Sebelum DD mengawali  tulisan  ini, terlebih dahulu  DD ingin mengajak anda merenungkan tentang  seks dalam suatu agama dan kepercayaan.

Yang kita soroti adalah tokoh – tokoh spiritualnya. Mereka digolongkan kedalam dua kelompok :

1. Tokoh spiritual  yang diperbolehkan agamanya untuk menikah dan melakukan hubungan seks sebagaimana mestinya.

2.Tokoh spiritual  yang tidak diperbolehkan menikah atau melakukan hubungan seks ( membujang seumur hidup ).

Bagi orang yang terbiasa  melakukan hubungan seks,  tidak bisa membayangkan bagaimana ruginya orang tersebut, tidak merasakan kenikmatan seks ! Orgasme yang hanya berlangsung singkat, terasa begitu nikmat dan tidak ada tandingannya ! 

Maka DD bertanya – tanya dalam hati,  bagaimanakah sih rasanya  kenikmatan yang lebih tinggi  selain seks itu ? 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂  DD akhirnya  ngobrol dengan seorang sejawat. Dan untuk bisa memahami hal ini lebih baik,  maka layaklah  kita melihat hakekat dan makna seks itu sendiri.

Manusia diberikan organ seks, salah satu fungsi utamanya ( primer ) adalah untuk melakukan hubungan seks sebagai fungsi reproduktif ( meneruskan keturunan ).

Sedangkan fungsi yang kedua ( sekunder ), adalah untuk mendapatkan kenikmatan ( bisa dikatakan fungsi rekreatif ).

Fungsi reproduktif ini akhirnya bisa  tergantikan oleh fungsi sekunder penuh  ( seks sebagai kenikmatan saja ) jika  orang tersebut sudah memiliki anak.

Maka yang bersangkutan akan menggunakan alat kontrasepsi atau operasi steril, agar tidak dimungkinkan untuk mendapatkan keturunan lagi. Selanjutnya mereka melakukan seks hanya untuk bersenang – senang ( melakukan kuwajiban sebagai ibadah  🙂 🙂 🙂 🙂 ) 

Jadi singkatnya, seks bertujuan untuk meneruskan keturunan dan mendapatkan kenikmatan. Dan kenikmatan yang ditemukan didalam seks, adalah kreasi manusia semata. Karena Tuhan yang menciptakan manusia tidak melakukan hubungan seks, maka Tuhan tidak  merasakan kenikmatan seks.

Merah birunya kenikmatan seks, tergantung manusia itu sendiri. Agama hanya memberikan nilai norma dan aturan yang menjaga agar kehidupan seks seseorang  tetap normal dan manusiawi. Makanya Tuhan juga tidak memberikan ‘resep ‘ kepada pria dan wanita dalam urusan dibawah selimut. ( Kalau pas lagi pake selimut 🙂 🙂 🙂 ).

Kebetulan sejawat DD mengetahui persis tentang kehidupan  suku Amazon yang terpencil. Dia memberikan gambaran tentang ritual – ritual yang ditemukan disana.  Yang dikaitkan dengan ‘kenikmatan tertinggi’ ( bukan seks tentunya  😉 )

Maka DD begitu bersemangat mendengarkan cerita sejawat ini.  Dari ritual yang ada di suku Amazon ini, setidaknya bisa dibayangkan,  kenapa tokoh spiritual  yang tidak kawin,  tidak merasa rugi karena tidak melakukan hubungan seks.

Jawabannya, adalah karena ada yang ‘lebih nikmat’ dari seks secara jasmani. Yaitu orgasme spiritual ! Dan orgasme spiritual ini bisa dinikmati siapa saja, tanpa harus menikah. Dan kenikmatan yang didapat adalah luar biasa. Yaitu pengalaman sakral bertemu kemuliaan Sang Ilahi.

Mendengar ocehan  sejawat  ini,  DD jadi penasaran. Setahu DD sih, suku Amazon adalah masyarakat primitip yang banyak melakukan upacara ritual, dan berbudaya jauh dibelakang masyarakat modern. Tetapi agar saya tidak keliru,  maka  DD dengan senang hati  mendengarkan penjelasan sejawat DD.

Di masyarakat  Amazon banyak dilakukan upacara ritual yang disertai trance. Contohnya saja, jika seorang anak lelaki menginjak usia 12 tahun. Anak ini dipersiapkan menjadi pria dewasa yang tahan bantingan.

Satu diantaranya, adalah agar dia menjadi pria yang tidak cengeng dan tahan sakit secara fisik dan psikis. Maka dilakukan upacara, dimana anak lelaki tersebut kedua tangannya dimasukkan suatu keranjang yang didalamnya dipenuhi  serangga  berbisa yang berukuran 2-3 cm, selama 10 menit. 

Anak ini sebelumnya harus minum  ramuan penahan racun. Ini adalah serangga paling pesar dan ganas diseluruh dunia. Karena kesakitan yang luar biasa, membuat anak tersebut langsung pingsang setelah sepuluh menit. Dia biasanya tersadar setelah dua hari.

Pengalaman apa yang dialami selama 2 hari ketika tidak sadar tersebut ? Inilah misterinya.

Ternyata diramuan  yang diminum  tersebut, juga ditemukan ramuan dari berbagai daun dan getah pohon, yang efek sampingnya  menyerupai obat bius. Karena suku Amazon melukiskan peristiwa ini seperti  suasana mistik, dimana dia merasa bertemu dengan sesembahannya !

Ritual – ritual lainnya yang menggunakan ramuan berefek obat bius ini banyak ditemukan di suku Amazon. Pengalaman mistik  inilah  yang digambarkan sebagai kenikmatan sempurna.

Kenikmatan yang melebihi kenikmatan dalam hubungan seks ! Itulah orgasme spiritual.

Kenikmatan seperti ini rupaya banyak dicontoh masyarakat modern. Maka muncullah kelompok kaum hippies yang sekitar tahun 60 dan 70 sangat  gemar dengan penggunaan obat bius ( Sex , Drugs & Rock n Roll ).

Hingga diera kini,  obat – obatan psiko tropika juga  tetap digemari. Seperti halnya orang – orang yang masih keranjingan syabu – syabu dan XTC. Mereka ingin mendapatkan halusinasi, dan pengalaman spiritual seperti  suku Amazon.

Untungnya ilmu pengetahuan  yang berkembang pesat  bisa menemukan dan bukti – bukti  dalam kasus ini. Orgasme spiritual  sebenarnya tidak perlu menggunakan obat bius atau ramuan yang berakibat buruk. Orgasme spiritual bisa anda lakukan jika anda tekun dan mendalami spiritual yang anda yakini.

Di universitas Chicago sudah mempublikasikan   artikel adanya G-Spot didalam otak manusia. G Spot yang dalam hal ini disebut God Spot ( Bandingkan dengan G-Spot yang ada didalam vagina seorang wanita ).

G-Spot yang ada didalam otak ini adalah titik paling sensitif yang jika sudah dirangsang, maka bisa menghasilkan pengalaman spiritual yang nikmatnya luar biasa. Atau bisa mengalahkan kenikmatan hubungan seksual.

Inilah sebabnya, banyak yang ber-semedi berhari – hari atau semalam suntuk sembahyang tiada henti, kok begitu kuat yach ? Ini dikarenakan God Spotnya sudah tersentuh, sehingga yang bersangkutan mengalami orgasme spiritual bertemu dengan kemuliaan Sang Ilahi.

Dan bahkan yang tidak kawin sekalipun, ternyata  mereka sudah mendapatkan kenikmatan yang luar biasa, dan melebihi kenikmatan seks semata.

Pertanyaan :

Anda pilih ketagihan orgasme God Spot  atau  orgasme  karena hubungan seks ?

Trims, buat yang mau berdiskusi 🙂