Siapapun  tidak ingin mengalami nasip seperti Sanne. Gadis usia  20 tahun  asal Belanda yang cantik jelita ini, dilahirkan dalam keadaan cacat. Dari luar  memang tidak terlihat sama sekali. Jangankan temannya atau saudaranya, bahkan dia sendiri baru mengetahuinya ketika dia berusia 16 tahun.

15.jpg

Beginilah penuturannya, yang dipublikasikan oleh Majalah Yes ( lihat di http://www.yes.nl ) :

 ” Saat itu aku berumur 18 tahun,  ketika dokter memberikan penjelasan, bahwa aku tidak memiliki vagina dan rahim. Pada saat aku diberi penjelasan oleh dokter,  aku nggak begitu  pusing. Tetapi beberapa hari berikutnya, baru aku sadar. Aku tidak memiliki vagina, dan  tidak memiliki rahim.  Nggap punya rahim masih nggak apa – apa, tetapi nggak punya vagina ? Aku langsung sadar, kalo  aku merasa seperti bukan wanita.

Dari luar, kayaknya nggak kelihatan kalo ada yang ganjil. Aku punya klitoris, bibir kemaluan, dan juga bulu pubis. Namun hanya mempunyai lubang kecil sedalam 3 cm, dan buntu. Aku sama sekali nggak sadar, kalo sebenarnya aku nggak punya vagina. Aku mulai sadar, ketika denger temen – temen sebayaku pada menstruasi. Tetapi aku kok blom ?

Ah, aku waktu itu nggak musingin soál menstruasi, toch suatus saat datang juga. Waktu aku usia 16 taon, aku punya pacar, dan kayaknya kita oke banget. Saling cinta dan sayang. Pada suatu hari kita ngelakuin ML ( making Love ). Tetapi gagal ! Kita sudah nyobain berbagai cara, tapi  anu  boy friend-ku nggak bisa panetrasi kedalam. Seperti ada tembok yang ngeganjal. Aku juga kayak orang tegang, dan kesakitan. Trus kita batalan ML.

Keesokan harinya, aku pergi ke dokter. Dan disana dilakukan berbagai pemeriksaan. Akhirnya aku dirujuk ke dokter specialis kandungan. Setelah ngelakuin berbagai prosedur pemeriksaan, diantaranya MRI scan dan Echo, akhirnya dibuat diagnosa. Aku tergolong penderita  MRK Syndrom, ” Penjelasan Sanne ( 20 tahun ) .

Ternata syndrom yang diderita oleh Sanne cukup unik. Tak heran menimbulkan berbagai pertanyaan seperti,

“Kalo nggak punya vagina, gimana kencingnya ? ”

Pertanyaan ini juga sering didengar Sanne seperti yang juga dituturkan dalam acara talk show disebuah acara televisi Belanda. Sanne tentu saja bisa kencing, karena saluran kencing, dan saluran vagina berbeda. Sanne tetap memiliki saluran dan lubang kencing. Tetapi, dia tidak memiliki lubang vagina.

Kasus yang dialami Sanne adalah menyedihkan dan mengharukan. Tak heran, Sanne sendiri  pernah mengalami depresi, dan minum obat anti depresi tiga kali sehari. Bahkan akhirnya dia dirujuk ke psikiater, dan dirawat dirumah sakit. Untunglah, kondisi jiwanya cepat mengalami perubahan, dan bisa menjadi gadis yang kuat dan tabah menghadapi kasusnya.

 Setelah memakan periode yang cukup lama, akhirnya Sanne melakukan operasi pembuatan vagina ( bisa diambil dari kulit lengan bagian atas,  usus, dan kulit bagian perut ). Pada kasus Sanne, dia memilih dibuatkan vagina dengan mengambil sebagian dari kulit perutnya.

Setelah  6 minggu menjalani operasi, Sanne diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim. Akhirnya kegembiraan menyelubungi dirinya, karena dia kini menjadi bahagia. Walau harus tetap disadari, bahwa Sanne tidak memiliki rahim. 

Apakah Sanne bisa memiliki anak ?

Jawabnya : BISA !!

uterus.jpg

Keterangan singkat :

Schaamlippen                 :  bibir kemaluan

De Baarmoeder mond   :  mulut rahim

De Baarmoederhals        :  leher kandung rahim

Baarmoeder                    : rahim

Eileider                            : saluran telur

Eierstok                           : indung telur

Baca juga keterangan lebih lengkap dibagian bawah artikel ini !

Karena setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata Sanne memiliki indung telur dan saluran telur. Yang artinya, dia masih memungkinkan mempunyai anak, dengan cara mencari wanita yang  mau menjadi   ” draagmoeder ” ( membesarkan telur yang sudah dibuai ).

 Sebenarnya MRK Itu Apa ?

MRK merupakan sinonim dari Mayer – Rokintansky – Kuster – Hauser Syndrom.

Ini merupakan syndrom bawaan yang terjadi pada kaum wanita. Dan ini bukan merupakan penyakit turunan. Di dunia ini kira kira  1 diantara 4000 hingga 5000 wanita, menderita syndrom ini. Pada syndrom MRK ditemukan tidak terbentuknya vagina dan rahim, akan tetapi juga bisa diikuti kelainan ginjal, tulang, kaki, dan pendengaran.

Vagina dan rahim, mulai terbentuk, kjetika janin berusia  6 hingga 8 minggu masa kehamilan. Vagina dan rahim terbentuk dari  saluran yang menyerupai  2 tabung , yang dinamakan tabung – tabung Muller.  Didalam proses pembentukannya, tabung – tabung ini membaur menjadi satu.

Tetapi pada penderita MRK, pada masa janin tabung – tabung Muller ini tidak melebur dan membaur menjadi satu. Maka dari itu, ditemukan terbentuknya indung telur dan saluran telur. Karena tidak ada rahim dan vagina, maka tidak  terjadi menstruasi.

Hingga saat ini ada beberapa methode untuk menangani kasus ini, diantaranya adalah pembuatan vagina. Namun ada wanita yang juga memilih untuk menjalani operasi ini. Sehingga mereka tetap hidup tanpa adanya vagina, yang berarti tidak bisa melakukan hubungan seksual, yang lazim ditemukan. ( dirangkum dari http://www.erfelijkheid.com )

Beberapa ilustrasi yang membantu, lihat gambar dan penjelasan yang diambil dari http://www.geocitis.com dibawah ini. 

Indung telur  atau  eierstok ( ovari )  merupakan sebuah kantung yang memproduksi hormon kelamin yang menentukan tingkat kesuburan wanita. Didalam indung telur ini berisi lebih dari 100.000 telur.

Saluran telur atau Eileider ( tuba Fallopian ) merupakan saluran yang menghubungkan, antara indung telur dan rahim. Dimana telur yang berada di indung telur, akan berjalan melewat saluran telur menuju rahim.

ovulatie1.gif

 Bagaimana dengan sahabat Dewa Dewi yang wanita ? Apakah anda bener – bener wanita ?  TENTU DONK !