media_xl_923195Apakah anda    tergolong pria atau wanita yang mengalami ” kesukaran atau ketakutan ” dalam bergaul dengan orang lain ? 

Anda tentunya sudah nggak asing dengan  tanda – tanda yang sering  ditemukan seperti dibawah ini :

* Agak canggung jika berada dilingkungan  kampus, kantor, rumah , atau tempat lainnya yang masih baru.

* Grogi dan kurang PD saat ngobrol dengan orang yang baru dikenal.

* Salah tingkah saat memasuki ruangan pesta.

* Merasa kikuk saat maju untuk memberikan pidato atau presentasi.

* Merasa nggak nyaman saat memperkenalkan diri.

* Enggan berinisiatif untuk menyapa atau memulai kontak dengan orang lain.

* Banyak diam dalam suatu kelompok, dan cenderung menyendiri.

* Cepat kehabisan  ide saat ngobrol.

* Kurang PD untuk  mencoba ( baju, asesories, sepatu dll ) yang menurutmu kurang sreg.

* Ingin cepat – cepat pergi ( menghindar )  saat berada dalam group.

 

Dan masih seabreg contoh lainnya. Dan tentunya orang yang mengenali beberapa tanda diatas, dengan cepat memvonis diri dengan istilah “pemalu. “

Jangan putus asa, karena anda  tidak sendiri yang mengalami problem seperti ini. Karena sebanyak 40 % gangguan ini ditemukan pada orang normal. Bahkan sekitar 20 %   merasa terganggu aktifitas sehari – harinya, karena merasa malu.

Sebenarnya malu itu apa sih ?

Malu didalam bahasa Belanda disebut dengan istilah verlegen. Kata verlegen, merupakan serapan dari bahasa Belanda kuno yang berarti :

– Salah ditempatkan

– Ditempatkan terlalu lama

– Menjadi hilang kekuataanya

Pada tahun 1714  kata verlegen ini didefinisikan maknanya dengan mengacu pada  ( orang, tempat, situasi ) berkaitan dengan kepribadian dan tingkah laku seseorang.

Tidak heran, bahwa pada dasarnya orang yang menyebut dirinya pemalu, akan mengalami  kesukaran dalam berinteraksi dengan orang lain, tempat yang asing, dan situasi yang baru.

Pada dasarnya orang normal juga mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang, tempat dan situasi yang baru. Namun  bagi orang yang pemalu, mereka membutuhkan waktu lebih lama, dibandingkan dengan orang yang normal.

Seorang pemalu selalu dihadapkan pada konflik ” meneruskan “atau “menghindar. ” Tidak heran,  orang ini mengalami gangguan sehari – hari, karena kontaknya merasa dibatasi perasaan yang ada.

Bagaimana mengatasi perasaan malu ?

Tidak ada methode ideal yang bisa dipakai dalam mengatasi masalah ini. Akan tetapi banyak buku atau tulisan, yang memberikan beberapa tips yang sekiranya menolong keluar dari gangguan ini.

Tips yang Dewa Dewi jabarkan dibawah ini, bisa dijadikan pandangan :

1. Jangan cepat memberikan stempel “pemalu “pada diri sendiri.

Coba renungkan, pada saat apa anda merasa malu ? Jika anda memvonis diri sebagai ” orang pemalu ” karena takut berhadapan dengan publik, grogi berbicara di podium, canggung ngobrol dengan orang asing,  ini  kurang tepat !!

Karena ternyata dalam situasi yang berlainan, ternyata anda bisa tampil dengan yakin dan tidak canggung. Anda harus realistis untuk memberikan batasan, pada situasi yang membuat anda merasa malu. Dan jika batasan ( ruang lingkup ) perasaan ini hanya menguasai sebagian kecil dari aktifitas anda, berarti anda tidak layak menyebut diri sendiri sebagai orang pemalu.

2. Menerima dan bergaul dengan orang yang mengalami problem yang sama.

Jika  akhirnya anda menemukan bahwa pada kenyataanya anda orang pemalu, maka janganlah menarik diri. Coba anda bergaul dengan orang yang juga mengalami problem ini. Untuk menemukan masukan – masukan baru, dalam mengatasi masalah ini.

3. Memperkaya diri dengan  berbagai tips yang ada.

Banyak sekali buku atau  artikel yang menulis hal ini. Dari tahun ketahun semakin diperbaharui dengan berbagai penemuan yang sangat ilmiah, yang bisa digunakan sebagai acuan.

4. Melatih diri berdialog dengan orang lain.

Berusaha aktif dengan  latihan – latihan ngobrol untuk hal – hal yang sederhana. Usahakan setiap hari anda sudah ngobrol dengan orang yang baru anda kenal, walau sekedar basa – basi saja. Misalnya saat berada di kampus, sekolah, dijalan atau ditempat lainnya.

5. Memperbesar teritorium.

Orang pemalu  biasanya mempunyai teritorium sendiri, yang menurutnya aman dan santai.  Biasa dengan orang yang sudah dikenal. Misalnya saja  orang tua, saudara, sahabat,  tetangga dan lainnya. Dia akan aman ngobrol dengan orang  – orang ini. Tetapi teritorium ini harus diperluas ke orang lain.

Orang pemalu biasanya nyaman berada  tempat yang sudah dikenal ( rumah, kampus, kantor dll ). Tetapi kurang nyaman berada dilingkungan yang baru. Orang tersebut harus melatih diri  agar tetap rileks jika berada pada lingkungan lain yang berbeda.

6. Mempersiapkan diri, sebelum memulai atau memasuki situasi baru.

Jika anda akan pergi ke pesta, coba cari tau  tentang orang – orang yang hadir diacara ini. Ini memudahkan untuk mempersiapkan  materi obrolan.

7. Memuji diri dalam setiap  kemajuan untuk hal yang sederhana sekalipun.

Jika anda sudah mempraktekkan hal – hal diatas, dan merasakan kemajuannya, pujilah diri anda sendiri. Pacu motivasi agar lebih maju lagi.            

Semoga sukses !