Memeluk agama atau kepercayaan, adalah hak individu yang tidak bisa dicampuri oleh orang lain.  Memilih agama merupakan sebuah keputusan pribadi, yang dilandasi oleh rasa tanggung jawab.  Demikian juga jika ada orang memutuskan pindah agama, seharusnya harus disikapi  secara dewasa.

Siapapun dia dan apapun latar belakangnya, biarlah orang tersebut leluasa dan merasa aman untuk memilih dan memutuskan, untuk memeluk  agama yang diyakini. 

Hasil yang sangat diimpikan oleh setiap agama apapun, bagaimana  terciptanya kehidupan yang aman dan saling menghargai ditengah kemajemukan  agama dan kepercayaan.

Menyinggung masalah pindah agama,  DD menemukan berita kontroversial yang banyak ditulis di internet saat ini. Sumbernya diambil dari Nederlands Dagblad tanggal 16 September 2007. Hasil terjemahannya adalah sebagai berikut :

Ann Homes Redding, pendeta berusia 55 tahun dari gereja Anglikan di Amerika Serikat,  telah mengumumkan kepada jemaátnya, bahwa dia menjadi pemeluk  dua agama. Dia tetap menjadi pendeta, sekaligus memeluk agama Islam.

annehr.jpg

Menurut berita yang ditulis oleh The Seattle Times, keuskupan  gereja Anglikan  tempat Ann Holmes Redding menjalankan fungsinya, tidak keberatan dengan keputusan  tersebut. Bahkan dia merasa ada keunikan dengan memiliki  dua agama yang berbeda.

Ann  Holmes Redding hingga kini sudah menjalankan pelayanan sebagai pendeta St. Marks Episcopal Cathedral  di Seattle selama 20 tahun. Pendeta bergelar doktor tersebut juga merupakan tenaga pengajar, dan tahun ini  memberikan mata kuliah  perjanjian baru di Universitas Seattle.

Ketertarikan Ann Holmes Redding kepada Islam, bermula dari gerejanya sendiri. Seorang tokoh islam diundang ke gerejanya untuk memberikan cerama agama Islam. Rohaniawan Islam tersebut juga melalukan doá untuk jemaát yang hadir.

Pada  bulan Maret tahun 2006, Ann  Holmes Redding menyatakan diri masuk Islam. Dan dia mengakui tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Mohammad sebagai utusannya.

Kini Ann Holmes Redding pada hari Jum’at mengenakan jilbab, dan sembahyang bersama – sama dengan umat Islam. Lihat fotonya dibawah ini :

 

ann_holmes_redding1.jpg

Dan pada hari Minggu menjalankan fungsinya sebagai pendeta berceramah di gereja, dan berdoá bersama umat Kristen.

 

ann-holmes-redding-church1.jpg

Menurut penganut agama Kristen, tata cara kehidupan dan ajaran agama kristen banyak yang berlawanan dengan agama islam. Namun Ann Holmes Redding bisa dengan mudah menjembatani permasalahan ini, dengan cara tidak melepaskan dogma – dogma agama kristen.

 Menurut dia, Jesus bukan Tuhan yang sekaligus manusia. Tetapi merupakan manusia istimewa yang mempunyai karakter agung seperti Tuhan. Hal ini juga bisa ditemukan pada kebanyakan orang.

Dia juga berpendapat, bahwa  dia tidak perlu  mengkonsentrasikan diri pada perbedaan antara agama Kristen dan agama Islam yang  berlawanan. Karena perbedaan ini akan tetap ada. 

The Seattle Times memberikan kesempatan pada pembacanya untuk  mengajukan pertanyaan pada  Ann Holmes Redding. Dasar apa yang dipakai sebagai pijakan, sehingga  dia mengambil keputusan,  untuk memeluk agama kristen sekaligus Islam.

 Dia mendasarkan keputusannya seperti rasul Paulus, yang tidak meninggalkan Judaisme disaat menerima ajaran Jesus. 

” Tokoh Islam yang pertama saya ajak bicara,  bahwa saya memutuskan untuk masuk agama islam, menganjurkan bahwa saya tidak perlu  memilih antara dua agama, ” Ucapkan  Ann Holmes Redding.

” Dan banyak orang Kristen yang berkata, bahwa saya  sekarang lebih berapi – api  dalam berceramah mengenai  kemuliaan Jesus, ” Tambahnya lagi. ( Dewa Dewi )