Akhir – akhir ini banyak sekali video yang bermunculan yang  seolah – olah ngetrend di masyarakat.  Seolah – olah  “lumrah “  di-video-kan. Baik yang berupa  adegan mesum atau perkelahian.

Seperti halnya yang dilakukan oleh putra kerajaan Emirat Arab  Syeik Issa Bin Zayed Al Nahyan.

Kekejian yang dilakukan oleh seorang pangeran ini memang bersifat insiden perorangan, tetapi bisa menjadi lebar dan dipolitisir oleh pihak lain.

Kekejian yang melanda seseorang  yang juga dilakukan oleh tentara  – tentara Amerika  dan Inggris di penjara Abu Gharib di Irak, atau yang terjadi di Guantanamo di Cuba.

Atau seperti kekejian yang terlihat sa’at Israel meluncurkan amarahnya terhadap  Palestina, atau sebaliknya. Kekejian perorangan  yang terkumpul menjadi kekejian komunitas.

Kekejian yang menurut akal sehat seharusnya tidak layak dilihat, tetapi sebagian orang ( pihak ) justru divideokan, sebagai senjata propaganda untuk menjatuhkan mental. Atau sebagai hoby bagi orang yang sudah terganggu akal sehatnya ( gangguan jiwa ).

Dan jika pangeran Issa Bin Zayed Al Nahyan mem-videokan  hal ini ( sadar kalau perbuatan itu sedang di-videokan )  tentu hal yang mengenaskan untuk ukuran akal orang sehat.

( Dibagian video tersebut terlihat jelas bagaimana beliau memberikan kode lewat lambaian tangan ke petugas kamera agar lebih dekat mengambil gambar korban !)

Hal ini bukan saja menjatuhkan wibawanya sebagai seorang pangeran, tetapi juga menjatuhkan wibawa keluarga kerajaan  Emirat Arab, serta  hukum perlindungan terhadap hak – hak manusia yang berlaku disana.

Dari artikel yang tertulis di koran Telegraaf serta ulasan dari video ABC News, kekejian yang diluar batas perikamusiaan tersebut jauh – jauh dari kejahatan yang mungkin dilakukan oleh pekerja petani malang asal Afganistan ini.

Karena dituduh mencuri ( menyembunyikan ) gandum, sehingga dia divideokan dalam keadaan yang mengenaskan. Fenomena kejiwaan apakah ini ?

Dalam video yang aslinya berdurasi 45 menit tersebut, terlihat bagaimana Sang Pangeran  mencambuk hingga babak belur, membabi buta menembaki sekeliling korban, memberikan garam pada tubuh yang terluka, membakar kedua  testis korban hingga menabraknya dengan mobil truk.

Anehnya, kejadian ini  terjadi didepan polisi,  yang seharusnya memejahijaukan kasus  kejahatan tersebut.

Seandainya hukum lebih berkuasa atas kekuasaan seseorang, maka kasus  seperti ini tidak terjadi.

Beritanya ditulis dari koran Telegraaf. Menurut ulasannya, video ini sudah dipendekkan dari  durasi sesungguhnya yang berlangsung 45 menit,  dan bagian yang paling sadis sudah dipotong.

Beritanya sebagai berikut :

ABU DHABI – Keluarga kerajaan Emirat Arab menjadi buah perbincangan akibat ulah saudara laki – laki dari pangeran pewaris tahta  kerajaan, berkaitan dengan  penganiayaan sadis terhadap seorang petani yang terlihat di video.

Rekaman video ini akhirnya jatuh ke tangan televisi  Amerika ABC News dan bisa dilihat juga di internet.

Didalam video itu terlihat bagaimana seorang petani yang kedua tangannya sedang dibui dipukul dan  ditembaki  oleh pangeran Issa Bin Zayed Al Nahyan.

Selanjutnya juga terlihat, bagaimana pria malang tersebut dikucuri garam pada bagian tubuhnya yang terluka, juga   dijejali dengan pasir dimulutnya.

Pada gambar berikutnya juga nampak bagaimana korban dianiaya dengan menggunakan  setrum aliran listrik, serta kedua testisnya dibakar.

Video tersebut aslinya berdurasi sekitar 45 menit. Menurut saluran televisi ABC News, bagian yang paling mengerikan sudah dipotong. Korban adalah seorang petani yang berasal dari Afganistan yang dituduh “menyembunyikan”  gandum.

Pada bagian akhir dari video terlihat bagaimana Syeikh Issa dengan kendaraan truk beberapa kali menabrak tubuh korban.  Suara patahnya tulang – tulang korban terdengar jelas.

Video ini  dibuat dimungkinkan atas permintaan Syeikh sendiri, yang menginginkan video penganiayaan  tersebut  bisa dilihat dikemudian hari.

Pada beberapa  bagian, terlihat bagaimana beliau menyuruh  petugas kamera mengambil gambar lebih dekat, agar rasa kesakitan yang dialami korban bisa terekam dengan baik.

Hubungan kerjasama antara Emirat Arab dengan negara Belanda  terlihat baik.  Untuk menguatkan dan mendekatkan kerjasama ini Pangeran Willem Alexander dari negeri Belanda beserta putri Maxima telah mengunjungi keluarga kerajaan Emirat Arab pada bulan Januari tahun 2009.

Menteri luar negeri Belanda ( Verhagen ) merasa ngeri dan sangat terkejut,  berkaitan dengan video ini, melalui juru bicaranya  kepada tabloit Spits. 

Menteri luar negeri Belanda berharap pihak pemerintahan kerajaan Emirat Arab  mengambil langkah yang tepat berkaitan dengan kasus ini.

Menurut keterangan dari menteri luar negeri  negara bersangkutan,   ini hanyalah sebuah insiden yang sudah terselesaikan.

” Insiden yang terjadi dalam video tersebut merupakan bagian dari pola perilaku. Pihak kepolisian mempunyai aturan, kebijaksanaan dan prosedur yang tepat untuk menindak lanjuti, ” Demikianlah keterangan yang disampaikan.

Menteri dalam negeri di negara  terkait adalah saudara laki – laki Syeikh Issa Bin Zayed Al Nahyan sendiri.

******

Setelah berita diatas dimuat oleh koran Telegraaf,  muncul berita  kelanjutannya di koran yang  SAMA.

Yang menyebutkan bahwa  pangeran  tersebut  melakukan penganiayaan sadis   bukan yang pertama kalinya. Melainkan sudah  melakukan penganiayaan sadis  terhadap  25 pria !

Komentar DD :

Sangat Sadis !!!  Didalam video tersebut  polisi justru terlihat   membantu proses eksekusi ini…….