( curhat ditulis oleh Rangga )  Ada perubahan tentang perilaku seks yang luar biasa dahsyat pada istriku.

Perilaku ini menurutku berkaitan erat dengan mimpi erotis yang dia alami. Dan hal  ini juga   pernah  aku konsultasikan kepada seksuolog. 

Walo kenyataannya,  ada hal – hal yang masih aku tutupi  berkaitan dengan  mimpi tersebut.

Ada kekawatiran,  nanti  aku dibilang mengada – ada, ato  terlalu percaya pada tahayul.

Karena aku sendiri tergolong rasionalis, dan tidak percaya pada hal – hal yang cuma berbau mitos belaka.

Akhirnya aku banyak membaca buku perihal mimpi.   Seperti yang banyak ditulis,  bahwa  dalam keadaan tidur, aktifitas kerja otak sama besarnya ketika seseorang sedang terjaga. Kenapa orang bermimpi, ini juga masih menjadi misteri, dan memicu munculnya berbagai theori dan pendapat.

Menurut psikiater asal  Jerman yang kondang, Sigmund Freud, mimpi bertujuan untuk menjaga agar tidur tidak terganggu.  Sedangkan menurut  Carl Gustav Jung,  psikiater asal Swiss yang juga anak didik Sigmund Freud,  beliau berpendapat bahwa ada  pesan khusus yang tersirat dibagian paling bawah mimpi.

Hal ini tidak mustahil, karena Yusuf juga pernah menafsirkan mimpi raja Firaun ( Farau ) secara tepat, setelah sebelumnya juga menafsirkan mimpi dua sesama tawanan,  yang tinggal di penjara.

Jadi mimpi bisa merupakan salah satu sarana komunikasi religius antara Tuhan dan manusia. Dan juga berisi pesan, peringatan dan  hal – hal yang hendak terjadi.

Sewaktu aku masih tinggal di Malaysia, aku menemukan  suku Senoi, yang  hidupnya sehari – hari diatur berdasarkan mimpi. Suku ini setiap hari melakukan  musyawarah membicarakan mimpi. Hal ini mendasari  aktifitas apa yang harus dilakukan  pada hari itu, sesuai dengan mimpi yang dialami.

Suku Senoi, merupakan salah satu suku pembentuk negara Melayu, disamping suku Negrito dan suku melayu Proto.  Kebiasaan suku yang mendiami lereng Titiwangsa dipedalaman negeri Perak, Kelantan dan Pahang ini, hingga pada saat ini tetap sama. Mimpi adalah dasar aktifitas sehari – hari. 

Untuk memahami mimpi aneh istriku, sebaiknya aku ceritakan tentang  perkawinanku. Aku pria berusia 31 tahun,  dan baru menikah selama 7 bulan dengan seorang wanita  yang berusia 4 tahun lebih muda.  Latar belakang pendidikan cukup, dan pernah  beberapa bulan magang diluar negeri.

Sewaktu aku masih belum menikah, aku sudah sering melakukan hubungan seks. Baik yang aku lakukan dengan pacar sendiri, ato juga dengan  gadis escort. Frekwensinya juga lumayan. Karena dari segi keuangan tidak bermasalah.

Setelah aku mengenal istriku ini, aku melakukan pertobatan. Aku tidak melakukan seks dengan cewek panggilan lagi. Dan  untuk meyakinkan diriku sendiri dan calon istriku, aku melakukan pemeriksaan darah lengkap dan  test AIDS.

Aku bersyukur, karena ternyata tidak ditemukan kelainan atau penyakit. Karena kami berdua sudah sreg, maka setelah 5 bulan pacaran kami langsung menikah.

Istriku adalah wanita ramah yang cantik. Berpendidikan cukup, dan bekerja sebagai pengajar disalah satu universitas swasta di Semarang.  Ketika malam pertama, ternyata  dia masih virgin. Dia  pernah pacaran sekali, tetapi akhirnya putus.  Mantan pacarnya tinggalnya tidak berjauhan dari tempat tinggal kami.

Isriku memang tergolong type penakut, dan masih mempercayai hal – hal yang berbau kejawen. Tetapi setelah menikah dengan aku ,  rasa takutnya menjadi menurun. Dia juga tidak mau tidur dikamar yang gelap. Dia khawatir mendapatkan  mimpi buruk.

Menurut pengakuannya, dia pernah mengalami hal – hal aneh ketika masih kecil. Dia sering bermimpi bertemu sahabat karibnya yang sudah meninggal. Bahkan hal ini kadang – kadang masih muncul juga. Dan dia juga pernah tiga kali hilang.

Dia tiga kali  ditemukan sedang tidur diatas pohon sawo,  yang  letaknya tidak jauh dari rumahnya, ditengah malam yang gelap. Menurut warga yang menemukan, dia sedang diculik oleh setan, dan ditaruh diatas pohon sawo.  Pengalaman inilah yang membuatnya takut.

Didalam berhubungan seks, dia tergolong pasif. Kalo aku bandingkan dengan cewek – cewek  sebelumnya, dia berada paling bawah. Aku juga menyadari, seks merupakan proses pembelajaran kedua belah pihak. Tetapi dengan dia, terasa  cepat membosankan. Walo dia cantik, ternyata  hal ini  tidaklah menjamin sepenuhnya.

Aku jadi cepat kesal, dan malas berhubungan seks dengan dia.  Mungkin aku terlalu membandingkan dengan cewek – cewek sebelumnya. Bahkan istriku bilang, dia tidak pernah  orgasme. Kalo aku melakukan foreplay, katanya bikin dia geli,  dan malah membuatnya pingin pipis.

Pada suatu malam, aku ingin melakukan hubungan seks. Tetapi  dia menolaknya, dengan alasan capek. Ya, akhirnya kita tidur berdampingan. Aku masih ingat sekali. Saat itu hari Kamis  malam Jumát. Aku agak sukar tidur. Sedangkan istriku sudah terlelap.

Desisan angin yang masuk lewat jendela, membuat kulit – kulit poriku agak kedinginan. Tetapi  kali ini terasa lain. Aku mencium bau bunga yang semerbak wangi. Baunya mirip bunga kamboja yang banyak ditemukan dikuburan.

Tiba – tiba ada angin yang meniup semakin kencang,  menghempas daun jendela. Bunyinya keras. Aku sempat kaget pula.  Istriku menjadi terbangun. Mungkin dia pingin pipis. Aku membiarkan saja.

Tetapi kok lama tidak muncul  kembali ?

Aku sebut – sebut namanya, tetapi tidak mendapat jawaban. Setelah aku keluar rumah, aku melihat dia berjalan  menuju kawasan  perumahan lewat jalan pintas.  Tiba – tiba hatiku menebak. Dia ada janji dengan mantan kekasihnya. Selingkuh ! Dengan hati tersayat – sayat aku kembali ketempat tidur.

Berbagai pertanyaan muncul didalam hati. Kenapa dia melakukan ini ?

Keesokan harinya aku konfrontasikan hal ini dengan dia. Ternyata dia  membantah mentah – mentah.   Apakah dia pikir aku bodoh ? Aku akan membuat bukti !  Pada  tengah malam, terjadi lagi. Aku tidak menemukan dia disampingku. Sebenarnya aku ingin menangkap dia basah – basah dirumah mantan pacarnya. Tetapi  aku urungkan.

Mengingat keesokan harinya agendaku di kantor sangat padat. Sehingga aku harus istirahat cukup, agar besoknya mempunyai energi yang optimal.

Dimalam ketiga, aku berpura – pura tidur. Ternyata dia dandan. Bahkan dia pake lingerie dan gaun malam yang seksi yang aku belikan. Tercium bau  parfum Eternity. Terlihat dia berkaca – kaca didepan cermin lama sekali.

Hatiku sakit sekali.  Dia melakukan ini bukan untukku, tetapi untuk mantan kekasihnya. Aku akan membuat bukti. Dan aku bulatkan untuk menceraikannya !  Pantas, dia bilang tidak pernah mengalami orgasme. Karena  ternyata dia  hanya mau  orgasme dengan pria lain ! Dasar  !!!

Setelah istriku berjalan keluar rumah, aku buntuti pelan – pelan dari kejauhan sambil membawa kamera saku, untuk membuat barang bukti. 

Aku heran !

Ternyata dia mengambil jalan pintas  menuju perumahan, tetapi kemudian  berbelok menuju sebuah jembatan. Berdiri disana lima  belas menit. Apakah dia  ada janji didekat jembatan ? Lokasi kencan yang aneh, deh.

Bukankah dia wanita penakut ?  Istriku yang penakut ini berdiri dilokasi, dimana satu tahun yang lalu sepasang muda – mudi meninggal karena kecelakaan mobil.  Wargapun banyak yang bilang,  disekitar  tempat itu sering ditemukan  arwah bergentayangan.

Setelah itu istriku berjalan menuju rimbunan pohon  beringin tua yang dikeramatkan warga. Yang batang pohonnya dibungkus dengan kain berwarna putih.  Yang konon sering dipakai bertapa orang yang mencari ilmu linuwih.

Akhirnya aku ingat sebuah artikel, bahwa istriku tergolong mengalami sleepwalking. Seperti yang terjadi waktu dia masih kecil, disaat  temukan diatas daun sawo pada malam hari.  Menurut Neil B Kavey, MD dari Sleep Disorder Center Colombia – Presbyterian Medical Center, beliau mengatakan  sleepwalking merupakan gangguan tidur yang paling misterius.

Banyak riset dilakukan untuk  mengatasi gangguan ini.  Sleepwalking memang banyak terjadi pada anak – anak, tetapi menghilang saat dewasa. Sleepwalking terjadi pada saat tidur yang amat dalam. Orang awam banyak yang menyebutnya dengan istilah ngelindur.

Akhirnya aku berlari menuju istriku. Aku sengaja tidak membangunkannya. Karena nanti dia bisa ketakutan, jika menyadari berada ditempat keramat. Aku tuntun dia pulang dan aku rebahkan dia ditempat tidur.

Setelah  tiga jam, dia bangun. Dia meraba – raba tubuhku, dan menciumi aku dan dadaku. Dan dia bernafsu sekali melakukan oral seks ( padahal hal ini sebelumnya dianggap jijik ). Akhirnya aku ladenin juga. Benar – benar luar biasa.

Hubungan seks pada malam itu tidak bisa dituliskan dengan kata – kata. Dia bermain  sambil meliuk – liukkan badannya, seperti orang yang menari dengan tempo yang sempurna.  Benar – benar seperti penari !

Bahkan  ketika dia berada diposisi atas,  aku merasakan gerakan pinggul yang  bervariasi dan  teratur. Gerakan turun bawah, rotasi, dengan kecepatan yang berbeda – beda, dan  berulang – ulang. Bahkan dia tidak malu – malu merintih dan menejerit keras saat  orgasme. Dan ini terjadi berkali – kali.

Kalo boleh jujur, kenikmatan malam itu tidak bisa dibandingkan dengan cewek – cewek sebelumnya. Benar – benar sempurna ! Bisa diibaratkan, seorang istri yang berpengalaman dan mengetahui bagaimana  menyenangkan seorang suami.

Setelah  kejadian malam itu, istriku menjadi sumringah. Dia suka dandan, dan suka sekali memelukku. Perilaku seksnya menjadi berubah total.  Benar – benar wanita sempurna !

Akhirnya aku ceritakan juga tentang sleepwalking yang dialaminya, tanpa menyebut tempat keramat tersebut. Aku hanya menceritakan dia berjalan dan berdiri dihalaman belakang rumah.

Istriku memang kaget !

Karena menurutnya, justru tiga hari itu  dia banyak mimpi erotis, dan bersambungan. Dia bertemu dengan seorang wanita cantik yang tidak begitu nampak wajahnya, karena silau cahaya yang keluar dari  mutiara yang menempel didahinya.

Dia dibawa kesebuah istana mungil. Dan menuju suatu tempat  pemandian, yang mirip danau kecil. Dipinggir tempat pemandian itu, terdapat  sepasang manusia  yang sedang  berpelukan dan bermesraan.

Keduanya telanjang. Tetapi masing – masing menggunakan mahkota kepala, yang mirip anyam – anyaman tali berwarna merah muda.

Wanita ini memberikan pelajaran tentang seks kepada istriku, melalui pasangan muda tersebut. Mulai dari cara memegang, meraba, mencumbu,  hinga  posisi – posisi bercinta. Wanita itu berbicara dengan bahasa yang tidak dikenal, tetapi dimengertinya.

Dan  dua manusia  yang telanjang tersebut terus bermesraan dan  bercinta, sepertinya tidak menghiraukan sama sekali kehadiran  wanita dan istriku ini. Istriku dihadapkan pada  atraksi seks secara live. Istriku menjadi betah ditempat itu. 

Padahal dialam nyata, istriku sangat jijik kalo diajak nonton fim porno.

Pada mimpi yang ketika, dia baru saja mau diajak melihat pasangan yang bercinta tersebut, tetapi tiba – tiba  mimpi itu hilang. Aku jadi ingat, karena pada  waktu  sleepwalking yang ketiga,  aku menuntunnya pulang dari tempat keramat.

Kini istriku mempunyai pandangan yang lain tentang seks. Dia menjadi aktif dan menikmati. Bahkan dia selalu mempunyai ide – ide baru didalam bercinta.

Aku kadang terseyum. Karena pernah menduga  istriku selingkuh,  tetapi kenyataannya lain. Sekarang aku jadi betah dirumah.  Kalo beberapa jam saja tidak bertemu, aku sudah kangen. 

Tetapi yang masih menjadi misteri, kenapa istriku sleepwalking ke tempat keramat tersebut ?  Atau berdiri di jembatan tempat kecelakaan  pasangan yang meninggal itu ?

Menurut buku yang aku baca, antara mimpi dan sleepwalking juga berbeda. Mimpi didapat  pada saat orang tersebut tidur pada fase REM ( Rapid Eye Movement ). Dimana orang tersebut hanya mampu  mengedipkan matanya,  dan menggerakkan  anggota tubuhnya secara terbatas.

Sedangkan sleepwalking, terjadi dimana orang tersebut tidur yang cukup dalam. Sehingga orang tersebut mampu melakukan aktifitas seperti sehari – hari, tetapi tidak mengingatnya lagi setelah dia bangun.

Jadi antara mimpi dan sleepwalking itu terpisah.  Tetapi apa yang kulihat pada istriku  justru seperti berbeda. Lepas dari cerita diatas, aku ambil positipnya saja. Dan aku memperhatikan pola tidur istriku agar teratur, dan tidak terjadi sleepwalking lagi.