Apakah anda  termasuk type pria yang suka memuji pasangan anda ? Menyanyanginya, dan memperlakukannya seperti bunga ?  Kalau iya, berarti anda sudah memiliki unsur – unsur romantis. Menunjukkan sisi kelembutan dari sosok laki – laki, yang secara umum dipandang sebagai sosok macho.

Ah, apa sih romantis itu ? Kayaknya ngga penting deh kalo cuman definisi doang. Karena kata yang satu ini memberikan pemahaman dan pengertian yang berbeda – beda disetiap komunitas, kultur atau negara.

Tetapi apapun pendefinisian anda, kata “romantis” selalu enak didengar. Baik yang mampu mengungkapkan lewat kata – kata,  gambar atau ide lainnya.

romantic_getaways.jpg

Ada yang beranggapan, bahwa suatu negara atau ras tertentu tergolong type yang romantis. Katakanlah negara Perancis dan Italia. Dua negara ini sering disebut type romantis oleh kebanyakan negara,  termasuk negeri kincir angin sendiri.

Tak heran,  kalangan muda negeri Belanda juga terusik. Maka meluncurlah televisie crew  BNN menuju Perancis. Lokasi yang dituju adalah menara Eifel yang terletak di Paris. Reporter ini mewancarai orang – orang Perancis, kenapa mereka sering disebut romantis.

Ternyata orang Perancis yang bermukim  di lokasi nan romantis dikolong jagat ini,  tidak mengerti  kenapa mereka dibilang romantis.  Mereka malah mesam – mesem, dengan penuh rasa bangga,  tetapi tidak bisa mengungkapkan dengan kalimat yang tepat, kenapa mereka digolongkan type romantis.

Dalam  buku kisah cinta Cleopatra.  Terdapat  potongan situasi, yang menggambarkan ungkapan  sangat romantis. Di saat Marcus Antonius terkulai menjemput ajal,  dia terbaring dipangkuan Cleopatra dan berkata,

” Saya  adalah pria yang beruntung, yang selama hidup diberi kesempatan untuk mencintai orang yang paling  cantik di dunia. “

Kalimat  ini sangat membius. Karena diungkapkan oleh orang yang hendak meninggal.

Yang dijadikan inspirasi, kenapa orang – orang yang masih segar bugar, malah malas atau enggan memuji  pasangannya? Walo hanya dengan kalimat saja.

Ingat  ! Dikebanyakan masyarakat, masih banyak orang – orang yang malu – malu memuji pasangannya secara spontan. Atau  memuja – muja dengan kalimat indah sewaktu pacaran saja. Setelah itu,  malas lah yaow….!!  

Padahal kalau disadari, memuji dan memperlakukan pasangannya dengan baik memberikan hasil yang cespleng. Gratis pula !  Ngga ngeluarin duit untuk beli kartu, bunga, dan  hadiah yang mahal.

Selamat menikmati  curhat dari penulis dibawah ini, dan memberikan tanggapan !

Musrifatun Nabawiyah ( Nana )

Anugerah Terindah Dalam Hidupku

gadis_jawa.jpg

Oleh  : Yang mencintai dan menyanyangimu

Didi Junaedi ( Mas Didi )

Hamparan bumi dibawah naungan langit dengan gugusan bintang – bintang dan planet – planet beserta tata suryanya yang begitu menakjubkan,  seakan tak mampu melukiskan perasaanku saat ini.

Andaikan  lautan seisinya ditumpahkan kemuka bumi-pun, tak akan mampu mencurahkan segala rasa yang ada dihatiku saat ini. Hanya kebesaran Allah Swt  yang mampu menjawab semua ini.

Mungkin, akulah orang yang paling berbahagia saat ini. Betapa tidak, setelah melalui perjalanan panjang nan terjal, berliku, dan melelahkan, melewati sejumlah rintangan dan cobaan, yang sesekali menggoyahkan keimananku, mengoyak asa dan cinta yang kudamba, bahkan menggoreskan luka dihati yang begitu dalam, akhirnya dengan kemahamurahan dan kemahabesaran Allah Swt  aku dipertemukan dengan ‘belahan jiwa’ku.

Seseorang yang selama ini aku cari dalam setiap langkahku, yang selalu kupanjatkan doá kepada-Nya untuk dipertemukan denganku, yang akan mengisi hari – hariku dan menemaniku sepanjang hidupku.

Aku tak kuasa menyembunyikan rasa haruku, bahagia bercampur untaian rasa syukur yang tak terperikan atas karunia nikmat yang begitu besar dari Allah Swt.

Hampir – hampir  kalau aku mengikuti perasaanku. Aku tak mampu membendung derasnya air mata yang mengalir membasahi pipiku. Aku tidak tahan menahan rasa bahagia yang begitu membuncah, mengisi setiap relung jiwaku, mendesir seiring aliran darahku, dan mengikuti setiap desah nafasku.

Allah telah mempertemukanku dengan seorang yang begitu baik, cantik, pengertian, penuh perhatian, tulus, dan mau mnerimaku apa adanya. Dialah Musrifatun Nabawiyah ( Nana ). Dialah Anugerah Terindah Dalam Hidupku.

Aku berjanji pada diriku sendiri, untuk selalu menjaganya, menjadikannya ratu didalam hidupku, yang tak mampu tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini. Dia mampu menghapus jejak langkah masa laluku. Dia telah mengobati sejumlah goresan luka, yang pernah tertoreh dilubuk hatiku.

Alangkah bodohnya aku, jika aku melukai hatinya. Aku tak akan pernah tega untuk melakukannya. Demi menjaga amanat Allah yang mulia ini, jangankan raga, nyawapun akan kupertaruhkan untuk menjaga dan melindunginya.

Aku tidak sedang membual atau merangkai  rayuan gombal untuk mengelabuinya. Tetapi aku sedang berjanji pada diriku sendiri, disaksikan oleh Allah Swt. Yang telah mempertemukanku dengannya.

Ya  Allah,

Semoga Anugerah Terindah yang telah Engkau berikan padaku ini mampu aku jaga sampai akhir hayatku. Hanya kekuatan dari-Mu lah yang mampu mewujudkan harapanku ini.

Ya  Allah,

Perkenankanlah doá hamba-Mu ini. Amiiin.

****************** 

Didi Junaedi,  penulis freelance disejumlah media cetak dan elektronik ( internet ).  Sedang menyusun buku ” Untaian Hikmah Penggugah Jiwa. “

Pemilik blog :  http://didijunaedihz.wordpress.com