Apakah anda perokok ? Dan apakah anda sukar menghentikannya ? Itu wajar ! Karena merokok itu nikmat ! Hanya wong “gendheng “saja yang menyangkal pendapat ini. Merokok merupakan bagian dari budaya bersosialisasi.

Disamping itu, merokok juga mampu menciptakan imago tersendiri. Pria akan kelihatan lebih jantan dan gagah berani. Apalagi kalau ditambah kopi yang kental. Tul Ngga !

 Lihat saja,  Slash  mantan gitaris kelompok Guns  N ‘ Roses.  Yang tampil oke dengan topi nyentrik dan rokok yang melilit dibibirnya. Atau Fidel Castro, presiden asal Cuba. Hampir dikebanyakan foto yang ditemukan, tak lepas dari lintingan isi tembakau yang menghias bibirnya.

ph-slash098.jpg

Bagi wanita, merokok banyak disimbolkan dengan dunia modern dan emansipasi. Walau kenyataannya tidaklah seperti ini. Wanita yang merokok akan kelihatan seksi, aktif dan  menggoda.

Walau merokok itu nikmat, DD  kali ini tidak akan mentraktir pembacanya dengan lintingan tembakau, apalagi lintingan daun marihuana. DD hanya bisa memberikan secuil informasi, yang dipetik dari koran de Telegraaf terbitan tanggal 5 September 2007.

Selamat membaca !

Para perokok mempunyai kesempatan 50 % mendapatkan penyakit yang dinamakan Alzheimer, dibanding dengan orang yang tidak merokok, atau orang yang telah berhenti merokok. Ini merupakan hasil penelitian ilmiah terbesar yang diakui dunia internasional, dengan melibatkan 7000 orang, yang dilakukan oleh Erasmus Medisch Centrum Rotterdam.

Ribuan orang yang usianya diatas 55 tahun tersebut, dipantau dan diteliti secara berkelanjutan mulai tahun 1990. Sebanyak 700 orang selama penelitian berjalan akhirnya menunjukkan  gangguan dalam bentuk dimensia.

Demensia merupakan kehilangan kemampuan kognitif yang sedemikian berat, sehingga mengganggu  fungsi sosial dan pekerjaan. Demensia pertama kali diperkenalkan oleh Pinel yang hidup pada tahun 1745 – 1826.

Penelitian ini merupakan gebrakan pertama kali yang akhirnya menyetujui konklusi yang diakui secara internasional, bahwa merokok sebagai penyebab munculnya penyakit Alzheimer, ” Demikian seperti yang dituturkan oleh Prof. Dr.  Monique Breteler dalam wawancara dengan koran de Telegraaf.

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit, dimana bagian  – bagian otak menjadi kering, kisut dan akhirnya mengecil.( Lihat gambar dibawah ) Yang mengakibatkan penderitanya dalam  tempo yang relatif singkat mengalami syndrom demensia.

frontotemporal_degeneration.png

Rokok menyebabkan gangguan pada pembuluh darah, termasuk pembuluh darah yang melayani otak. Gangguan ini ditambah dengan stress oksidasi, yang diakibatkan oleh tertinggalnya zat – zat kimia yang bersifat radikal, yang meracuni dan tertinggal didalam tubuh.

Penelitian ini merupakan kebanggaan dari pihak Erasmus Medisch Centrum Rotterdam. Mengingat instasi ini sebelumnya sudah pernah mempublikasikan penelitian,  dan  mengumumkan konklusi bahwa rokok  sebagai penyebab penyakit Alzheimer. Namun penelitian yang dilakukan pada tahun 1990 tersebut mendapat kritik yang cukup banyak, karena hanya melibatkan jumlah masyarakat yang relatif  terbatas. ( Majalah Dewa Dewi )