Siapa sih yang ngga seneng kalo dapat beasiswa untuk belajar ? Semua pasti seneng, dong ?

Tetapi beasiswa yang aku ceritakan ini memang lain daripada yang lain.  Bisa dibilang  gila total !! 

Tetapi saya tergerak untuk menulis cerita ini untuk memberikan peringatan buat teman – teman yang lain, agar lebih jeli dan berhati – hati.  Supaya   tidak terjadi korban – korban berikutnya.

Saya  adalah seorang pria yang  tinggal di Tangerang. Sebuah kota  yang tidak jauh dari kota metropolitan  Jakarta. 

Namun  saya bukan asli orang Jakarta. Saya lahir dan dibesarkan  dikota Semarang, dan mengenyam bangku kuliah  di universitas  ternama  dikawasan Sukolilo Surabaya.

Setelah menyelesaikan kuliah, saya hijrah dan bekerja di Jakarta. Usia saya sudah beberapa tahun diatas kepala 3. Sudah mempunyai tunangan, bahkan sudah merencanakan hendak menikah.

Calon istri saya berasal dari Lampung, namun berdarah Jawa. Dia menyelesaikan kuliah di Bandung, dan  meneruskan  S2 di Australia. Orangnya cantik, ramah dan pinter bergaul. Dia juga pinter berbahasa Jawa seperti saya, makanya sejak awal kita cepat akrap. Kini dia mengajar disalah satu universitas swasta di Jakarta.

Saya berpacaran dengan dia sudah 2 tahun, namun kita belum pernah melakukan hal – hal mesum yang dilarang  agama.  Saya sangat respect sekali dengan dia. Demikian juga sebaliknya.

Sekitar 3 bulan yang lalu, saya dimintai  untuk memperbaiki komputernya yang sedang bermasalah. Disaat membetulkan komputer tersebut, tiba tiba  mata saya dihadapkan pada kertas. Pada awalnya saya kira kertas biasa.  Karena terdapat alamat beberapa situs.

Entah mengapa, tiba – tiba saya dilanda rasa keingintahuan. Setelah jemari saya mengetik alamat situs tersebut, betapa kagetnya hati saya. Ternyata situs ini berisi informasi tentang perekrutan mahasiswa – mahasiswi  kedalam sebuah club besar, atau katakanlah jaringan seks bebas.

Jaringan ini berwujud club – club  yang didanai oleh orang gedean dan para pengusaha  yang berkantong tebal. Berdasarkan informasi yang saya  baca, untuk wilayah jawa barat  tempat markasnya di Jakarta dan Puncak.

Untuk Jawa Timur, lokasinya dikawasan Batu ( Malang ) dan Surabaya. Sedangkan di Jawa tengah, basisnya ada dikawasan Ungaran, Semarang. Didalam situs tersebut ada petunjuk – petunjuk praktis untuk merekrut mahasiswa – dan mahasiswi. Sedangkan nama – nama yang menjadi anggota  tersebut, berupa nama sandi.

Mahasiwa yang direkrut  juga bukan yang main – main. Rata – rata yang penampilannya menarik ( baca : ganteng – cantik ), dan berotak encer ( berprestasi ).  Dan yang paling penting, kesulitan uang ( miskin ).

Setelah membaca situs tersebut saya baru sadar,  Kalau calon istri saya termasuk mahasiswi yang menjadi korban rekrutan, dan  masih aktif dengan club tersebut. Mengingat selama kuliah, tunangan saya mengaku mendapatkan beasiswa dari  organisasi sosial.  Karena kehidupan  keluarganya pas – pasan.

Di  situs tersebut juga dilengkapi dengan  foto dan nama sandinya. Cowok dan cewek yang bisa direkrut, akan mendapatkan jaminan hidup dan biaya kuliah ( baik didalam maupun luar negeri ).

Dan mereka mempunyai kuwajiban memenuhi kebutuhan seks para penyandang dana. Mahasiswa dan mahasiswi tersebut dilarang keras berhubungan seks dengan orang luar, selain dengan orang yang menjadi anggota club tersebut.

Mereka mempunyai jadwal, kapan mereka  harus hadir di markas – markas yang menjadi tempat mangkalnya. Dari keterangan cara kerja organisasi tersebut yang saya baca, mereka sedang berusaha  mendirikan keberadaan club tersebut  di seluruh Indonesia.

Bahkan  sedang direncanakan pertemuan di Bali tahun mendatang, pertemuan dengan  dengan club – club dari manca negara. Sepertinya mereka saling bau – membahu  dalam mengembangkan jaringan ini.

Jaringan ini ternyata cepat tumbuh subur, karena mereka tidak melibatkan diri ke hal – hal yang menyangkut kriminalitas. Bahkan ada larangan bagi anggotanya yang menggunakan narkoba.

Anggotanya rata – rata orang yang berotak encer, nantinya mempunyai pekerjaan yang baik, serta mempunyai kedudukan. Mereka hanya ingin menikmati kebebasan seks dalam club yang terkoordinasi dengan baik.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, saya ngga bisa tidur lagi. Saya ngga nyangka, kalau calon istri saya ternyata wanita anggota club seperti ini. Masih dilanda rasa keingin tahuan, maka saya ingin mengetahui lebih jauh tentang keberadaan club ini.

Waktu itu saya libur, dan berkunjung ke Malang. Daerah yang saya tuju, adalah kawasan Batu, yang panoramanya indah dan berhawa dingin. Karena menurut jadwal yang saya dapatkan dari situs tersebut, ada pesta.

Saya memilih kota Malang, karena jaga – jaga agar saya tidak kepergok. Barangkali saja, ada anggotanya yang mengenal saya.  Kebetulan di Malang  dan sekitarnya saya  sudah lama sekali tidak mengunjunginya.

Saya mengetahui acara  yang sudah tersusun, karena dapat dari situs tersebut. Ah, wajah saya juga lumayan, jadi ngga mengundang kecurigaan.

Markas club ini ternyata menyerupai bangunan yang sangat besar, yang dibatasi oleh tembok disekelilingnya. Ada dua petugas keamanan yang berada dipintu depan. Dress code yang diwajibkan, adalah berbaju resmi dan rapi. Saya menggunakan setelah berwarna hitam.

Waktu itu sekitar pukul 18.30. Udara terasa dingin. Didepan rumah besar tersebut dipenuhi  mobil – mobil mewah. Saya menggunakan nama sandi sesuai dengan profil anggota dari Jakarta. Kebetulan orang yang bersangkutan sedang sakit, dan wajahnya agak mirip dengan saya. Profesinya juga sama ( orang IT ). 

Ternyata yang hadir diruangan utama cukup  banyak sekali. Mereka nampak seperti orang – orang yang mapan. Rapi, percaya diri, dan luwes  bergaul. Baik prianya maupun wanitanya. Banyak juga saya temukan wanita – wanita berusia setengah baya.( Mungkin ini yang dibilang sebagai tante – tante girang ).

Saya nggak canggung, karena waktu masuk sudah disambut dengan suara musik. Bahkan ada hiburannya, sehingga mata – mata nggak tertuju pada saya. Ada pemain piano, dan wanita yang menyanyikan lagu Jazz.

Tiba – tiba ada wanita setengah baya yang menghampiri saya. Orangnya cantik dan seksi, walo badannya agak gemuk. Dia bergembira bertemu saya, dan langsung datang memeluk dan mencium saya. Saya pura – pura ngga kaget.

” Akhirnya datang juga, deh. Kirain sakit,  ” Katanya berseri – seri. Emangnya sakit boongan atau beneran, seh ?  Atau udah ngga kuat ? ” Tambahnya lagi.

” Stamina saya masih belum pulih bener. Saya harus menginap satu minggu di rumah sakit , karena harus  menjalani operasi usus buntu, ” Saya mengarang – ngarang dengan cepat dan spontan.

” Wah, berarti tante harus berhati – hati, dong, ” Katanya genit sambil mencubit pantat saya.

Tiba – tiba tante ini menggandeng saya melewati hadirin yang sedang menikmati  musik piano dan  lagu – lagu Jazz. Saya diajak keruangan lain. Dia bilang, kalau ada pelatihan yang dibawakan oleh cewek – cewek dari  Pattaya, Thailand.

Pelatihan ? Dahi saya berkerut, tanpa mengerti maksud tante yang sebenarnya.   Setelah saya masuk ruangan remang – remang tersebut, ternyata yang saya temukan dua cewek Thailand dengan bahasa Inggrisnya yang rapi, memperagakan berbagai  ketrampilan seks dengan seorang pria, yang disaksikan oleh  pria dan wanita yang memenuhi ruangan tersebut.

Saya menyaksikan pasangan  – paangan yang sedang mengikuti peragaan tersebut. Si Tante badannya makin rapat dengan saya, dan mengelus – elus  ( maáf ) milik saya.

” Dia jago sekali, lho. Menurut  pria, mulut cewek itu seperti ada maknitnya, ” Kata tante lagi sambil matanya tertuju pada atraksi cewek Thailand tersebut.

Saya belum lama didalam, tetapi setidaknya mengerti  apa saja yang terjadi didalamnya. Saya pura – pura dapat telepon dan keluar.

” Jangan lama – lama, nih. Tante sudah ngga tahan, ” Kata tante melihat saya pamit keluar sebentar.

Setelah diluar, saya lansung menuju mobil yang saya parkir, dan meninggalkan  tempat tersebut. Saya menuju hotel tempat saya menginap. Saya sepertinya masih belum bisa percaya, kalau calon istri saya anggota club seperti ini. Saya ngga melihat tanda – tanda ini dari luar.

Setelah saya paham dengan keberadaan club ini, saya belum mengkonfrontasikan dengan calon istri saya. Dari dalam hati yang dalam, saya mencintainya. Tetapi setelah melihat situasi seperti ini, saya menjadi ragu.

Saya juga berpesan buat pembaca yang masih kuliah, supaya hati – hati. Jangan sampai terbujuk dengan beasiswa – beasiswa yang menyesatkan, seperti yang saya uraikan diatas. ( Dikirim Oleh Eko )