Hallo sobat,
Sudah beberapa hari ini DD dijerat kesibukan, sehingga ngga sempat nulis. Yah, DD ngajuin alasan yang klasik, nih. Sebenarnya ngga enak juga kelamaan ngga nge-blok. Banyak surat curhat yang belum bisa dipublikasikan, banyak komentar yang belum dijawab, dan ngga sempat ngunjungin blok sobat – sobat semua.

Jadwal kerja kedua penulis DD agak serabutan dan padat banget. Disamping itu si kecil sedang ngga enak badan.  Badannya panas, dan batuk – batuk. Jadi kalo DD sedang dirumah,  pasti hanya bisa   nemenin si kecil.

Kalopun ada kesempatan nongkrong didepan komputer, pasti juga digangguin. Dia ikutan pencet – pencet segala.  Untunglah, sekarang badannya sudah enakan. DD ada liburan sehari, jadi disempetin buat artikel. Mumpung si kecil sedang tidur pules.

Mau ngomongin apa, ya ? Oh, ya. DD mau  nulis seputar cewek matree sajalah.  

Sebenarnya sosok wanita yang gimana sih yang disebut cewek matree itu ?  Secara umum banyak yang beranggapan , bahwa cewek matree adalah sosok pemburu  materi belaka.   Lhoh, emang sejauh apa,  hingga   seorang cewek layak mendapat sebutan cewek matree ?

Emang nggak ada batasan yang tegas. Tetapi kalo cewek doyan  ngorotin harta cowok, kayaknya gampang disebut cewek pengeretan. Yang ujung – ujungnya juga dialamatkan ke cewek matree.

Yang bisa dijadikan gambaran, misalnya saja  kontroversial kehidupan ex penari sriptease dan ex  playmate Anna Nicole Smith ( Dia sudah meninggal secara mengenaskan di hotel California pada tanggal  8 Februari  lalu dalam usia 39 tahun ). 

Anna Nicole Smith  pernah melakukan pernikahan yang paling kontroversial. Bagaimana ngga kontroversial, dia yang waktu itu berusia 26 tahun, rela menikah dengan  jutawan minyak J.Howard Marshall yang berusia 89 tahun.

re_together_now.jpg

Bahkan Marshall sendiri waktu menuju altar pernikahan ngga mampu berjalan kaki akibat kondisi fisiknya yang lemah. Pria kaya yang sudah uzur  diatas kursi roda tersebut meninggal dunia setelah menikmati keindahan tubuh Anna Nicola Smith selama 14 bulan, dengan meninggalkan warisan 1,9 milyar dollar Amerika.

annanicole.jpg

Semua orangpun akan ngotot, kalau Anna hanya menikah demi harta. Dan kalayak umumpun dengan gampang mengecap Marshall sebagai pria pussy yang ngga tau diri. Nyawa udah diambang kubur, tetep aja ngga bisa  diam kalo dihadapkan pada urusan cewek seksi.

Sebenarnya kasus yang terjadi pada Anna Nicole Smith tersebut emang cukup ekstrem. Tetapi kenyataanya banyak kok terjadi di masyarat. Bahkan dikalangan dunia pria sudah terbiasa dengan dengan istilah daun muda. Pria berusia matang yang mengejar cewek – cewek muda. Cewek seperti ini biasanya cepet dicap sebagai cewek matree.

Apakah salah jika seorang cewek menginginkan kehidupan mapan dari pria yang memang sudah mapan ?

Jawaban untuk pertanyaan seperti ini bisa ditelusuri, jika DD menyimak pendapat dari Prof. Helen Visser asal Texas yang juga menyusun buku The Anatomy of Love. Menurut beliau, sudah menjadi hal yang alami,  jika seorang wanita mencari pria yang sukses.

Hal ini sebenarnya fenomena yang normal dan alami. Sebagian  besar wanita akan lebih gampang kepincut dengan pria berprestasi dan sukses. Seorang wanita tidak ingin hidupnya terlantar. Naluri keibuannya juga lebih selektif. Dia tidak ingin kelak memiliki anak, dan anaknya tidak terurus karena keterbatasan ekonomi.

Prof. Helen Visser memberikan gambaran pada kehidupan manusia yang sangat primitip. Seorang wanita akan berada dirumah untuk mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Seorang pria harus bekerja ( berburu ) untuk menghasilkan makanan dan kebutuhan rumah. Jika seorang pria lemah, tidak mampu bekerja dan memberikan jaminan hidup, maka wanita tidak akan tertarik.

Rupanya pandangan dan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prof. Helen Visser cukup mengena dengan artikel yang DD baca beberapa bulan lalu dari sebuah tabloit. Didalam artikel tersebut memuat hasil jajak  pendapat, tentang  obrolan yang paling sering muncul kepermukaan, jika seseorang memuji pasangannya.

Ternyata pria paling sering membicarakan dan membanggakan kecantikan pacar atau istrinya. Sedangkan seorang wanita  akan bangga sekali membicarakan kesuksesan pacar atau suaminya.

Dua unsur yang muncul kepermukaan adalah kata CANTIK dan SUKSES. Seorang wanita kudu cantik, dan seorang pria kudu sukses. Wanita yang cantik cepat mendapatkan pria yang sukses. Demikian juga dengan pria yang sukses, pasarannya juga besar dikalangan wanita cantik.

Dari pandangan – pandangan diatas memberikan gambaran yang cukup jelas. Bahwa penampilan luar ternyata masih memegang peranan yang cukup besar dalam sebuah pasangan.

Jadi kalo ada istilah,

“Ah, yang penting khan hatinya. “

Kalimat seperti ini DD rasa hanya bersifat menghibur saja, kok. Seandainya terjadi, mungkin prosentasenya juga ngga gede – gede amat.

Kembali  ke persoalan cewek matree, DD melihat kedekatan naluri wanita untuk mendapatkan jaminan hidup. Keinginan untuk mendapatkan masa depan yang indah dan tidak sengsara.  Apakah ini salah ?

Sebenarnya ngga salah, kok. 

Hanya masyarakat saja yang memberikan penilaian negatip, karena dikaitkan dengan norma dan nilai sosial budaya yang berlaku. Seperti budaya bahwa pria harus lebih tua sedikit atau sama dengan wanita. Kalo selisih usianya terlalu tinggi, banyak menimbulkan gunjingan.

Jika ada wanita tua yang kawin dengan pria berusia jauh lebih muda, dibilang  cari daun muda. Demikian juga sebaliknya. Hal – hal seperti ini juga diracuni dengan perasaan kecemburuan sosial.

Jadi sebenarnya ada ngga cewek yang ngga matree ?