari data yang sudah bisa dilihat, ternyata kebanyakan wanita  yang bekerja dengan sejawat pria, prosentase sakitnya jauh lebih rendah, dibandingkan dengan wanita yang bekerja dengan sesama  jenis kelaminnya. Wanita yang bekerja dengan banyak wanita, (misalnya di sektor komunikasi dan reklame),  menunjukkan angka kesakitan yang jauh lebih tinggi. Sedangkan wanita yang bekerja di sektor kerja  yang didominasi oleh kaum pria ( misalnya di sektor bangunan),  menunjukkan angka kesakitan yang jauh lebih kecil.Sumber

Bagaimana pengalaman anda sendiri dalam dunia kerja ?  Lebih mudah bergaul dengan wanita atau pria ?