Ada  sebuah artikel yang pernah menulis, bahwa  seseorang bisa dikatakan dewasa dalam kehidupan seksualnya,  setelah menginjak angka 30-tahunan. Sebelum angka diatas, banyak yang masih melakukan coba – coba dan eksperimen untuk mengetahui jati dirinya.

DD meng-amien-kan pendapat ini setelah DD nonton acara talk-show-nya Oprah. Dimana banyak ditemukan kasus perselingkuhan dalam sebuah keluarga, yang juga yang didasari perbedaan orientasi seksual.  Pria  yang dinikahi ternyata bukan pria yang seperti  bayangkan. Demikian juga sebaliknya, bagi wanita. 

Dan tidak bisa dipungkiri didalam sebuah rumah tangga tidak terlepas  problem seputar anak. Walo sudah banyak orang yang mengatakan anak adalah mahkota cinta, tetapi ada juga yang merasakan sebaliknya.

Seorang anak tidak saja memberikan penghiburan dan rasa suka cita, tetapi juga berbagai konsekwensi dan tanggung jawab yang menyertainya.  

Marilah kita membaca  surat dibawah ini, dan silahkan berbagi sumbang dan saran !

 Perkawinan Bukan Sekedar ML

Sebut saja nama saya Arief. Pasangan muda yang tinggal di Jakarta.  Saya termasuk orang perantauan. Karena saya lahir dan dibesarkan dikota Semarang. Saya menikah  dengan gadis asal Bandung.

Walau dia lahir dan dibesarkan di  Bandung, tetapi dia tidak asli orang Sunda. Dia merupakan anak campuran. Ibunya campuran  Sumatra dan Kalimantan, sedangkan ayahnya berdarah Arab.

Saya sendiri asli orang Semarang ( ibu dan ayah asli orang Jawa ), saya tuliskan  sedikit asal usul ini untuk bisa memahami kultur kami. Karena jika kita mengetahui asal usulnya, paling tidak juga banyak membantu dalam memahami cara berpikir , bergaul dan  gaya hidup, yang masing – masing kultur ( suku ) juga unik.

Sebagai pasangan muda yang tinggal di Jakarta, kami termasuk keluarga beruntung. Dalam hal keuangan sama sekali tidak begitu banyak bermasalah. Istri saya memilih dan memutuskan menjadi rumah tangga karena ada pertimbangan tertentu.

Kami dikaruniai seorang anak laki – laki yang lucu, yang kini usianya menginjak tahun ke-4. Tetapi anak saya ini tidak dekat laki dengan ibunya, bahkan kalau boleh jujur, dia lebih dekat dengan pembantu saya.

Sewaktu istri saya hamil, dia mengalami gangguan panggul yang tidak stabil, dengan beberapa konsekwensi yang tidak ringan. Akhirnya kami memutuskan kalau dia dirumah saja.( sebelumnya dia  mempunyai pekerjaan yang bagus ).

Sewaktu dia hamil kami sangat hati – hati, sehingga yang namanya ML sangat jarang sekali. Tetapi kami berdua tidak mengeluh. Setelah anak saya lahir hingga usia satu tahun, kami juga jarang melakukan seks, karena dia cepat mengalami kelelahan.

Setelah anak kami usia 2 tahun, ada sesuatu yang berubah. Dia sangat bernafsu, dan kebutuhan seksnya meledak – ledak. Bahkan  pembantu saya gampang sekali diijinkan pulang menjenguk ibunya yang sakit, dan nginap disana.

Maksud istri saya,  agar kita bebas melakukan hubungan seks. Saya hingga geleng – geleng kepala. Lebih hot dari tahun pertama perkawian. Yang repot saya, karena saya juga mempunyai pekerjaan di kantor, sehingga kadang juga dilanda stres dan kecapean.

Istri saya juga mulai menggemari nonton film biru, dan memprkatekkan apa saja yang dia lihat.  Tetapi hal ini hanya bertahan satu tahun. Tahun berikutnya dia seperti sudah malas berhubungan seks.

Kalau ditanya, katanya cuma malas saja.  Kalau sebelumnya istri saya minta jatah dua kali sehari,  waktu itu berubah menjadi satu kali satu minggu. Tetapi istri saya rajin keluar rumah, mengunjungi tempat – tempat fitness dan kebugaran.

Suatu saat saya melihat dia berbicara romantis sekali ditelepon. Dia tidak mengetahui kalau saya mengintipnya ( tetapi saya tidak memergoinya ). Saya kok curiga. Jangan – jangan dia mempunyai pria simpanan yang dikenalnya ditempat fitness. Bisa saja, khan ?

Karena saya sangat sibuk sekali dengan pekerjaan, saya menyewa seorang kenalan (  istri saya tidak mengenalnya), untuk mematai – matainya. Dia tentara. Betapa terkejutnya, ketika suatu saat tentara tersebut bilang, kalau istri saya serong dengan seorang pria, yang suka mengendarai mobil mewah.

Dia bisa menunjukkan foto, saat istri saya naik mobilnya. Bahkan dia juga memergoi beberapa kali istri saya dibawa kesebuah hotel. Hati saya hancur sekali. Air mata mengalir antara marah dan pedih. Hingga anak saya pernah memergoi saya menangis.

“Lho papa kok menangis? Papa sedih ya karena Andi suka nakal, ” Katanya sambil memeluk saya. ” Jangan nangis ya, Pa… Andi janji tidak nakal lagi. Papa khan bilang cowok itu tidak boleh cengeng, “Kata dia sambil mengusap air mata saya dipipi.

Saya memeluk anak saya sambil sesengguan, dan air mata yang semakin deras. Mungkin anak saya juga merasakan kepedihan saya, sehingga dia ikut menangis juga.  Istri saya juga seperti cuek dan tidak perhatian lagi ke anak.

Setelah lama merenung yang bikin stress, akhirnya saya ingin memergoi sendiri, biar ada bukti. Karena itu kenalan saya tersebut mencari saat yang tepat. Dia memahami benar tempat pertemuan, saat istri saya dan teman selingkuhnya  melakukan janji.

Tiba – tiba kenalan saya tadi menyodorkan kunci duplikat dari sebuah hotel. Dia ternyata telah memanfaatkan karyawan hotel, untuk bisa mendapatkan kunci, dimana istri saya biasa menginap.

Ketika istri saya masuk hotel dengan pria tersebut, saya ditelpon kenalan saya untuk datang ke hotel. Agar saya bisa masuk, saya telpon ke hotel untuk memesan kamar.

Dan tanpa kendala saya berada di hotel, tetapi saya bilang ke resepsi, kalau saya menunggu istri dulu, baru memastikan  untuk membayar hotel. Saya sendiri. Kenalan saya menunggu diluar.

Walau saya sudah diingatkan untuk tidak melakukan kekerasan, tetapi saya sudah mengantongi pisau tajam yang saya selipkan dibagian belakang saya.  Karena menurut kenalan tersebut, pria tersebut tinggi besar, lain dengan saya.

Ketika saya mendekati kamar hotel dan membuka pintunya perlahan, langsung disambut suara musik yang lumayan keras dikamar sehingga mereka tidak mengira kalau ada orang yang membuka pintu.

Hati saya lemas, dari celah pintu saya melihat istri saya yang dalam keadaan telanjang bulat duduk sambil menggoyang – goyangkan badannya. Istri yang kurang ajar tersebut sedang bernafsu sekali, sambil mengerang – erang.

Saya begitu sedih campur marah sekali. Betapa terkejutnya, ketika saya hendak memutuskan masuk untuk menegornya,  telinga saya mendengar seorang pria menegor.

” Pak, mau ngapain ? ” Ucap pria yang tinggi besar.  Mukanya sangat serius.

Saya jadi heran, bukankah wajah pria tersebut yang ada dalam foto, yang menurut kenalan saya teman selingkuh istri saya?  Terus istri saya sedang bercinta dengan siapa ?

Karena saya penasaran, langsung saya terjang pintu kamar hotel. Ternyata istri saya sedang bercinta dengan seorang wanita. Saya jadi bengong !

Wanita tersebut langsung kabur, sambil menggerutu ke pria tinggi tegap tersebut, yang ternyata sopirnya.

“Pergi saja, jangan sentuh aku, “ucap istri saya ketika saya mendekat. Saya sudah mencobanya, tetapi tidak berhasil. Akhirnya dengan air mata berlinang saya pulang. ( waktu itu dia pulang ke Bandung ). Beberapa hari kemudian istri saya pulang ke rumah.

Dia berterus terang, sudah lama menjalin cinta dengan wanita Indo  ( keturunan ) tersebut. Setelah itu istri saya mau menjalani therapy yang saya usulkan. Hingga saat ini istri saya masih belum pulih benar, tetapi ada perubahan yang saya lihat.

Semoga keutuhan rumah tangga saya tertolong kembali.

 

Terima kasih buat DD yang memberikan tempat buat curhat.