Salah satu wanita yang paling bersyukur dan berbahagia dibulan Ramadhan tahun ini, adalah Amina Lawal asal negara Nigeria bagian utara. Dan ini juga tidak lepas dari campur tangan berbagai organisasi kemanusiaan, terutama Organisasi Amnesty Internasional. 

Andai saja Organisasi Amnesty Internasional gagal mengumpulkan dukungan dan tidak bercampur tangan, maka nasip Amina seharusnya  sudah melewati eksekusi hukuman mati. Yaitu dengan cara  badan dikubur didalam tanah sebatas dada, dan dilempari batu hingga meninggal. ( Foto dibawah ini diambil saat wanita Iran menjalani hukuman mati  karena perjinahan ).

womanstoning.gif

Amina Lawal adalah seorang wanita desa yang buta huruf, yang pada tahun 2002 diketahui hamil tanpa proses pernikahan.  Akhirnya Amina diseret ke pengadilan di kota Bakori, propinsi Katsina. Yang terletak di negara Nigeria bagian utara.

Amina dinyatakan terbukti bersalah. Dan pada tanggal 22 maret 2002 dijatuhi vonis hukuman mati.  Dari vonis yang dijatuhkan ini, Amina naik banding. Akhirnya pihak pengadilan  yang lebih tinggi  menunda eksekusi.

Karena Amina pada saat tersebut sedang hamil, maka eksekusi  ditunda hingga tahun 2004. Agar Amina bisa memberikan air susu dan merawat bayinya,  hingga bayinya berusia 2 tahun. Setelah itu  dia diwajibkan menjalani eksekusi mati, dengan cara dilempari batu.( Foto Amina Lawal dan wasila pada saat itu )

stonings0824.jpg

Vonis yang dijatuhkan pada Amina mengundang perhatian dunia internasional. Apalagi pada tahun 2002 rencananya diadakan  pemilihan ratu kecantikan, yang bertaraf internasional di negara Nigeria. 

Akibat pro dan kontra adanya pemilihan ratu sejagat dan kasus Amina Lawal, maka banyak terjadi demontrasi dan kerusuhan. Akhirnya pemilihan ratu sejagat dialihkan ke negara Inggris.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya Amina Lawal bisa bernafas lega. Pada tanggal 25 September 2003, Amina Lawal dibebaskan dari berbagai tuduhan dan dinyatakan bebas. Amina Lawal yang pada saat itu berusia 31 tahun,  bisa memberikan air susu dan merawat Wasila ( perempuan )  tanpa jeratan hukum.

Amina Lawal dengan suami sebelumnya juga sudah dikharuniai 3 orang anak.  Demikian juga pria yang menghamilinya, dia sudah memiliki anak dari istri sebelumnya.

Kasus ini tergolong kontroversial, karena yang diseret ke pengadilan hanya Amina Lawal. Sedangkan yang menghamilinya tidak  mendapatkan  tuntutan hukum.

Sumber :

1. www.wikipedia.org

2. www.emancipatie.nl 

                                            ******************

Semoga ada makna dari tulisan diatas. DD mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, bagi para pemeluk agama Islam dimanapun berada.