Setiap orang memandang seks sangat berbeda. Ini dipengaruhi oleh pola pendidikan di rumah,  agama, norma – norma  masyarakat, serta hukum dan peraturan yang berlaku disetiap komunitas masyarakat atau negara.

Seks bukan untuk ditabukan, melainkan  wajib dibicarakan dan dimengerti. Agar setiap individu benar – benar memahami resiko dan bahayanya. Bukan hanya kenikmatannya semata.

Walaupun seks itu nikmat,  tetaplah anda waspada. Gunakan akal pikiran sehat,  serta utamakan  keselamatkan hidup anda. Kalimat inilah yang bisa ditekankan Dewa Dewi,  sesuai pesan dari penulis surat dibawah ini.

Silahkan anda menuliskan sumbang saran !

Lena – Jakarta

1971821.jpg

Hallo penulis DD dan pembaca dimana saja berada,

Sebelumnya  aku ingin ngasih tau, kalo didalam suratku ini banyak cerita – cerita  joroknya. Aku emang menulis sepenggal hidupku apa adanya semoga bisa dipake sebagai pelajaran hidup. Terutama bagi siapa saja yang suka  berpetualang seks, seperti aku. Agar pengalamanku ini nggak akan terulang lagi pada siapapun.

Sebut saja namaku Lena, lahir dan besar dikota Jakarta. Aku sudah mengantongi ijasah sarjana dari Universitas swasta yang ternama dikota metropolitan ini.  Namun karena keadaan kesehatanku yang kurang menguntungkan, akhirnya masih tinggal dan istirahat dirumah.

Aku mengalami gangguan depresi. Begitu beratnya, sehingga pernah dua kali mencoba mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

Pertama, pernah menelan obat tidur dalam jumlah yang amat banyak, hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri. Namun kejadian ini kepergok mama, yang akhirnya menelepon ambulance dan dilarikan ke rumah sakit. Dan dirawat beberapa hari diruang ICU.  Nyawaku tertolong.

Dan yang kedua, aku pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan cara memotong urat nadiku ditangan sebelah kiri. Hingga darah yang keluar berceceran membasahi sprei tempat tidurku. Tetapi lagi – lagi ketauan oleh mamaku, sehingga dengan cepat aku dilarikan diruang gawat darurat rumah sakit. Nyawaku kembali tertolong.

Berkat bantuan mama, dan orang – orang terdekatku, aku berusaha  keluar dari  penyakitku ini. Tentu dengan mematuhi nasehat  dokter dan psikolog yang menanganiku. Aku juga sudah berjanji sama mama, untuk tidak melakukan perbuatan nekat sekali lagi.

Aku adalah anak tunggal dari keluarga broken home. Karena papa dan mama sering cekcok melulu, akhirnya mama diceraikan papa waktu aku masih SD. Sejak saat itu aku tumbuh jadi anak pemberontak, dan merasa kehilangan kasih sayang orang tua yang utuh.

Sejak  masa puber, aku berteman dengan Sara. Dia adalah  anak pengusaha kaya. Sebenarnya kau berteman dengan dia bukan karena dia kaya. Karena aku sendiri tidak mengalami masalah ekonomi. Mama adalah single parent, tetapi dai juga pengusaha wanita yang sukses. Sehingga masalah keuangan tidakpernah menjadi permasalahan.

Aku dan Sara sama – sama cocok, karena kurang mendapatkan perhatian dan pengawasan dari orang tua. Kita suka menikmati dunia gemerlap ( dugem). Atau yang juga dikenal dengan dunia abu – abu, atau dunia remang – remang. Mungkin bisa dibilang clubber mania. Soál road show dari cafe / diskotek  ke tempat nongkrong lainnya, menjadi hal biasa.

mania_2.jpg

Kita berdua  lebih tepat dibilang member face  daripada sekedar member guest untuk sejumlah kafe dan diskotek. Walo kita berdua suka dugem, tetapi urusan belajar dan kuliah nggak pernah ditinggalkan.  Ini salah satu kelebihan kita dibanding lainnya. Kita juga nggak pakai obat – obatan terlarang, hanya alkohol  secukupnya.

Salah satu kebiasaan buruk yang kumiliki adalah suka berpetualang seks. Sama seperti Sara. Kita berdua tergolong wanita – wanita muda yang haus, untuk urusan yang satu ini. Bukan untuk ndapetin duit, lhoh.  Cuma untuk memuaskan nafsu semata.

701606.jpg

Bahkan kalo kita ngeliat cowok cakep di dance floor  diskotek, kita nggak sungkan – sungkan untuk ndeketin dan memancingnya. Rata – rata cowok biasanya nggak kuat nolak. Kalo dia mau, biasanya kita garap berdua. Paling sering kita lakukan didalam mobil. Bahkan tak jarang, kalo memungkinkan ya diruang toilet.

Bahkan tak jarang aku dan Sara main tebak – tebakan. Berapa menit itu cowok bisa bertahan. Aku dan Sara sudah paham untuk hal ini. Persahabatanku dengan Sara begitu erat hingga seperti saudara saja. Bahkan membagi cowok adalah hal yang biasa. Bahkan kebanyakan cowoknya biasanya yang bengong, dilayani gratisan dua cewek.

Kita memang nggak ingin punyai cowok tetap. Karena kalo punya pacar tetap, berarti petualangan berhenti. Hal ini aku lakukan bertahun – tahun dengan Sara, tanpa ada permasalahan sama sekali. Karena lengketnya, ada yang bilang mungkin aku dan Sara pasangan lesbi. Padahal kita sama sekali bukan pasangan lesbi. Aku hanya tertarik  sama pria, demikian juga Sara.

Mamaku  sama sekali nggak risau kalau aku nggak punya  boy friend, justru sebaliknya. Tenang, dan nggak khawatir aku menelantarkan kuliah. Karena kenyataanya, kuliahku lancar – lancar saja.

Tetapi tiga taon lalu, ada kejadian yang membuat duniaku menjadi hancur lebur. Pada saat aku tidur lelap dikamarku, aku  tiba – tiba dibangunkan mamaku. Mama mendapat berita dari keluarga Sara, kalo Sara dilarikan ke rumah sakit. 

Hatikupun tersentak kaget luar biasa. Bagaikan  suara petir yang tiba – tiba menyambar, saat telingaku mendengar, bahwa  Sara mengalami kecelakaan mobil.  Aku langsung menuju rumah sakit yang ada dikawasan Salemba Raya. 

Setelah aku sampai ke unit emergency, mataku melihat orang tua Sara yang menangis tersedu – sedu, didampingi beberapa anggota keluarga.Setelah aku mendekat, ternyata mataku dihadapkan pada tubuh Sara yang terbujur kaku tak bernyawa lagi.  Air mataku langsung mengalir bercucuran. Aku menagis dan histeris.

Kupeluk dia erat – erat. Sahabat karibku yang selama ini setia dalam berbagi suka dan duka, ternyata telah dipanggil oleh Tuhan. Suasana ruang gawat darurat menjadi begitu gaduh, karena suara tangis. Pria yang satu mobil dengan Sara berada dalam keadaan kritis dan langsung dibawa ke ruang ICU. Aku tidak mengenalnya.

Mungkin Sara masih baru kenal dengan cowok itu. Karena aku mengenal betul siapa – siapa yang dekat dengan Sara. Dan akupun kadang curiga, apakah Sara melakukan perbuatan yang begitu beresiko saat pria itu mengendarahi mobil ( Maáf tidak usah aku jelaskan, karena pembaca DD tentu mengerti maksudku ). Karena aku paham benar dengan sifat – sifat Sara.

Padahal biasanya Sara kemana – mana mengendarahi mobilnya sendiri. Inilah jalan kehidupan yang sama sekali tidak aku mengerti. Setelah kepergian  Sara, aku jatuh deprsi yang berkepanjangan. Sukar tidur dan sering mimpi buruk. Makanpun susah, hingga badan menjadi sangat kurus.

Selalu dihantui perasaan bersalah dan ketakutan. Begitu beratnya, sehingga sering muncul perasaan ingin mengakhiri hidup. Tetapi aku sudah berjanji tidak akan meninggalkan mama sendiri. Aku melihat hari – hari kadang nampak suram. Tetapi aku tetap mencoba dengan sekuat tenaga  untuk  bisa memulai kehidupan baru, dengan kesempatan yang baru. Aku juga lebih rajin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selamat Jalan, Sara…..

plaat-begrafenis.jpg

Terima kasih buat DD yang mempublikasikan curhat.

****************************************************************************************

DD Nulis :

Terima kasih buat Mbak Lena yang telah menuliskan pengalaman hidupnya. Semoga anda tetap tabah dan tegar didalam mengarungi kehidupan. Tentu dengan memohon pertolongan dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.